Rabu, 31 Desember 2008
Melatih Motorik Halus Dengan Memasak
Bolu Kukus kue favorit Rafif & Aisyah selain donat.
Apalagi kue bolu kukus bikinan sendiri :)
Saya memang sering mengajak anak-anak untuk ikut terlibat ketika membuat kue. Karena saya yakin ketika terlibat dalam proses pembuatan kue motorik halus anak juga akan dilatih. Otot-otot tangan anak belum berfungsi sempurna sehingga perlu dilatih. Anak memerlukan kelenturan atas otot-otot tangan untuk melakukan berbagai aktivitas seperti menulis, menggambar dan memakai baju.
Selain dilatih dengan menggunting, menempel atau meronce, sebenarnya motorik halus bisa dilatih dengan melalui kegiatan sehari-hari seperti membuat kue. Ketika membuat kue ada proses menuang, mengaduk ataupun mencampur warna. Pada awalnya anak akan sedikit kesulitan, tepung yang harusnya dituang ke mangkok bisa bececeran karena anak belum bisa menuangkannya dengan tepat sasaran. Tetapi dengan semakin sering anak melakukan berbagai aktivitas menuang, mengaduk dan sebagainya maka motorik halusnya akan terlatih, tangannya semakin lentur dan anak semakin mahir melakukan pekerjaan dengan tangannya.
Mengupas telur, memakai baju sendiri, mengelap debu juga sarana latihan yang bagus untuk motorik anak. Dan masih banyak lagi kegiatan sehari-hari dirumah yang bisa melatih anak. Selain melatih anak motorik halus memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan berbagai aktivitas akan melatih kemandirian dan rasa percaya dirinya. Dia akan merasa dirinya menjadi bagian dari pekerjaan orang dewasa.
Sabtu, 27 Desember 2008
Bagaimana Mengajarkan Anak Bahasa Inggris
Bagi homeschooler kemampuan bahasa Inggris sangat diperlukan karena 90% materi pendukung dari internet menggunakan bahasa Inggris. Dengan kemampuan bahasa Inggris juga membuat kesempatan untuk mendapatkan ijazah International terbuka lebar.
Lalu kapan dan bagaimana cara mengajarkan Bahasa Inggris bagi anak sehingga anak bisa menggunakan bahasa Inggris secara utuh ?. Menggunakan bahasa Inggris secara utuh berarti anak tidak hanya bisa mengerti apa yang dia baca dalam bahasa Inggris, tapi dia juga bisa memahami apa yang dia dengar, berbicara dan menuliskan gagasan-gagasannya dalam bahasa Inggris.
Bahasa Inggris memang sebaiknya diajarkan sejak usia dini. Alasannya, otak anak masih plastis dan lentur, sehingga proses penyerapan bahasa lebih mulus. Lagi pula daya penyerapan bahasa pada anak berfungsi secara otomatis. Walaupun demikian pengajaran hendaknya dimulai ketika anak sudah mampu berkomunikasi dengan bahasa ibunya yaitu sekitar umur 4 tahun. Karena akan terlalu berat bagi anak apabila harus memepelajari lebih dari satu bahasa pada saat bersamaan. Mempelajari dua bahasa secara bersamaan hanya akan membuat anak bingung memilih bahasa mana yang akan digunakan. Kecuali apabila komunikasi dilakukan secara intensif dengan 2 orang yang berbeda. Misalnya Ibu berbicara dengan bahasa Indonesia dan Ayah berbicara dengan bahasa Inggris secara konsisten. Tidak saling tukar menukar bahasa. Untuk info lebih lanjut silahkan lihat disini.
Pengajaran bahasa Inggris dilakukan secara bertahap. Sama halnya dengan belajar bahasa Indonesia anak tidak langsung belajar berbicara, membaca dan menulis secara bersamaan.
Sebelum bisa berbicara dalam bahasa indonesia anak harus mendengarkan terlebih dahulu bahasa Indonesia. Kalau dia tidak pernah mendengar bahasa tersebut, tidak mungkin dia dapat berbicara. Itu sebabnya biasanya anak yang tuli sejak lahir juga otomatis bisu karena dia tidak bisa mendengar sehingga tidak bisa menirukannya. Jadi pada intinya belajar bahasa apapun caranya sama.
Berikut adalah tahapan-tahapan dalam belajar Bahasa Inggris yang saya sedang terapkan:
1. Listening ( Mendengar)
Selain mendengar kita berbicara anak juga bisa belajar mendengar dengan cara dibacakan buku cerita dalam bahasa Inggris (silahkan lihat daftar perpustakaan digital yang ada disisi sebelah kanan blog ini), mendengar nyanyian sederhana seperti Nursery Rhyme ataupun dengan menonton TV dan VCD berbahasa Inggris. Tapi untuk awal pilih yang kata-katanya sedikit dan sederhana.
2. Speaking ( Berbicara )
Setelah anak sering mendengar dalam bahasa Inggris, anak bisa di didorong untuk berbicara dalam kalimat-kalimat sederhana. Saya awalnya punya kesulitan untuk mengajak anak mau berbicara dalam bahasa inggris. Sampai akhirnya saya menemukan Genki English website belajar bahasa Inggris as Second Language untuk anak-anak. Situs ini berisi berbagai percakapan sederhana yang diubah dengan menjadi lagu dengan ilustrasi yang lucu dan menarik. Sehingga anak menjadi familiar dan mau mencoba berbicara.
Sekarang saya menerapkan waktu 30 menit sehari sebagai waktu keluarga untuk berbicara dalam bahasa Inggris. Layaknya anak usia tahun baru memulai bicara, Rafif juga memulai berbicara dalam bahasa inggris hanya dengan satu kata misalkan car (mobil) ketika ingin mainan mobil-mobilannya. Sekarang dia sudah bisa berbicara dalam kalimat pendek seperti i want car.
3. Reading ( Membaca)
Ada 2 metode umum mengajarkan anak belajar membaca dalam bahasa Inggris yaitu Whole Language Approach dan Phonic.
Whole Language Approach adalah suatu metode belajar membaca dengan menjadikan bahasa sebagai satu kesatuan tidak terpisah-pisah. Belajar membacanya juga sesuai dengan konteksnya. Metode ini lebih menekankan pada arti suatu kata. Contohnya ketika melihat kata cat (kucing) anak langsung diberitahu bahwa itu bacanya "ket" dan itu artinya kucing. Biasanya anak belajar membaca dengan sistem mengingat (memorize) kata yang sudah pernah disebutkan. Kelebihan metode ini adalah anak lebih cepat bisa membaca tapi akan kesulitan ketika harus menuliskan kata yang dimaksud terutama kata-kata yang cukup panjang.
Phonic adalah suatu metode belajar membaca melalui bunyi huruf dengan cara mengejanya satu persatu misalkan saja cat (kucing) berarti dibaca Keh-e-teh menjadi "ket". Setiap kata diurai menjadi huruf-huruf. Karena belajar melalui mengeja maka anak memerlukan waktu lebih lama untuk bisa membaca. Tapi kelebihannya anak lebih mudah ketika harus menuliskan kata yang dia dengar. Apabila anda ingin mengajarkan membaca dengan metode Phonic anda bisa berkunjung ke sini.
Untuk memudahkan anak belajar membaca sebiaknya pilih buku-buku yang sesuai dengan tingkatannya. Misalkan anak yang baru mulai membaca pilih buku-buku yang hanya terdiri dari satu kata misalkan halaman pertama ada gambar buah apel dan dibawahnya ada tulisan This is Apple. Setelah itu bisa dicoba dengan kata yang lain misalkan I like banana. Anda bisa membuat sendiri buku-buku seperti itu atau mendapatkannya melalui Reading A to Z.
3. Writing ( Membaca )
Ini adalah tahapan yang paling sulit dalam belajar bahasa Inggris karena ada banyak aturan yang harus dipatuhi. Biasanya orang Indonesia pasti akan kesulitan untuk berbicara dalam bahasa Inggris. Sebenarnya bukan karena tidak bisa melainkan karena takut salah. Padahal kalaupun kita salah mengucapkan susunan beberapa kalimat ataupun salah tata bahasanya lawan bicara kita pasti akan mengerti. Tapi lain halnya dengan menulis, ketika kita melakukan banyak sekali kesalahan tata bahasa dan cara pengejaan bisa jadi orang yang membaca tulisan kita tidak mengerti apa yang kita tuliskan.
Karena ini relatif sulit, maka menurut hemat saya menulis menjadi tahapan terakhir. Jangan terburu-buru mengajarkan grammar atau menulis jika anak belum menguasai 3 tahap sebelumnya. Untuk mengajarkan Grammar sebaiknya dilakukan secara implisit melalui buku yang berisi kalimat-kalimat yang berpola sama. Misalkan saja apabila halaman pertama berisi kalimat past tense maka halaman-halaman berikutnya juga berpola past tense. Sehingga setelah beberapa kali pengulangan anak bisa mendapatkan gambaran kapan kalimat bentuk past tense itu digunakan.
Jika anak diajarkan grammar secara eksplisit yaitu melalui dengan penjelasan panjang lebar mengenai past tense lengkap dengan rumus yang harus dihapal maka anak akan kebingungan dan akhirnya malah merasa takut untuk menulis. Seperti juga ketika berbicara anak sebaiknya memulai dengan menulis satu kata, kemudian satu kalimat pendek, lalu satu kalimat panjang, terus satu paragraph dan seterusnya. Mungkin nanti tanpa anda sadari tiba-tiba anak sudah bisa menulis satu buku dalam bahasa Inggris.
Wah sepertinya ini artikel terpanjang saya :) Jika anda mempunyai pertanyaan atau tips yang ingin dibagi silahkan mengisi komentar. Saya juga masih perlu belajar banyak. Sehingga saya akan sangat berterima kasih jika ada yang memberikan pengalamannya.
Lalu kapan dan bagaimana cara mengajarkan Bahasa Inggris bagi anak sehingga anak bisa menggunakan bahasa Inggris secara utuh ?. Menggunakan bahasa Inggris secara utuh berarti anak tidak hanya bisa mengerti apa yang dia baca dalam bahasa Inggris, tapi dia juga bisa memahami apa yang dia dengar, berbicara dan menuliskan gagasan-gagasannya dalam bahasa Inggris.
Bahasa Inggris memang sebaiknya diajarkan sejak usia dini. Alasannya, otak anak masih plastis dan lentur, sehingga proses penyerapan bahasa lebih mulus. Lagi pula daya penyerapan bahasa pada anak berfungsi secara otomatis. Walaupun demikian pengajaran hendaknya dimulai ketika anak sudah mampu berkomunikasi dengan bahasa ibunya yaitu sekitar umur 4 tahun. Karena akan terlalu berat bagi anak apabila harus memepelajari lebih dari satu bahasa pada saat bersamaan. Mempelajari dua bahasa secara bersamaan hanya akan membuat anak bingung memilih bahasa mana yang akan digunakan. Kecuali apabila komunikasi dilakukan secara intensif dengan 2 orang yang berbeda. Misalnya Ibu berbicara dengan bahasa Indonesia dan Ayah berbicara dengan bahasa Inggris secara konsisten. Tidak saling tukar menukar bahasa. Untuk info lebih lanjut silahkan lihat disini.
Pengajaran bahasa Inggris dilakukan secara bertahap. Sama halnya dengan belajar bahasa Indonesia anak tidak langsung belajar berbicara, membaca dan menulis secara bersamaan.
Sebelum bisa berbicara dalam bahasa indonesia anak harus mendengarkan terlebih dahulu bahasa Indonesia. Kalau dia tidak pernah mendengar bahasa tersebut, tidak mungkin dia dapat berbicara. Itu sebabnya biasanya anak yang tuli sejak lahir juga otomatis bisu karena dia tidak bisa mendengar sehingga tidak bisa menirukannya. Jadi pada intinya belajar bahasa apapun caranya sama.
Berikut adalah tahapan-tahapan dalam belajar Bahasa Inggris yang saya sedang terapkan:
1. Listening ( Mendengar)
Selain mendengar kita berbicara anak juga bisa belajar mendengar dengan cara dibacakan buku cerita dalam bahasa Inggris (silahkan lihat daftar perpustakaan digital yang ada disisi sebelah kanan blog ini), mendengar nyanyian sederhana seperti Nursery Rhyme ataupun dengan menonton TV dan VCD berbahasa Inggris. Tapi untuk awal pilih yang kata-katanya sedikit dan sederhana.
2. Speaking ( Berbicara )
Setelah anak sering mendengar dalam bahasa Inggris, anak bisa di didorong untuk berbicara dalam kalimat-kalimat sederhana. Saya awalnya punya kesulitan untuk mengajak anak mau berbicara dalam bahasa inggris. Sampai akhirnya saya menemukan Genki English website belajar bahasa Inggris as Second Language untuk anak-anak. Situs ini berisi berbagai percakapan sederhana yang diubah dengan menjadi lagu dengan ilustrasi yang lucu dan menarik. Sehingga anak menjadi familiar dan mau mencoba berbicara.
Sekarang saya menerapkan waktu 30 menit sehari sebagai waktu keluarga untuk berbicara dalam bahasa Inggris. Layaknya anak usia tahun baru memulai bicara, Rafif juga memulai berbicara dalam bahasa inggris hanya dengan satu kata misalkan car (mobil) ketika ingin mainan mobil-mobilannya. Sekarang dia sudah bisa berbicara dalam kalimat pendek seperti i want car.
3. Reading ( Membaca)
Ada 2 metode umum mengajarkan anak belajar membaca dalam bahasa Inggris yaitu Whole Language Approach dan Phonic.
Whole Language Approach adalah suatu metode belajar membaca dengan menjadikan bahasa sebagai satu kesatuan tidak terpisah-pisah. Belajar membacanya juga sesuai dengan konteksnya. Metode ini lebih menekankan pada arti suatu kata. Contohnya ketika melihat kata cat (kucing) anak langsung diberitahu bahwa itu bacanya "ket" dan itu artinya kucing. Biasanya anak belajar membaca dengan sistem mengingat (memorize) kata yang sudah pernah disebutkan. Kelebihan metode ini adalah anak lebih cepat bisa membaca tapi akan kesulitan ketika harus menuliskan kata yang dimaksud terutama kata-kata yang cukup panjang.
Phonic adalah suatu metode belajar membaca melalui bunyi huruf dengan cara mengejanya satu persatu misalkan saja cat (kucing) berarti dibaca Keh-e-teh menjadi "ket". Setiap kata diurai menjadi huruf-huruf. Karena belajar melalui mengeja maka anak memerlukan waktu lebih lama untuk bisa membaca. Tapi kelebihannya anak lebih mudah ketika harus menuliskan kata yang dia dengar. Apabila anda ingin mengajarkan membaca dengan metode Phonic anda bisa berkunjung ke sini.
Untuk memudahkan anak belajar membaca sebiaknya pilih buku-buku yang sesuai dengan tingkatannya. Misalkan anak yang baru mulai membaca pilih buku-buku yang hanya terdiri dari satu kata misalkan halaman pertama ada gambar buah apel dan dibawahnya ada tulisan This is Apple. Setelah itu bisa dicoba dengan kata yang lain misalkan I like banana. Anda bisa membuat sendiri buku-buku seperti itu atau mendapatkannya melalui Reading A to Z.
3. Writing ( Membaca )
Ini adalah tahapan yang paling sulit dalam belajar bahasa Inggris karena ada banyak aturan yang harus dipatuhi. Biasanya orang Indonesia pasti akan kesulitan untuk berbicara dalam bahasa Inggris. Sebenarnya bukan karena tidak bisa melainkan karena takut salah. Padahal kalaupun kita salah mengucapkan susunan beberapa kalimat ataupun salah tata bahasanya lawan bicara kita pasti akan mengerti. Tapi lain halnya dengan menulis, ketika kita melakukan banyak sekali kesalahan tata bahasa dan cara pengejaan bisa jadi orang yang membaca tulisan kita tidak mengerti apa yang kita tuliskan.
Karena ini relatif sulit, maka menurut hemat saya menulis menjadi tahapan terakhir. Jangan terburu-buru mengajarkan grammar atau menulis jika anak belum menguasai 3 tahap sebelumnya. Untuk mengajarkan Grammar sebaiknya dilakukan secara implisit melalui buku yang berisi kalimat-kalimat yang berpola sama. Misalkan saja apabila halaman pertama berisi kalimat past tense maka halaman-halaman berikutnya juga berpola past tense. Sehingga setelah beberapa kali pengulangan anak bisa mendapatkan gambaran kapan kalimat bentuk past tense itu digunakan.
Jika anak diajarkan grammar secara eksplisit yaitu melalui dengan penjelasan panjang lebar mengenai past tense lengkap dengan rumus yang harus dihapal maka anak akan kebingungan dan akhirnya malah merasa takut untuk menulis. Seperti juga ketika berbicara anak sebaiknya memulai dengan menulis satu kata, kemudian satu kalimat pendek, lalu satu kalimat panjang, terus satu paragraph dan seterusnya. Mungkin nanti tanpa anda sadari tiba-tiba anak sudah bisa menulis satu buku dalam bahasa Inggris.
Wah sepertinya ini artikel terpanjang saya :) Jika anda mempunyai pertanyaan atau tips yang ingin dibagi silahkan mengisi komentar. Saya juga masih perlu belajar banyak. Sehingga saya akan sangat berterima kasih jika ada yang memberikan pengalamannya.
Jumat, 26 Desember 2008
Mendapatkan Sertifikasi atau Ijazah Homeschooling
"Dara, Rafif nggak bisa jadi caleg dong nanti kan nggak punya Ijazah"
Komentar diatas datang dari om saya yang tahu bahwa Rafif Homeschooling. Hanya saja dalam fikiran beliau dengan memilih homeschooling maka tidak bisa mendapatkan ijazah. Dan saya rasa banyak juga yang berfikir seperti itu.
Lalu sebenarnya bisa tidak anak mendapatkan ijazah dengan menjalankan homeschooling?
Jawabannya bisa. Ada 2 pilihan Ijazah yaitu dari dalam negeri atau luar negeri.
Pilihan 1 : Ijazah dari Dalam Negeri ( Paket A, B dan C)
Untuk mendapatkan Ijazah bagi peserta homeschooling dari Departemen Pendidikan Nasional peserta homeschooling harus mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK). UNPK diadakan dua kali dalam setahun yaitu di bulan Juli dan November.
Agar dapat mengikuti ujian peserta didik harus terdaftar dulu sebagai anggota Komunitas Homeschooling atau Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Pendaftaran biasanya dibuka 1 - 2 bulan sebelum ujian.
Apabila peserta lulus UNPK maka akan mendapatkan ijazah kesetaraan Paket A untuk setingkat SD, Paket B untuk Setingkat SMP dan Paket C untuk Setingkat SMA.
Ijazah Paket C bisa digunakan untuk melanjutkan kes eluruh universtias negeri di Indonesia, termasuk juga dibeberapa negara seperti Singapur, Jerman dan Malaysia.
Sedangkan untuk Paket A dan B sebaiknya ditanyakan terlebih dahulu sekolah yang akan dituju. Karena belum semua sekolah mau menerima Ijazah Paket A dan B. Biasanya yang mau menerima ijazah paket A dan B adalah SD atau SMP swasta.
Berikut Persyaratn pendaftaran UNPK melalui Komunitas Berkemas :
1. Terdaftar sebagai anggota Komunitas BERKEMAS, peraturan Diknas yang baru tidak memperkenankan pelaku HS tunggal untuk mendaftar langsung.
2. Pada saat ujian telah berumur sekurang-kurangnya 12 tahun untuk Paket A, 15 tahun untuk Paket B dan 18 tahun untuk paket C.
3. Mengirimkan langsung berkas-berkas untuk ujian, yaitu :
- Ijazah tingkat pendidikan sebelumnya yang telah berusia lebih dari 2 tahun kecuali untuk ujian Paket A.
- Akte kelahiran
- Pas foto Hitam Putih ukuran 3x4 (10 lembar) dan 2x3 (10lembar)
4. Membayar sejumlah biaya untuk mengikuti ujian pada saat melakukan pendaftaran di BERKEMAS. Biaya yang harus dibayarkan adalah :
- Biaya pendaftaran menjadi anggota Berkemas (apabila belum terdaftar sebelumnya) sebesar Rp. 200.000
- Biaya ujian yang ditetapkan oleh DIKNAS untuk tahun ini ( biaya setiap tahunnya berubah) adalah sebagai berikut : a. Ujian Paket A (SD) Rp. 100.000 Ujian Paket B (SMP) Rp.100.000 Ujian Paket C (SMA) Rp. 175.000 b. Ijazah Rp. 50.000 c. Administarasi Rp. 50.000
- Total Biaya yang harus dibayarkan untuk mengikuti ujian Paket A atau Paket B adalah Rp. 200.000 sedangkan untuk Paket C adalah sebesar Rp. 275.000 ( belum termasuk biaya pendaftaran BERKEMAS)
5. Mengikuti Syarat –syarat yang berlaku di BERKEMAS dan tidak menuntut BERKEMAS apabila ada kesalahan yang dilakukan oleh DIKNAS sehingga Peserta tidak dapat mengkuti UNPK pada waktu yang telah ditetapkan.
6. Para peserta dari luar kota bisa ikut mendaftar hanya saja harus berada di Jakarta pada saat pelaksanaan ujian dilangsungkan yang akan dilangsungkan selama 3 hari dari pukul 13.00 – 17.00 WIB
Pilihan 2 : Ijazah dari Luar negeri
Ada banyak lembaga dari luar negeri yang mengeluarkan sertifikasi untuk homeschooling seperti sebagian besar dari Amerika. Tapi yang paling menjadi topik pembahasan di Indonesia adalah Cambridge International Examination.
CIE adalah suatu lembaga bagian dari University of Cambridge yang mengeluarkan sertifikasi kualifikasi anak internasional yang diakui di manca negara.
Berbeda dengan UNPK yang terdiri dari 3 level A, B dan C. Ujian Cambridge terdiri dari 4 level yaitu Primary (5-11 tahun), Lower Secondary (11-14 tahun), Middle Secondary (14-16 tahun), dan Upper Secondary (16-18 tahun).
Yang menarik adalah kita tidak harus mengikuti semua jenjang ujian tersebut. Tidak seperti sistem pendidikan nasional dimana kita harus lulus SD dulu untuk bisa melanjutkan ke SMP. Di Cambridge kita bisa langsung mengikuti ujian tingkat Middle Secondary misalnya walaupun sebelumnya kita tidak mengikuti ujian di tingkat Primary atau Lower Secondary.
Untuk mengikuti ujian kita harus mendaftar ke Exam Centre, hanya saja untuk Indonesia Exam Centrenya sudah ditutup sehingga kita harus mendaftar melalui sekolah-sekolah internasional yang menjadi Exam centre atau mengikuti ujian dari Singapura atau Malaysia.
Komentar diatas datang dari om saya yang tahu bahwa Rafif Homeschooling. Hanya saja dalam fikiran beliau dengan memilih homeschooling maka tidak bisa mendapatkan ijazah. Dan saya rasa banyak juga yang berfikir seperti itu.
Lalu sebenarnya bisa tidak anak mendapatkan ijazah dengan menjalankan homeschooling?
Jawabannya bisa. Ada 2 pilihan Ijazah yaitu dari dalam negeri atau luar negeri.
Pilihan 1 : Ijazah dari Dalam Negeri ( Paket A, B dan C)
Untuk mendapatkan Ijazah bagi peserta homeschooling dari Departemen Pendidikan Nasional peserta homeschooling harus mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK). UNPK diadakan dua kali dalam setahun yaitu di bulan Juli dan November.
Agar dapat mengikuti ujian peserta didik harus terdaftar dulu sebagai anggota Komunitas Homeschooling atau Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Pendaftaran biasanya dibuka 1 - 2 bulan sebelum ujian.
Apabila peserta lulus UNPK maka akan mendapatkan ijazah kesetaraan Paket A untuk setingkat SD, Paket B untuk Setingkat SMP dan Paket C untuk Setingkat SMA.
Ijazah Paket C bisa digunakan untuk melanjutkan kes eluruh universtias negeri di Indonesia, termasuk juga dibeberapa negara seperti Singapur, Jerman dan Malaysia.
Sedangkan untuk Paket A dan B sebaiknya ditanyakan terlebih dahulu sekolah yang akan dituju. Karena belum semua sekolah mau menerima Ijazah Paket A dan B. Biasanya yang mau menerima ijazah paket A dan B adalah SD atau SMP swasta.
Berikut Persyaratn pendaftaran UNPK melalui Komunitas Berkemas :
1. Terdaftar sebagai anggota Komunitas BERKEMAS, peraturan Diknas yang baru tidak memperkenankan pelaku HS tunggal untuk mendaftar langsung.
2. Pada saat ujian telah berumur sekurang-kurangnya 12 tahun untuk Paket A, 15 tahun untuk Paket B dan 18 tahun untuk paket C.
3. Mengirimkan langsung berkas-berkas untuk ujian, yaitu :
- Ijazah tingkat pendidikan sebelumnya yang telah berusia lebih dari 2 tahun kecuali untuk ujian Paket A.
- Akte kelahiran
- Pas foto Hitam Putih ukuran 3x4 (10 lembar) dan 2x3 (10lembar)
4. Membayar sejumlah biaya untuk mengikuti ujian pada saat melakukan pendaftaran di BERKEMAS. Biaya yang harus dibayarkan adalah :
- Biaya pendaftaran menjadi anggota Berkemas (apabila belum terdaftar sebelumnya) sebesar Rp. 200.000
- Biaya ujian yang ditetapkan oleh DIKNAS untuk tahun ini ( biaya setiap tahunnya berubah) adalah sebagai berikut : a. Ujian Paket A (SD) Rp. 100.000 Ujian Paket B (SMP) Rp.100.000 Ujian Paket C (SMA) Rp. 175.000 b. Ijazah Rp. 50.000 c. Administarasi Rp. 50.000
- Total Biaya yang harus dibayarkan untuk mengikuti ujian Paket A atau Paket B adalah Rp. 200.000 sedangkan untuk Paket C adalah sebesar Rp. 275.000 ( belum termasuk biaya pendaftaran BERKEMAS)
5. Mengikuti Syarat –syarat yang berlaku di BERKEMAS dan tidak menuntut BERKEMAS apabila ada kesalahan yang dilakukan oleh DIKNAS sehingga Peserta tidak dapat mengkuti UNPK pada waktu yang telah ditetapkan.
6. Para peserta dari luar kota bisa ikut mendaftar hanya saja harus berada di Jakarta pada saat pelaksanaan ujian dilangsungkan yang akan dilangsungkan selama 3 hari dari pukul 13.00 – 17.00 WIB
Pilihan 2 : Ijazah dari Luar negeri
Ada banyak lembaga dari luar negeri yang mengeluarkan sertifikasi untuk homeschooling seperti sebagian besar dari Amerika. Tapi yang paling menjadi topik pembahasan di Indonesia adalah Cambridge International Examination.
CIE adalah suatu lembaga bagian dari University of Cambridge yang mengeluarkan sertifikasi kualifikasi anak internasional yang diakui di manca negara.
Berbeda dengan UNPK yang terdiri dari 3 level A, B dan C. Ujian Cambridge terdiri dari 4 level yaitu Primary (5-11 tahun), Lower Secondary (11-14 tahun), Middle Secondary (14-16 tahun), dan Upper Secondary (16-18 tahun).
Yang menarik adalah kita tidak harus mengikuti semua jenjang ujian tersebut. Tidak seperti sistem pendidikan nasional dimana kita harus lulus SD dulu untuk bisa melanjutkan ke SMP. Di Cambridge kita bisa langsung mengikuti ujian tingkat Middle Secondary misalnya walaupun sebelumnya kita tidak mengikuti ujian di tingkat Primary atau Lower Secondary.
Untuk mengikuti ujian kita harus mendaftar ke Exam Centre, hanya saja untuk Indonesia Exam Centrenya sudah ditutup sehingga kita harus mendaftar melalui sekolah-sekolah internasional yang menjadi Exam centre atau mengikuti ujian dari Singapura atau Malaysia.
Rabu, 24 Desember 2008
Melukis Dengan Air
Melukis tidak harus selalu dilakukan dengan kuas dan cat. Anak bisa juga mencoba melukis dengan semprotan yang diisi air. Wah dia pasti senang sekali bisa bebas melukis dibidang yang luas sambil main air. Untuk botol semprotannya kita bisa menggunakan wadah bekas 'Kispray'. Agar lebih menarik kita bisa membuat air dalam botol semprotan berwarna dengan cara menambahkan pewarna makanan kedalamnya. Hasil lukisannya bisa difoto untuk disimpan.
Tulisan lain yang relevan dengan posting ini:
Membuat Cat Air Sendiri
Membuat Panggung Boneka
Panggung Boneka(Puppet Theatre) bisa dibuat dari bahan-bahan yang sederhana. Contohnya seperti foto diatas. Panggung Boneka yang dibuat oleh Pak Dani untuk acara Homeschooling Expo Komunitas Berkemas ini terbuat dari beberapa pipa paralon yang disambungkan hingga berbentuk seperti jemuran handuk. Kemudian dibagian bawahnya ditutup dengan kain berwarna hijau. Sedangkan bagian atas ditutup dengan kain berwarna krem yang bisa dibuka tutup sambil ditarik sehingga layaknya tirai pada panggung pertunjukkan.
Karton putih yang sudah digambar dengan krayon ditempelkan pada paralon bagian atas. Fungsinya adalah sebagai background pendukung jalannya cerita. Sedangkan untuk bonekanya bisa kita buat dengan menggunakan kaos kaki bekas yang diberikan mata boneka serta beberapa asesori lainnya seperti pita.
Selasa, 23 Desember 2008
Fokus Pada Kebaikan Anak Anda
" Duh tau nggak anakku paling nggak PD orangnya, kalau disuruh kenalan pasti malu"
" Iya, anakku juga kalau giliran nyanyi kedepan pasti langsung mau nangis."
"Wah, kalo anakku lain lagi dia malah kadang terlalu berani orangnya"
Itu kata-kata yang sering saya dengar ataupun bahkan saya sendiri malah sering yang sering mengucapkan ketika bertemu dengan ibu-ibu lain. Ada saja kelemahan anak yang diumbar ketika bertemu ibu-ibu lain. Bahkan tak jarang diucapkan tepat didepan sang anak. Sebenarnya saya mengeluarkan statement seperti itu hanya karena ingin curhat sama teman, sambil mencari solusi atas masalah anak saya tersebut.
Hanya saja terlalu sering dibicarakan masalah tersebut ternyata malah semakin melekat ke anak. Loh kenapa begitu yah?
Sebagian orang tua (termasuk saya :p) terlalu sering memikirkan berbagai hal yang kurang pada diri anak. Mereka terlalu fokus pada beberapa kelemahan kecil dan melupakan kebaikan pada anak yang jumlahnya lebih banyak. Sehingga akhirnya masalah kecil tersebut malah menjadi besar dan kebaikan-kebaikan anak menjadi tertutup oleh masalah itu. Secara tidak langsung mereka sering memberikan cap jelek pada anak. Anakpun setelah beberapa kali mendengar komentar negatif dari orangtuanya, akan memandang dirinya negatif.
Lalu bagaimana caranya menghapus stigma negatif yang telah ada? Caranya adalah dengan fokus pada kebaikan anak. Ini saya pelajari melalui dua seminar yaitu di Cikeas dan Seminar Anak Soleh, Pintar dan Kaya. Novian Triwidia Jaya menyampaikan trik yang bisa orang tua pakai untuk lebih fokus pada kebaikan anak. Dengan cara menuliskan 10 kebaikan anak dalam waktu 10 menit. Jika tidak dapat kita lakukan maka kita bisa mencobanya setiap hari dengan cara minimal menulis 2 kebaikan anak setiap harinya.
Kebaikan yang kita tulis juga hendaknya mengungkapkan detil bukan gambaran umum seperti anak hebat, anak soleh dan sebagainya.
Ini contoh beberapa kebaikan Rafif yang saya tulis :
- Rafif mau menolong adiknya naik kemobil dan kemudian membantu menutup pintunya.
- Rafif senang membaca buku
- Rafif sudah pintar menggambar mobil
- Rafif mau berbagi makanan dengan teman atau adiknya
- Rafif sudah bisa membatasi bermain game
dan daftar ini akan terus bertambah panjang setiap harinya. Biarkan anak melihat atau mendengar berbagai kebaikan tersebut sehingga akan membuat dia percaya diri serta memandang positif dirinya
Setiap orang punya kelemahan termasuk anak saya, dan saya tidak ingin lagi membuat anak tertekan dengan kelemahannya. Insya Allah dengan fokus pada kelebihan atau kebaikkannya maka kelemahannya akan tidak berarti lagi
" Iya, anakku juga kalau giliran nyanyi kedepan pasti langsung mau nangis."
"Wah, kalo anakku lain lagi dia malah kadang terlalu berani orangnya"
Itu kata-kata yang sering saya dengar ataupun bahkan saya sendiri malah sering yang sering mengucapkan ketika bertemu dengan ibu-ibu lain. Ada saja kelemahan anak yang diumbar ketika bertemu ibu-ibu lain. Bahkan tak jarang diucapkan tepat didepan sang anak. Sebenarnya saya mengeluarkan statement seperti itu hanya karena ingin curhat sama teman, sambil mencari solusi atas masalah anak saya tersebut.
Hanya saja terlalu sering dibicarakan masalah tersebut ternyata malah semakin melekat ke anak. Loh kenapa begitu yah?
Sebagian orang tua (termasuk saya :p) terlalu sering memikirkan berbagai hal yang kurang pada diri anak. Mereka terlalu fokus pada beberapa kelemahan kecil dan melupakan kebaikan pada anak yang jumlahnya lebih banyak. Sehingga akhirnya masalah kecil tersebut malah menjadi besar dan kebaikan-kebaikan anak menjadi tertutup oleh masalah itu. Secara tidak langsung mereka sering memberikan cap jelek pada anak. Anakpun setelah beberapa kali mendengar komentar negatif dari orangtuanya, akan memandang dirinya negatif.
Lalu bagaimana caranya menghapus stigma negatif yang telah ada? Caranya adalah dengan fokus pada kebaikan anak. Ini saya pelajari melalui dua seminar yaitu di Cikeas dan Seminar Anak Soleh, Pintar dan Kaya. Novian Triwidia Jaya menyampaikan trik yang bisa orang tua pakai untuk lebih fokus pada kebaikan anak. Dengan cara menuliskan 10 kebaikan anak dalam waktu 10 menit. Jika tidak dapat kita lakukan maka kita bisa mencobanya setiap hari dengan cara minimal menulis 2 kebaikan anak setiap harinya.
Kebaikan yang kita tulis juga hendaknya mengungkapkan detil bukan gambaran umum seperti anak hebat, anak soleh dan sebagainya.
Ini contoh beberapa kebaikan Rafif yang saya tulis :
- Rafif mau menolong adiknya naik kemobil dan kemudian membantu menutup pintunya.
- Rafif senang membaca buku
- Rafif sudah pintar menggambar mobil
- Rafif mau berbagi makanan dengan teman atau adiknya
- Rafif sudah bisa membatasi bermain game
dan daftar ini akan terus bertambah panjang setiap harinya. Biarkan anak melihat atau mendengar berbagai kebaikan tersebut sehingga akan membuat dia percaya diri serta memandang positif dirinya
Setiap orang punya kelemahan termasuk anak saya, dan saya tidak ingin lagi membuat anak tertekan dengan kelemahannya. Insya Allah dengan fokus pada kelebihan atau kebaikkannya maka kelemahannya akan tidak berarti lagi
Jumat, 19 Desember 2008
Lomba 17-an Komunitas Homeschooling Berkemas
Menjadi homeschooler bukan berarti melupakan hari-hari bersejarah Indonesia. Termasuk Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Berbagai kegiatan memperingati hari kemerdekaan kami lakukan termasuk diantaranya berbagai perlombaan ketangkasan.
Langganan:
Postingan (Atom)
Summer Holiday
Libur telah tiba... Libur telah tiba... Hatiku gembira.... Siapa yang ga gembira kalau lagi liburan, apalagi kalau liburnya selama 11 min...
-
Untuk pelajaran geografi kami menggunakan Atlas Bergambar Pertamaku terbitan Airlangga. Rafif senang bermain dengan mobil atau kapal kerta...
-
Berdasarkan list topik matematik a yang akan dipelajari anak, maka Rafif mulai dengan belajar Number Bond atau Ikatan Bilangan. Number Bond ...
-
Panggung Boneka(Puppet Theatre) bisa dibuat dari bahan-bahan yang sederhana. Contohnya seperti foto diatas. Panggung Boneka yang dibuat ol...



