Tampilkan postingan dengan label Art n Craft. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Art n Craft. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Oktober 2011

Belajar Sains Tematik: Tumbuhan


Jika sebelumnya kami belajar sain secara acak hanya mengikuti bab-bab yang ada dibuku sains ditambah membuat sains eksperimen sesekali. Bulan lau saya merubah pola kami belajar secara acak menjadi belajar tematik dimana kami akan memilih satu topik tertentu dan mempelajari topik tersebut secara mendalam. Jika merasa sudah cukup baru saya ajak anak untuk memperlajari topik lain. 

Untuk topik pertama saya memilih tentang Tanaman atau Plant. Alasan utamnya karena saya punya bahan belajar tematik untuk tanaman dari website Sains A to Z. Bahan ini sangat membantu saya yang masih belum terbiasa belajar secara tematik. Dari kit yang disediakan oleh Sains A to Z saya mendapatkan:
   - 3 buah buku mengenai tanaman baik fiksi maupun non fiksi, beberapa bahan bacaan lain berupa lembaran kertas
   - 3 buah percobaan sains mengenai menanam, mengamati daun, dan mengamati biji.
   -  Lembar kerja 
   -  Kegiatan bermain peran menjadi pohon dari mulai biji sampai ditebang.
   -  Kartu-kartu berisi kosa kata baru
   -  Penjelasan mengenai pekerjaan apa yang berhubungan dengan tanaman.
   -  Quiz

Selain dari Sains  A to Z saya juga banyak mendapatkan bahan dari situs Lesson Pathways . Situs ini merangkum berbagai website yang yang mencakup topik yang ingin kita pelajari, dari mulai bahan bacaan, kegiatan, sampai video. Jadi kita tidak usah bingung mencari-cari di google krn semua sudah terangkum di website ini. Dan yang lebih asyik lagi website ini bisa diakses secara cuma.-cuma.


Kegiatan pertama kami mulai dengan menanam tanaman dari biji yang ada didapur seperti tomat, bawang, jeruk nipis dan jahe. Wih langsung semangat karena bisa main tanah dan air :) Sambil menanam saya juga jelaskanbahwa Allah yang membuat semua tanaman ini bisa hidup melalui sinar matahari, air , tanah dan udara yang semua ciptaan Allah . Tidak ada manusia yang bisa membuatnya. Bahkan jikapun manusia sudah menyediakan semua yang dibutuhkan tanaman jika Allah tidak menghendaki tanaman hidup maka tanaman itu tidak hidup. 

Setelah selesai menanam Mereka menyiram tanaman dengan otol penyiram tanaman otomatis yang idenya saya peroleh hasil menonton berbagai eksperimen Steven Spangler di Youtube. Cara membuatnya gampang sekali. masukkan air kedalam botol bekas minuman sampai penuh kemudian tutup rapat-rapat. Setelah ditutup dibuat lubang-lubang kecil di bagian samping bawah botol. Untuk memancarkan air tinggal dibuka saja tutup botolnya langsung air akan keluar. Jika tutup botol tidak dibuka maka air tidak akan memancar keluar.

Meniram dengan alat penyiram otomatis dari botol


Menempelkan label tanaman yang dibuat

Selesai menanam dan main air , kegiatan berikutnya dilanjutkan dengan observasi daun. Rafif dan Aisyah mengumpulkan 4 jenis daun yang berbeda kemudian membuat arsiran dari daun. Setelah itu saya minta mereka membuat karya seni dari daun tersebut. Rafif memilih membuat bunga dari potongan daun yang diarsir sedangkan Aisyah membuat gambar. 

Mengarsir daun

Daun yang sudah diarsir


Gambar Aisyah


Puzzle bunga dari daun Rafif
 Kegiatan selanjutnya saya aja anak untuk mengamati daun-daun yang sudah dipilih dengan mencium, meraba, mendengar bunyi yang ditimbulkan daun, elihat aneka bentuk-bentuk daun. Kemudian kami berdiskusi mengenai persamaan dan perbedaan dari daun-daun tersebut. Perbedaannya bentuk, ukuran, bau dll. Persamaan tipis, fungsi untuk memasak makanan, menempel di batang dll.

Pelajaran masih berlanjut. Heran juga saya biasanya anak-anak setelah belajar 1 jam pasti bosan kali ini mereka tetap bersemangat. Kami membaca buku-buku yang disediakan oleh Sains A to Z. Untuk mengetahui pemahaman anak saya minta Rafif menjelaskan kembali isi buku yang sudah dibaca kepada Abi.

 
Menjelaskan isi buku

Sampai seminggu kemudian kami masih belajar tentang tanaman dengan membuat lapbook.  Kami memasukkan semua materi kedalam lapbook sehingga mudah didapatkan ketika ingin mempelajari lagi. Bahan lapbooknya selain dari Lesson A to Z saya juga mendapatkan dari hasil ggogling dengan kata kunci plant lapbook. Saya akan menuliskan posting lain mengenai lapbook tanaman kami.

Selain lapbook kami juga menonton video, bermain game dan membaca berbagai artikel menarik mengenai tanaman dari situs yang terdapat di Lesson Pathways. Semua membuat Rafif dan Aisyah mendapatkan pemhaman mendalam mengenai tanaman tidak hanya dari tulisan dibuku mereka mengalaminya langsung, melihat filmnya dan bermain game kegiatan favorite anak-anak diseluruh dunia. Saya akan melanjutkan cara belajar tematik kami karena anak mendapatkan gambaran utuh mengenai suatu tema, belajar tidak hanya sains tapi melibatkan membaca, menulis, matematika, seni, ekonomi dan yang penting lagi mereka lebih mengenal Allah SWT melalui hasil ciptaannya yaitu tanaman. Saat ini kami sudah menyelesaikan tema tanaman kami dan beralih ke tema luar angkasa pilihan Rafif. Tunggu postingan berikutnya mengenai luar Angkasa :)

Minggu, 14 Agustus 2011

Tantangan 30 hari Klub Oase # 6

Hari ini saya membuat cap untuk Anak-anak. Bahannya sederhana saja dari tutup botol selai bekas dan busa yang digunting bentuk bulan sabit dan bintang. Lem busa menggunakan lem uhu, tunggu mengering dan  cap siap untuk digunakan. Tutup botol digunakan agar anak mudah memegang capnya. Jadi untuk membuat cap bisa menggunakan busa yang biasa dijual dalam bentuk lembaran aneka warna. Tidak harus selalu menggunakan sayuran seperti kentang dan wortel. Sayang jika harus menggunakan sayuran yang bisa dimakan.


Hasilnya seperti tampak pada gambar diatas. Cap ini bisa digunakan untuk membuat hiasan pada kartu lebaran. Bila busanya tipis tumpuk menjadi beberapa lembar agar catnya tidak mengotori tutup botolnya.


Sore harinya anak-anak termasuk Afkar bersepeda seperti biasanya dengan Abi. Ini selalu menjadi kegiatan yang ditunggu-tunggu. Jika sudah melihat Abi mengambil sepeda Afkar segera berlari sambil membuka sendalnya cepat-cepat. Karena dia tidak suka duduk dikursi sepedanya dengan menggunakan sendal. Rafif dan Aisyah juga segera mengambil sepeda masing-masing. Termasuk anak-anak tetangga. Mereka bersemangat karena jika bersama Abi mereka bisa bersepeda lebih jauh daripada ketika mereka bersepeda tanpa keikutsertaan orang dewasa. Kegiatan ini yang saya jadikan kolase untuk Tantangan 30 Hari Klub Oase.

Pulang bersepeda masing-masing anak saya beri kapur dan mereka bebas menggambar digarasi rumah. Semua anak senang karena mereka bisa menggambar dengan ukuran yang sangat besar. Tidak seperti gambar dikertas yang ukurannya terbatas. Ternyata memberikan hiburan untuk anak-anak tidak harus mahal. Cukup dengan sebatang kapur mereka berimajinasi layak Rudy di film Chalk Zone.

 

Rabu, 03 Agustus 2011

Tantangan 30 hari Klub Oase #2

Hari ini Rafif memulai kegiatan Pendidikan Ramadhan di Mesjid Raya Baiturahman Lhokseumawe. Dia bersemangat sekali ikut kegiatan ini karena dia melihat di daftar acara ada kegiatan Fun Games. Dalam benaknya itu adalah bermain game komputer :) Pulangnya  dia langsung laporan , " Umi ternyata fun game itu bukan main komputer tapi main percobaan dengan air !". hehehehe ada yang kecele rupanya tapi Alhamdulilllah tidak terlalu kecewa karena katanya enak juga main air pakai saringan. Selain Fun game disana mereka juga belajar membaca dan menulis huruf-huruf di buku Iqra. Insya Allah kegiatan ini diadakan selama 30 hari di bulan Ramadhan dari pukul 8 - 11 pagi.




Karena Aisyah menolak untuk ikutan Pendidikan Ramadhan saya mengajaknya membuat Penanda Ramadhan. Idenya didapat dari A Muslim Child Is Born. Bahan yang dibutuhkan adalah 1 batang alat tulis, pita, spidol permanen, penjepit baju, penjepit kertas dan kertas origami untuk membuat gambar bulannya.



Hasilnya seperti yang ada dibawah ini. Sayang karena pitanya berwarna perak dan memantulkan cahaya membuat angka-angkanya tidak terlihat ketika difoto. Dengan adanya penanda ini selain belajar bilangan Aisyah juga belajar urutan pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Sekarang juga saya tidak repot lagi menjelaskan setiap ada yang bertaya "Mi, lebaran berapa lama lagi ?". Mereka tinggal lihat bulan yang ada dijepitan jemurannya. Semakin kebawah artinya lebaran semakin dekat.



Selasa, 02 Agustus 2011

Tantangan 30 Hari Klub Oase

Selama bulan Ramadhan Klub Oase menantang para orang tua untuk mendokumentasikan kegiatan anak dan menguploadnya di Facebook. Setiap orangtua akan berhasil menjadi pemenang jika berhasil sharing foto kegiatan anak salama 30 hari. Keterangan lebih detil silahkan klik disini.




Saya langsung bersemangat ikut tantangan ini. sudah beberapa bulan saya kembali lagi vakum nulis di blog. Bukan karena anak-anak berhenti homeschooling, atau sayanya yang super sibuk. Malas alasan sebenarnya. Padahal banyak kegiatan anak-anak yang bisa disharing disini. Tantangan Klub Oase sekaligus menjadi motivasi saya untuk menjaga blog ini untuk di update secara kontinyu. Selama 30 hari dibulan Ramadhan saya tidak hanya mengupload kegiatan anak-anak via Facebook tapi juga akan menuliskannya di blog. Ramadhan tidak berarti lemas dan tidur-tiduran tapi Ramadhan harus produktif.


Kegiatan hari 1 dimulai dengan membuat gambar pohon diatas karton putih dengan krayon. Setelah itu Rafif mencari daun-daun dihalaman. Daun-daun tersebut diletakan dibalik kertas putih lalu kertas tersebut diarsir tepat diatas daun sehingga muncul pola daun di atas kertas. kemudian daun kertas tersebut di gunting dan ditempel dibatang pohon. Pada setiap lembar daun tersebut Rafif bisa menuliskan perbuatan baik apa yang dialakukan selama bulan Ramdhan. Saya menamakan pohon tersebut Pohon Kebaikan Ramadhan.


Di Aceh sekolah libur selama bulan Ramadhan, jadi teman-teman Rafif datang ke rumah untuk bermain. Lalu saya berinisiatif untuk mengajak mereka bermain sambil belajar. Saya memberikan gambar berbagai macam bentuk geometri, lalu saya minta mereka untuk mengelompokkannya berdasarkan jumlah sudut yang dimiliki.


Setelah mereka berhasil mengelompokkan semua gambar dengan benar, lalu saya minta lagi mereka untuk memilih gambar salah satu bentuk geometri secara acak, dan meminta mereka untuk membuat gambar dengan sudut yang sama, tapi bentuk yang berbeda. Hasilnya, seperti gambar di bawah ini. Gambar yang aslinya (warna hitam) mempunyai dua sudut, kemudian mereka gambar bentuk lain, tetap dengan dua sudut tapi dengan bentuk yang berbeda (warna merah).

Kamis, 31 Maret 2011

Finger Puppet

Terinspirasi oleh kegiatan klub oase, saya mengajak anak-anak membuat boneka jari atau finger puppet dari kain flannel. Bonekanya sederhana saja, tidak menggunakan template khusus. Desainnya anak-anak sendiri yang buat kecuali untuk sayap kupu-kupu Aisyah, saya yang membuatkan. Saya memilih tidak menggunakan template tertentu karena saya ingin anak-anak berkreasi sendiri. Jika ingin membuat menggunakan template sehingga hasilnya bisa lebih rapi bisa di klik disini.


  
Berhubung ga punya panggung boneka akhirnya kotak mainan Rafif  dibuka belakangnya dan di berdayakan jadi panggung boneka.  Lumayan hasilnya karena depannya dilapisi plastik jadi seperti TV  walaupun bolak-balik jatuh tapi anak-anak fun. Aktivitas seru, murah dan menyenangkan di hari hujan. Jadi kepengen punya panggung boneka beneran nih. Mudah-mudahan bisa jadi proyek berikutnya.



Surat Flannel


Salah satu cara untuk menstimulasi anak-anak menulis adalah dengan surat-suratan. Dijamin anak-anak pasti lebih bersemangat menulis jika dibandingkan harus menulis di worksheet atau lembar kerja. Karena melalui surat mereka merasa layaknya sedang bermain saja bukan belajar. Apalagi jika kita buatkan mereka amplop dari kain flannel untuk tempat surat mereka sebelum diantarkan ke penerimanya. Di amplopnya bisa juga di tempel dengan potongan kain yang sudah di sulam nama sang penerima. Ide ini saya dapatkan dari salah satu website homeschooler luar negeri. Tapi saya saya lupa alamat webnya tdak disimpan. Di search di Google juga belum ketemu. Kalo ada pembaca blog ini yang tahu tolong tinggalkan pesan di komen yah !


Aisyah lagi sibuk gambar buat dikirim ke abi. Hmmm kayanya harus bikin amplop yang lebih besar biar kertasnya ga perlu dilipat terlalu kecil. Di web yang saya lihat itu bahkan suratnya juga terbuat dari potongan kain flannel yang disulam kata-kata seperti i love u atau i miss u.

Minggu, 27 Maret 2011

Kartu Pop Up

Untuk ulang tahun Rafif tanggal 23 Maret yang lalu saya membuat kartu pop up. Templatenya saya ambil dari websitenya Robert Sabuda. Robert Sabuda adalah seorang artis pembuat buku cerita pop up untuk anak-anak. Di websitenya Robert Sabuda menyediakan tutorial untuk membuat pop up yang sederhana. Polanya sudah disediakan kita tinggal print, menggunting dan menempel ditempat yang ditentukan. Sebaiknya pola di print diatas karton agar bisa kuat dan berdiri tegak. Tapi saya hanya menggunakan kertas biasa karena kalo menggunakan karton pasti ada bagian yang terbuang dari kartonnya ketika di gunting. Dibagian luarnya saya menggunakan kertas origami yang ditulis nama Rafif dengan menggunakan glitter. 


Ternyata kartu yang sederhana tersebut sangat disukai Rafif. Setelah saya berikan kartu tersebut dia buka tutup dan diperlihatkan kepada semua orang yang ada dirumah. Esoknya dia menggunakan ide pop up tersebut untuk membuat kartu ucapan terima kasih untuk setiap orang yang telah memberikan kado. Awalnya saya menawarkan untuk membuat kartu memakai template Robert Sabuda. Tapi karena tidak ada pola yang cocok akhirnya dia membuat pop up dari kerta origami yang ditekuk ke belakang sehingga ketika dibuka kertas origaminya akan berdiri seperti pop up. Sederhana memang tapi ada nilai lebih menurut saya yaitu dia mengaplikasikan suatu ide dengan cara dia sendiri.


Aisyah juga ikut membuat kartu. Saya membantunya membuat kartu dengan mulut yang bisa dibuka tutup. Kemudian Aisyah menggambar muka pada mulut tersebut dengan glitter. Kemudian saya menuliskan ucapan terima kasih didalam kotak seperti di komik-komik. Sayang saya tidak dapat menemukan kartu Aisyah ketika hendak di foto.



Sabtu, 26 Juni 2010

Mobil Kardus 2


Sewaktu masih di Jakarta setiap berbelanja di supermarket saya lebih memilih mambawa pulang barang dengan kardus dibandingkan dengan plastik. Selain ramah laingkungan kardusnya juga bisa digunakan untuk bermain Rafif dan Aisyah. Salah satunya seperti yang tampak pada foto diatas. Mobil-mobilan kardus lengkap dengan lampunya yang terbuat dari gelas plastik besar. Selain itu mobil-mobilan ini juga dilengkapi dengan tali plastik sehingga tidak selalu harus dipegang jika ingin menjalankannya.



Posted by Picasa

Bermain dengan Lem dan Glitter

 

Bermodalkan sebotol lem Glue School dan glitter Rafif dan Aisyah bisa membuat gambar-gambar menarik karton. Salah satunya adalah flash card angka timbul yang gambarnya bisa diraba oleh Aisyah.

Caranya mudah sekali. Pertama buat desainnya dari lem yang botolnya mempunyai ujung yang lancip. Disini saya menggunakan lem glue school dari Bic. Untuk Rafif, dia sudah bisa membuat sendiri desainnya, sedangkan Aisyah masih harus dibantu untuk menggambarnya.

Kedua, ini bagian paling favorit untuk Aisyah yaitu menaburkan butiran-butiran gliter keatas desain lem  tadi. Jangan lupa disekeliling gambar dialasi kertas yang gunanya untuk menampung glitter yang tidak tertempel. Kegiatan ini juga sangat bagus untuk Aisyah karena ketika dia menjumput glitter untuk ditaburkan atas lem berarti dia sedang melatih motorik halusnya. Awalnya desain lemnya tidak terlihat karena tertutup semua dengan glitter.

Ketiga, biarkan lemnya mengering lalu miringkan karton dan ketuk-ketukkan keatas kertas agar glitter yang tidak kena lem bisa dikumpulkan lagi untuk dipakai lagi dan ....voila jadilah gambar menarik dari glitter yang bisa dijadikan kartu, cover buku, hiasan ataupun flash card.

Rabu, 23 Juni 2010

Denah Rumah Rafif


Malam ini saya melihat foto-foto lama di laptop dan menemukan foto ini. Sedikit kaget karena saya tidak ingat bahwa denah rumah idaman Rafif sempat didokumentasikan. Dua jempol buat kesigapan Abi mendokumentasikan hasil karya anaknya. Saya biasanya suka lupa mendokumentasikan kegiatan atau hasil karya anak-anak apalagi kalo aktivitasnya membuat tangan kotor. Rasanya malas sekali untuk membersihkan tangan lalu kemudian mangambil foto anak-anak. Padahal dokumentasi yang baik sangat membantu dalam pembuatan portofolio. Tidak selamanya hasil karya anak bisa disimpan. Apalagi jika harus pindah seperti kami. Banyak hasil karya anak yang dengan berat hati saya buang karena tidak memungkinkan untuk dibawa. Melihat foto ini membuat saya berjanji pada diri sendiri untuk lebih rajin membuat dokumentasi kegiatan dan hasil karya anak. Melalui foto saya bisa tetap menyimpan hasil karya anak-anak dengan lebih mudah dan praktis. Foto-foto juga akan menjadi kenangan akan masa kecil yang indah untuk anak-anak ketika mereka dewasa kelak.

Saya lupa kapan denah ini dibuat (satu lagi catatan buat saya agar mengajarkan anak untuk menulis tanggal disetiap hasil karyanya). Denah ini adalah rumah impian Rafif. Dalam rumah tersebut ada kamar tidur utama, ruang tidur anak, ruang bayi ( kebetulan Rafif baru punya adek bayi lagi), dapur ( yang lebih besar dari kamar tidur), kolam renang ( berupa kotak-kotak kecil yang diumpamakan sebagai keramik kolam renang ), ruang pesta yang besar sekali dan garasi yang lebih besar dari ruang pesta ( mungkin kalau sudah besar Rafif mengira dia juga akan punya mobil sebanyak mobil mainannya sekarang ).

Rafif terinspirasi membuat denah rumah karena melihat tantenya yang arsitek sedang bekerja membuat denah rumah. Dari tantenya juga Rafif belajar program Auto Cad. Dalam HS guru bisa siapa saja.



Posted by Picasa

Senin, 22 Maret 2010

Mister Maker

Sekarang kami tidak pernah lagi kekurangan ide untuk kegiatan seni kami. Setiap hari kami mendapatkan ide-ide untuk prakarya kami dari acara Mister Maker yang ditayangkan Cbeebies di Indovision setiap harinya pukul 10.30. Sejak Indovision terpasang di rumah Busyik ( Kakek ) kami bisa menikmati berbagai acara anak-anak dari luar negeri. Karena pilihan yang sangat beragam dan 24 jam penuh maka saya memilihkan acara mana saja yang bisa mereka tonton. Salah satu acara pilihan saya yang sangat disukai Rafif dan Aisyah adalah Mister Marker.

Acara mister Maker menampilkan beberapa cara membuat prakarya yang mudah dan menarik untuk anak usia dini. Setiap episodenya menampilkan beberapa prakarya dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Dari mulai yang sangat mudah sehingga bisa dibuat hnya dalam waktu 1 menit (Minute Make) sampai dengan karya yang membutuhkan bantuan orang dewasa. Bahan-bahannya juga mudah didapat. Yang paling sering digunakan adalah cat, lem, gunting, aneka kertas dan kardus.

Biasanya siang hari sewaktu Afkar tidur siang kami membuat satu prakarya dari acara mister maker yag kami tonton hari itu. Foto-foto hasil karya anak-anak akan menyusul di upload. Untuk para keluarga yang tidak ada siaran Indovison gak usah langsung buru-buru pasang Indovision :) Karena Mister Maker bisa juga ditemui di www.mistermaker.com atau bisa juga di search melalui Youtube. Di websitenya juga Mister Maker menyediakan halaman untuk menampilkan foto-foto hasil karya anak-anak. So lets start making....




Rabu, 09 Desember 2009

Robot Rafif

 

Diatas adalah foto hasil karya Rafif dengan legonya. Ketika saya sedang mengupload foto ini ke blog, Rafif berinisiatif untuk menulis sedikit cerita tentang robot yang dia buat. Berikut ini hasil ketikannya :

Robot perang, robot itu merupakan robot terbesar di dunia dan hebat dalam perang tapi robot itu juga merupakan robot pembersih dan cat nya terbagus didunia juga robot itu dapat berubah menjadi mobil dan pesawat terbagus didunia. Matanya itu roda, rodanya untuk mengeluarkan matanya, caranya bannya dicopotin. tapi robot merupakan robot terbaik didunia dan bisa berubah menjadi robot lain


Masih berantakan memang kata-katanya. Tapi ini awal yang bagus agar dia mau menuangkan ide-idenya dengan menulis. Semakin sering dia menulis saya yakin tulisannya akan semakin bagus.





Posted by Picasa

Senin, 07 Desember 2009

Tuxpaint - Software Gambar Untuk Anak

Salah satu keuntungan tergabung dalam milis homeschooling adalah mendapatkan informasi menarik mengenai situs web atau software yang bagus untuk anak. Tuxpaint salah satu software yang infonya saya dapatkan dari milis sekolah rumah. Tuxpaint adalah software gambar yang dirancang untuk anak usia 3 - 12 tahun. Software ini bisa didownload gratis www.tuxpaint.org. Software tersebut dilengkapi dengan berbagai tool yang menarik seperti paint brush, untuk mengetikkan text, aneka garis dan bentuk serta efek khusus yang membuat anak bisa bebas mengolah lembar putih kosong menjadi berbagai gambar. Selain itu kita juga bisa menambahkan text digambar tersebut. Saya jadi terfikir untuk membuat buku cerita sederhana dengan menggunakan tuxpaint. Pertama buat gambarnya lalu ketik teks cerita dibawahnya kemudian di print jadi deh buku.

Sebelumnya kami biasa menggunakan microsoft paint, tetapi Tuxpaint ini lebih mudah digunakan, lebih kids friendly dan fiturnya lebih banyak. Selain gratis yang paling membedakan Microsoft paint dengan Tuxpaint adalah di Tuxpaint ada tool stamp. Ada berbagai pilihan gambar yang bisa di stempel dan lucunya ketika di stempel gambar tersebut mengeluarkan bunyi yang sesuai dengan gambarnya. Stamp ini harus di download terpisah dari software utamanya tapi tetap disediakan gratis.


Komentar Rafif tentang Tuxpaint :
Menyenangkan karena ada kertas origami( background gambar) yang sangat bagus. Rafif bisa mewarnai dan menggambar.





Selasa, 07 Juli 2009

Melukis Di jendela

 


Terkadang Rafif dan Aisyah bosan hanya bisa melukis di kertas saja. Untuk variasi terkadang saya membebaskan mereka untuk melukis di lantai ataupun kaca jendela rumah. Tapi sebelumnya cat untuk melukisnya saya campur dengan sabun pencuci piring. Sehingga setelah selesai berkreasi hasilnya bisa dengan mudah dibersihkan. Malah sekaligus membuat mereka jadi membersihkan kaca jendela :) Hanya saja hasil lukisannya tidak bisa disimpan di folder seperti biasa.




Posted by Picasa

Kolase Bumbu Dapur

 

Ini adalah karya seni yang tak disengaja. Berawal dari Aisyah menumpahkan persediaan jintan di dapur. Akhirnya daripada sayang terbuang kita buat kolase dengan menaburkannya diatas gambar cetakan tangan yang seluruh permukaannya diolesi lem. Jadilah karya seni sekaligus peringatan bahwa tangan tidak digunakan untuk memukul.





Posted by Picasa

Selasa, 23 Juni 2009

Lapbook - Apel Tree

Bagian Dalam Lapbook

Bagian Belakang Lapbook

Bagian Depan Lapbook


Ini foto-foto dari Lapbook Rafif yang kedua. Temanya pohon Apel. Seperti lapbook yang pertama, lapbook pohon apel ini juga belum original karya Rafif masih hasil ngeprint dari Homeschool Share.


Di Homeschool Share ada banyak template untuk membuat Lapbook. Walaupun demikian kita tidak hanya diprint lalu ditempel saja. Anak juga bisa menulis, menggambar atau membuat karya seni sesuai dengan instruksi di template. Seperti di lap book ini Rafif juga membuat gambar perkembangan pertumbuhan pohon apel dari mualai biji sampai menjadi pohon apel yang berbuah, selain itu juga menuliskan cerita tentang pohon apel dan membuat cap jari.

Mudah-mudahan semakin Rafif bertambah umurnya dia bisa membuat sendiri lapbook hasil karyanya sendiri dengan topik apa saja.

Untuk foldernya kali ini saya membuatnya dari kardus bekas keyboard. Lumayan jadi salah satu cara untuk mengolah sampah selain juga lebih hemat :). Karena kartonnya keras dan agak susah ditutup dibagian belakang saya lubangi dan kemudian saya berikan pengait dari kawat berwarna (pipe cleaner).

Dilapbook pohon apel ini anak juga belajar matematika sambil membuat pola, grafik, pecahan dan menghitung biji apel. Sedangkan untuk bahasa Inggrisnya ada bagian dari belajar phonic yaitu huruf A dan juga lawan kata.


Lapbook - My Transportation

Bagian depan Lapbook

Bagian Dalam Lapbook


Ini lapbook Rafif yang pertama temanya kendaraan. Topik favoritnya Rafif. Lapbook pada dasarnya adalah folder yang terbuat dari karton yang ditempel dengan berbagai hal seperti fakta , gambar, foto, grafik, tulisan, peta atau karya seni berdasarkan satu topik tertentu. Lapbook sangat seusai untuk belajar secara tematik atau unit studi karena dibuat berdasarkan satu topik bukan berdasarkan mata pelajaran.

Untuk lapbook Rafif ini saya mengambil contohnya dari Homeschool Share. Semuanya persis sama. Masih pertama jadi belum kreatif. Masih copy paste aja :)

Untuk foldernya saya tidak membuat dari folder khusus melainkan dari karton manila yang saya gunting dan lipat menjadi forder. Didepannya ada ditempel cover yang bertuliskan judul dan nama pembuat Lapbook. Kemudian cover tersebut digunting ditengahnya agar lapbooknya bisa terbuka. Dibagian dalam ada guntingan ban yang bisa dihitung, mobil dengan warna-warna yang berbeda, Lagu wheel on the bus dibalik gambar sebuah bis, lingkaran yang bisa diputar dimana disetiap putarannya akan memperlihatkan sebuah kendaraan emergency dan huruf b yang digunakankan untuk kendaraan boat, bus and bicycle.


Jadi ketika membuat sebuah lapbook sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan membuat karya seni menggunting, melipat ataupun menggambar tapi juga ada pelajaran matematika, bahasa Inggris, sosial bahkan sains.

Dengan lapbook anak bisa melihat lagi fakta penting yang perlu diingat akan sebuah topik dengan cara yang menyenangkan. Mencatat pelajaran juga menjadi hal yang jauh menyenangkan jika dibandingkan dengan hanya menulis fakta-fakta tersebut di buku tulis.

Untuk inspirasi membuat Lapbook bisa dilihat disini :
- Lapbooking
- Homeschool Share
- Always Learning Resources
- milis Islamic Lapbooking at yahoogroups.

Selasa, 16 Juni 2009

Menjadi Arsitek

 

Rafif jadi arsitek yang membangun mall hari ini. Rancangan bangunan ada di foto bagian bawah. Mall yang sudah jadi di foto yang bagian atas. Di mall tersebut terdapat lift, toko sosis, toko burger, toko es krim dan toko popcorn. Juga terdapat basement untuk tempat parkir. Mallnya ada 13 tingkat katanya :)




Posted by Picasa

Alas Main dari Karton

 

Terkadang mainan favorit tidak harus selalu dibeli. Salah satunya alas bermain mobil-mobilan Rafif yang terbuat dari kardus ini. Rafif hobi sekali tidur-tiduran sambil jalanin mobil-mobil kecilnya. Awalnya saya berniat membelikan dia karpet atau mainan mobil yang dilengkapi jalan-jalannya. Tapi karpetnya tidak kunjung ketemu dan sewaktu saya cek mainan mobil-mobilan dengan jalannya harganya mahal sekitar Rp. 250.000. Padahal yang saya butuhkan adalah alasnya saja. Untuk mobilnya Rafif sudah punya banyak.


Kebetulan dirumah banyak kardus menumpuk karena setiap belanja di supermarket kita memilih memakai kardus daripada plastik. Salah satu kardus saya buka dan bentangkan menjadi 1 lembaran panjang. Lalu untuk backgroundnya Aisyah dan Rafif mewarnainya dengan cat asturo. Untuk jalan-jalannya dibuat dari guntingan panjang karton asturo. rafif juga request kolam renang. Kolam renang tersebut dibuat dari guntingan kertas origami. Selesai sudah bentuk dasarnya. Setiap bermain Rafif merubah setting kotanya. Kadang ada jalan kereta api, kadang ada gedung-gedung dari balok ataupun kardus. Bahkan pernah ada showroom mobil yang terbuat dari kotak plastik transparan sehingga mobil-mobul didalamnya bis aterlihat keluar.

Posted by Picasa

Minggu, 07 Juni 2009

Bermain Peran - Astronot

 


Anak-anak senang bermain peran. Mereka suka membayangkan menjadi orang dengan berbagai profesi yang berbeda. Bermain peran bukan hanya sekdar bermain bagi anak-anak. Tapi ini juga merupakan cara mereka belajar mengekspresikan diri, berkomunikasi, berkreativitas sekaligus juga mengembangkan berbagai keahlian motorik mereka. Ada satu bab di Buku Einsten Tidak Pernah Menghafal terbitan KAIFA yang membahas secara menarik mengenai bermain peran.
Agar bermain peran menjadi lebih menarik bisa ditambahkan berbagi perlengkapan penunjang seperti topi kertas astronot ini. Saya mendapatkan polanya dari buku Happy Hats People terbitan Teacher Created Material dari seorang teman di Canada. Selain astronot ada juga beberapa topi untuk profesi lain seperti polisi, koki, supir dll. Semuanya bisa dibuat dari kertas biasa.




Posted by Picasa

Summer Holiday

Libur telah tiba... Libur telah tiba... Hatiku gembira.... Siapa yang ga gembira kalau lagi liburan, apalagi kalau liburnya selama 11 min...