Terinspirasi oleh kegiatan klub oase, saya mengajak anak-anak membuat boneka jari atau finger puppet dari kain flannel. Bonekanya sederhana saja, tidak menggunakan template khusus. Desainnya anak-anak sendiri yang buat kecuali untuk sayap kupu-kupu Aisyah, saya yang membuatkan. Saya memilih tidak menggunakan template tertentu karena saya ingin anak-anak berkreasi sendiri. Jika ingin membuat menggunakan template sehingga hasilnya bisa lebih rapi bisa di klik disini.
Berhubung ga punya panggung boneka akhirnya kotak mainan Rafif dibuka belakangnya dan di berdayakan jadi panggung boneka. Lumayan hasilnya karena depannya dilapisi plastik jadi seperti TV walaupun bolak-balik jatuh tapi anak-anak fun. Aktivitas seru, murah dan menyenangkan di hari hujan. Jadi kepengen punya panggung boneka beneran nih. Mudah-mudahan bisa jadi proyek berikutnya.
Tampilkan postingan dengan label mainan flannel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mainan flannel. Tampilkan semua postingan
Kamis, 31 Maret 2011
Surat Flannel
Salah satu cara untuk menstimulasi anak-anak menulis adalah dengan surat-suratan. Dijamin anak-anak pasti lebih bersemangat menulis jika dibandingkan harus menulis di worksheet atau lembar kerja. Karena melalui surat mereka merasa layaknya sedang bermain saja bukan belajar. Apalagi jika kita buatkan mereka amplop dari kain flannel untuk tempat surat mereka sebelum diantarkan ke penerimanya. Di amplopnya bisa juga di tempel dengan potongan kain yang sudah di sulam nama sang penerima. Ide ini saya dapatkan dari salah satu website homeschooler luar negeri. Tapi saya saya lupa alamat webnya tdak disimpan. Di search di Google juga belum ketemu. Kalo ada pembaca blog ini yang tahu tolong tinggalkan pesan di komen yah !
Aisyah lagi sibuk gambar buat dikirim ke abi. Hmmm kayanya harus bikin amplop yang lebih besar biar kertasnya ga perlu dilipat terlalu kecil. Di web yang saya lihat itu bahkan suratnya juga terbuat dari potongan kain flannel yang disulam kata-kata seperti i love u atau i miss u.
Sabtu, 24 Januari 2009
Boneka Tangan Flannel
Boneka tangan tidak harus dibeli. Kita bisa membuatnya dengan mudah. Kain flannel salah satu bahan yang bisa kita gunakan untuk membuat boneka tangan. Untuk polanya bisa didapat dengan cara menjiplak dari tangan agar sesuai dengan besar tangan anak atau bisa didownload disini.
Untuk menyatukan kedua lembar flannel tersebut bisa dilakukan dengan cara menjahit atau dilem. Saya menggunakan lem UHU agar anak-anak bisa mengerjakan sendiri. Setelah kedua kain disatukan, boneka tersebut bisa kita hias dengan berbagai bahan seperti manik-manik, mata boneka, kancing ataupun bahan lain sesuai dengan keinginan.
Boneka penguin warna hitam hasil kreasi saya sedang kan boneka satunya yang berwarna kuning hasil bikinan Rafif.
Selasa, 16 Desember 2008
Membuat Kota 1
Rafif seminggu ini lagi sibuk dengan permainan kotanya. Dia membuat berbagai versi kota untuk dimainkan dengan mobil-mobilannya. Ini versi pertama dari kotanya. Kain flannel berwarna kuning yang lebar dibentangkan diatas mejanya. Kain flannel berwarna abu-abu digunting kecil-kecil untuk jadi jalannya.
Karena dari kain flannel yang bisa melekat satu sama lain sehingga jalannya tidak mudah bergeser ketika dilalui oleh mobil-mobilannya. Untuk gedung dan tokonya diambil dari gambar di ebook yang kemudian di print. Agar tidak mudah bergeser juga saya tempelkan potongan kecil amplas dengan double tape dibelakang kertas tersebut.
Jadilah mainan flannel part 2. Melalui kegiatan bermain ini juga Rafif bisa belajar tentang peta sederhana.
Kamis, 27 November 2008
Mainan Flannel
Media belajar anak bisa kita buat sendiri dengan mudah dan relatif murah. Bahannya bisa dari kardus bekas ataupun dari kain flannel. Salah satu karakterisitik dari kain flannel adalah bisa menempel satu sama lain. Sehingga semua bentuk yang kita buat bisa kita tempel dan kemudian dicopot kembali dengan mudah di sebuah papan atau karton yang sudah kita lapisi dengan kain flanel lain.
Saya mempunyai banyak koleksi mainan dari kain flannel tiga diantaranya seperti yang tampak pada foto. Untuk polanya bisa didapatkan dari internet ataupun buku bekas mewarnai. Mainan flannel pohon apel bisa digunakan untuk belajar menghitung, penambahan ataupun pengurangan dengan mencopot atau menempelkan buah apel di pohonnya.
Anak juga bisa lebih mengenal tugas dari pemadam kebakaran serta alat-alat yang diperlukan dengan mainan flannel pemadam kebakaran, sebagai referensi lanjutan bisa membaca salah satu buku di Lookybook ini
Mau pura-pura julan eskrim juga bisa. Ada berbagai macam rasa eskrim beserta topingnya yang bisa dipadu padankan sendiri. Selain itu kita juga bisa mengajak anak bermain memory game dengan cara menyusun beberapa jenis eskrim diatas conenya. Kemudian susunan itu di bongkar dan anak diajak untuk menyususn kemabali dengan sama persis seperti sebelumnya. Ini akan membuat anak berlatih untuk mengingat urutan tertentu.
Mainan flannel ini juga sangat membantu anak meningkatkan kemampuan bahasanya karena anak bisa menciptakan berbagai cerita dari berbagai pola mainan flannel. Jika anda tertarik bisa mencoba membuat sendiri dirumah, Insya Allah anak pasti akan senang bermain bongkar pasang flannel ini.
Jika kesulitan mendapat flannel atau tidak punya waktu untuk membuat sendiri mainan flannel bisa menghubungi saya dengan meninggalkan komentar di blog ini atau email ke umirafif@yahoo.com.sg. Selain gambar diatas saya juga punya koleksi binatang peternakan, pizza, rumah dan kendaraan.
Langganan:
Postingan (Atom)
Summer Holiday
Libur telah tiba... Libur telah tiba... Hatiku gembira.... Siapa yang ga gembira kalau lagi liburan, apalagi kalau liburnya selama 11 min...
-
Untuk pelajaran geografi kami menggunakan Atlas Bergambar Pertamaku terbitan Airlangga. Rafif senang bermain dengan mobil atau kapal kerta...
-
Berdasarkan list topik matematik a yang akan dipelajari anak, maka Rafif mulai dengan belajar Number Bond atau Ikatan Bilangan. Number Bond ...
-
Seorang teman pernah bertanya kepada saya. Apakah saya pernah bosan menjadi Full Time Mother. Jawaban adalah saya pernah bosan, bahkan bosan...



