Sabtu, 26 Maret 2011

GIPIKA & GASING

GIPIKA atau Gerakan Ibu Pintar Matematika adalah satu gerakan yang digagas oleh Prof. Yohannes Surya melalui Surya Institute. Melalui GIPIKA Yohannes Surya ingin menyebarluaskan metode GASING yaitu metode belajar Matematika yang Gampang ASyIk dan MenyenaNGkan. Metode tersebut diajarkan kepada ibu-ibu karena pada umumnya ibu-ibulah yang bertanggung jawab atas pendidikan anak. Sehingga apabila para ibu sudah pintar matematika maka bisa membantu anak mereka belajar matematika sehingga anak Indonesia bisa menguasai matematika.

Saya berkesempatan mengikuti pelatihan ini melalui pelatihan yang diadakan oleh Komunitas Homeschooling Berkemas. Dari 10 kali sesi pertemuan saya hanya bisa datang pada 3 sesi saja karena saya tidak mungkin tinggal di Jakarta selama 2 bulan.


Ada beberapa perbedaan metode Gasing ini dengan metode yang biasa. Perbedaan yang mendasar adalah mengenai urutan materi. Pada metode gasing setiap materi harus dikuasai dengan tuntas baru pindah ke materi baru. Misalkan di buku teks yang biasa anak akan belajar penjumlahan 1 - 20 lalu pindah ke materi pengurangan. Seetelah mengenal sedikit materi pengurangan kemudian pindah lagi ke materi perkalian dan kemudian pindah lagi ke materi pengukuran walaupun anak baru bisa melakukan perkalian 3. Di GASING anak mulai dari materi penjumlahan 1-9, lalu 1-20 , penjumlahan 2 digit , 3 digit sampai penjumlahan mencapai angka jutaan. jadi Anak diharapkan untuk menguasai materi penjumlahan baru kemudian belajar perkalian dan bukannya pengurangan seperti biasa. Sebelum masuk ke materi baru anak juga diberikan soal-soal cerita agar dapat mengaplikasikan materi penjumlahan yang telah di pelajari.

Demikian juga halnya dengan perkalian dipelajari dengan tuntas sampai anak bisa mengalikan angka sampai bernilai jutaan baru setelah itu anak bisa melanjutkan ke pengurangan begitu seterusnya sampai habis 10 topik pembahasan.

Perbedaan lainnya adalah cara melakukan penghitungan. Jika selama ini kita menjumlahkan 234 + 345 dimulai dari satuannya dulu yaitu 4 + 5 di metode GASING ini dilakukan dari depan yaitu dari ratusannya terlebih dahulu. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat link yang ada disini.

Selain itu juga ada berbagai trik yang digunakan agar anak bisa memahami materi dengan mudah. Ketika saya menerapkan metode GASING ini ke Rafif memang dia bisa menangkap dengan cepat materi penjumlahan. Masalah timbul ketika saya minta Rafif mengerjakan soal-soal dibuku materi yang saya beli ketika pelatihan dia merasa bosan karena soal-soalnya sangat banyak ditambah dengan cetakan bukunya yang kecil-kecil.

Bagi para orang tua yang ingin mengikuti pelatihannya bisa menghubungi Surya Institute. Untuk materi penjumlahan dan perkalian sudah ada videonya dia website GIPIKA sehingga kita bisa pelatihan secara jarak jauh dan gratis. Buku Panduan mengajar juga dijual seharga Rp. 100.000 untuk 3 buku panduan. Sednagkan buku berisi materi dan soal-soal dijula seharga Rp. 300.000 untuk 10 buku materi.

Jumat, 25 Maret 2011

Traveling

Proses kepindahan kami ke Arab Saudi ternyata mengalami banyak kendala. Sampai hari ini kami masih berdomisili di Aceh sementara Abi bolak-balik KSA - Aceh setiap bulannya. Pernah juga ada wacana untuk menetap di Bahrain karena prosedur untuk permanent residentnya lebih mudah , tapi situasi politik Bahrain juga saat ini tidak kondusif membuat kami memilih untuk tetap tinggal di Aceh.

Tapi selalu ada hikmah di setiap kejadian. Penundaan kami menetap di KSA membuat anak-anak bisa traveling ke berbagai tempat. dari mulai kampung sampai dengan luar negeri. Selama tinggal di Aceh saya dan anak-anak bergantian tinggal di rumah mertua dan ibu saya. Mertua saya tinggal di Banda Aceh sedangkan ibu saya tinggal di Lhokseumawe 6 jam perjalanan darat dari Banda Aceh. Sepanjang perjalanan Banda Aceh - Lhokseumawe kami melewati sawah, gunung, laut dan hutan. Semua tempat yang biasanya hanya bisa dilihat di buku sekarang bisa dilihat langsung oleh anak-anak. Bisa melihat monyet di pinggir hutan atau gajah yang sudah dilatih di daerah Saree daerah pengunungan yang baru-baru ini diresmikan menjadi tempat perkemahan oleh Presiden SBY. Anak-anak bisa merasakan mandi laut dan juga sungai yang dilewati di sepanjang perjalanan. Mereka bisa melihat perbedaan jelas antara kota propinsi dan kecamatan. Mereka belajar mengenai geografi dan ilmu sosial langsung tanpa perlu teks book. Ini hanya bisa terwujud melalui homeschooling karena tidak mungkin bepergian setiap bulan jika terikat pada absen sekolah.


Selain mobil pribadi anak-anak juga merasakan naik bis antar kota pada malam hari ke Medan ibukota Propinsi Sumatera Utara. Rafif jadi tahu bahwa tidak semua ibu kota propinsi itu sama. Banda aceh bisa dihitung kota besar di Aceh tapi ternyata masih kecil jika dibandingkan Medan. Sayang waktu kami ke Medan tidak sempat berkunjung ke Danau Toba. 

Berbekal tiket murah dari Air Asia kami juga sempat 2 kali ke Kuala Lumpur dan 1 kali ke Singapura.Biaya dan waktu tempuh dari Banda Aceh ke Kuala Lumpur lebih sedikit jika dibandingkan Banda Aceh - Jakarta. Jadi pergi keluar negeri bagi orang Aceh bukan barang mewah lagi.   Rafif dan Aisyah jadi punya pengalaman keluar negeri. Melihat dunia lain yang bahasa dan orang-orangnya berbeda. Berkunjung ke tempat - tempat yang menjadi ikon negara yang selama ini hanya mereka lihat di gantungan kunci seperti menara kembar Petronas dan Patung Singa. Merasakan salju buatan di Snow World. Bermain sekaligus belajar sains di Petrosains Kuala Lumpur dan Singapore Science Centre. Naik alat transportasi yang unik seperti bebek yang bisa jalan di darat dan air atau naik bis tingkat yang terbuka atapnya, nonton pertunjukkan laser plus kembang api serta belanja buku-buku impor hanya seharga 7000 - 50.000 saja.

Kami juga sempat dua kali ke Jakarta untuk suatu keperluan. Jika ke Jakarta maka jadwal tetapnya adalah Kidzania dan toko buku. Jadwal tetap saya ke Jakarta adalah bertemu teman-teman di komunitas Berkemas terutama Bu Yayah. Satu hal yang berat saya tinggalkan di Jakarta adalah Komunitas Berkemas, apalagi semenjak di Aceh saya merasa menjalankan HS sendirian. Pada pertemuan kemarin saya sempat 3 kali datang pada sesi pelatihan GIPIKA (Gerakan Ibu Pintar Matematika).

Alhamdulillah penundaan kami pindah ke KSA membuat anak-anak mempunyai kesempatan traveling ke berbagai tempat tidak hanya mal tapi juga masuk ke pelosok-pelosok kampung.

Jumat, 28 Januari 2011

Aisyah, Hulahup dan Fisika

Hubungan antara Aisyah dan hulahup dengan jelas bisa terlihat. Aisyah hobi sekali main dengan hulahup. Hampir tiada hari dilewati tanpa hulahup. Tapi apa hubungannya Aisyah, hulahup dan fisika? Saya melihat ada hubungan yang erat sekali antara Aisyah bermain hulahup dengan fisika.

Layaknya seorang scientist Aisyah memulai dengan sebuah pertanyaan besar tantang bagaimana caranya agar benda yang bernama hulahup bisa berputar di badannya tanpa jatuh. Biasanya  saya atau Rafif yang dengan senang hati walaupun tanpa dimintai untuk mengajari Aisyah berbagai hal. Tapi kali ini saya maupun Rafif sama-sama buta tentang cara bermain hulahup. Maka dimulailah serangkaian percobaan untuk memainkan hulahup. Setiap hari Aisyah mencoba mengerakkan hulahup sesuai dengan hipotesanya. Dari mulai menggerakkannya di perut, pinggang sampai kaki secara lambat, sedikit cepat, sampai secepat ungkin yang dia bisa. Ketika gagal dia mulai dengan mengeksplorasi bagian tubuh lain seperti tangan dan leher. Setiap hari ada puluhan kombinasi  yang dia coba. Sampai akhirnya 1 bulan kemudian Alhamdulillah dia berhasil menemukan formula yang tepat untuk bermain hulahup.

Aisyah tidak hanya sekedar bermain hulahup tapi dia juga belajar untuk konsisten dan arti sebuah kata pantang menyerah.  Selain itu juga ada energi gerak, rotasi dan eksperimen yang menjadi dasar untuk belajar fisika nantinya.

Kamis, 09 Desember 2010

Laboratorium Teras

Belajar dimana saja bukan sekedar jargon bagi keluarga homeschooling seperti kami. Semua ruang bisa dijadikan kelas, termasuk teras rumah. Bahkan teras rumah bisa menjadi ruang laboratorium untuk kami. Dengan berbekal mikroskop kecil (micro lupe) kepunyaan Abi hasil dari traningnya di Jerman kami mengamati perbedaan struktur gula dengan garam. Saya memilih untuk duduk diteras agar bisa mendapatkan cahaya yang maksimal. Garam dan gulanya saya letakkan diatas kertas origami warna hitam agar lebih jelas terlihat. Disini kami sama-sama belajar karena waktu saya besekolah di sekolah dasar saya tidak punya kesempatan seperti ini :)



Posted by Picasa

Main Engklek

Tidak bersekolah bukan berarti Rafif & Aisyah tidak kenal permainan tradisional. Mereka mengenal berbagai permainan tradisional dari teman-teman didekat rumah. Terkadang saya khusus mengenalkan permainan masa kecil saya dulu kepada anak-anak agar mereka punya banyak referensi permainan. Ini salah satu cara saya agar mereka punya banyak kegiatan sehingga mengurangi jam untuk menonton televisi.

Salah satu permainan yang mereka kenal adalah engklek. Dengan engklek, mereka melatih motorik kasar, melibatkan meloncat dengan satu kaki tanpa mengenai garis. Selain itu, mereka juga berlatih melempar "gacok" agar tepat sasaran. Sayang karena lahan terbatas, mereka hanya bisa memainkannya di garasi mobil, tidak seperti zaman saya dulu :(. Ketika membuat gambar engleknya Anak-anak juga belajar menggambar aneka bentuk dengan bermain engklek, seperti persegi panjang, trapesium, lingkaran dan segi empat. Bahkan kita dapat mengajarkan abjad sambil bermain engklek dengan cara menuliskan abjad pada tiap bentuk. Setiap anak loncat diatas abjad tersebut kita bisa mengajak anak untuk menyebutkan nama abjad tersebut.

Kamis, 02 Desember 2010

Second Life

Second Life bisa dikatakan adalah sebuah dunia virtual yaknya game online. Hanya saja di SL kita tidak hanya bermain game tapi bisa bertemu dengan berbagai orang dengan berbagai latar belakang yang diwakili dengan Avatar. Diantara avatar-avatar tersebut ada yang berprofesi sebagai profesor dari berbagai bidang ilmu. Jika didunia nyata rasanya mustahil bisa bertemu dengan ahli geologi dari univeritas di Amerika tapi di Sl ini bisa saja terjadi. Dan tidak hanya sekedar bertemu tapi juga bisa berkomunikasi dengan para ahli tersebut. Bahkan diantara mereka ada yang membuka kelas-kelas yang bisa kita datangi. Di SL kita juga bisa menjelajah ke berbagai museum atau berbagai negara secara virtual sehingga kita bisa mendapatkan gambaran 3 dimensi yang sesuai dengan aslinya. Hal ini yang mendasari saya untuk mendaftar SL. Dengan SL saya merasa bahwa ilmu bisa didapatkan dari berbagai negara dan orang dengan hanya duduk didepan laptop saja. Untuk Keluarga Homeschooling seperti saya ini merupakan hal yang luar biasa. Ketika sudah masuk kedalam SL saya mengetahui ternyata kita tidak hanya bisa melihat bahkan kita bisa menciptakan berbagai benda 3 Dimensi dengan berbagai tutorial yang disediakan gratis oleh berbagai lembaga.


Sebenarnya saya sudah mendaftar SL sejak dari 3 bulan yang lalu. Tapi sambungan internet yang lambat membuat saya kesulitan dalam menjalankan aplikasi SL. Baru 4 hari ini saya bisa mulai akses Sl dengan relatif lancar menggunakan koneksi internet unlimited harian yang disediakan oleh Telkomsel. Sebelum mulai masuk ke SL saya membaca berbagai blog yang ditulis para Homeschooler mengenai SL. Berikut daftar blog yang bisa di intip untuk mengetahuo lebih lanjut mengenai SL:
- Blognya Lala Rembrandt
- Blognya Ines Ogura
- Blognya Marcel Moswood

Jika anda baru mulai masuk SL dan dilanda kebinggungan seperti yang saat ini saya alami :) saran saya datang ke New Citizens Incorporated. Disana akan banyak penjelasan awal mengenai SL. Selain itu juga bisa bertanya dengan para Avatar yang sedang bertugas atau datang ke pertemuan SLED Indonesia yang diadakan setiap Jumat malam pukul 9.00 WIB. Sedangkan jika anda langsung tertarik untuk membuat benda-benda 3 dimensi seperti DI SL silahkan datang ke Happy Hippo Building School yang menyediakan tutorial gratis untuk building 3D.

Monopoli

Anak-anak lebih senang belajar matematika melalui permainan dibandingkan dengan mengerjakan worksheet atau lembar kerja. Monopoli bisa jadi salah satu cara yang menyenangkan untuk belajar matematika. Ketika anak dalam keadaan senang pelajaran akan lebih mudah dicerna.  Monopoli mainan murah dengan banyak manfaat. Hanya dengan harga Rp. 7.500 kita bisa mendapatkan 1 set permainan monopoli yang terdiri dari papan permainan, uang, dadu, bidak, rumah, dan sejumlah kartu.

Untuk memainkannya diperlukan 2 buah dadu sehingga anak bisa belajar menjumlahkan 2 buah dadu senilai 1 - 6. Setelah itu anak harus menjalankan bidak sesuai dengan jumlah dadu pada papan permainan. Anak bisa belajar hubungan 1 - 1 yaitu aturan bahwa semua benda hanya boleh dihitung satu kali. Jadi untuk tiap dadu berlaku hanya untuk tiap petak tanah yang dilambangkan dengan nama negara. Setiap berhenti pada petak tanah mereka bisa membeli tanah atau harus membayar sewanya. Disini anak  kembali belajar matematika untuk menentukan berapa uang yang harus dibayar dan menentukan berapa jumlah uang kembali jika yang dibayarkan nilainya lebih besar. Anak bisa belajar 1 lembar 10.000 bisa ditukar dengan 10 lembar uang senilai 1000 dan sebagainya. Selain itu anak juga belajar mengestimasi untuk menentukan apakah dia lebih baik membeli tanah baru atau mendirikan rumah di tanah yang sudah tersedia agar tidak mengalami kesulitan likuiditas.


Satu permainan monopoli saya yakin mencakup beberapa topik pelajaran matematika untuk anak usia dasar dan saya yakin mereka akan belajar dengan senang hati tanpa harus dipaksa atau dibujuk. Bahkan untuk anak-anak usia TK juga bisa memainkannya dengan bantuan teman yang lebih besar ketika akan membayar sejumlah uang. Anak dengan usia lebih kecil menikmati proses mengocok dadu dan menjalankan bidak. Bahkan mereka bisa juga belajar abjad karena pada monopoli negara-negara yang ada dikelompokkan menjadi beberapa kelompok misalkan kelompok A terdiri dari Indonesia dan Malaysia, Kelompok B terdiri dari Singapore dan Hongkong dan seterusnya. Anak-anak juga akan timbul rasa percaya dirinya karena mereka bisa membeli tanah di sejumlah negara serta membangun rumah atau hotel diatasnya.

Summer Holiday

Libur telah tiba... Libur telah tiba... Hatiku gembira.... Siapa yang ga gembira kalau lagi liburan, apalagi kalau liburnya selama 11 min...