Tampilkan postingan dengan label Review Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review Buku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Oktober 2011

Belajar Sains Tematik: Tumbuhan


Jika sebelumnya kami belajar sain secara acak hanya mengikuti bab-bab yang ada dibuku sains ditambah membuat sains eksperimen sesekali. Bulan lau saya merubah pola kami belajar secara acak menjadi belajar tematik dimana kami akan memilih satu topik tertentu dan mempelajari topik tersebut secara mendalam. Jika merasa sudah cukup baru saya ajak anak untuk memperlajari topik lain. 

Untuk topik pertama saya memilih tentang Tanaman atau Plant. Alasan utamnya karena saya punya bahan belajar tematik untuk tanaman dari website Sains A to Z. Bahan ini sangat membantu saya yang masih belum terbiasa belajar secara tematik. Dari kit yang disediakan oleh Sains A to Z saya mendapatkan:
   - 3 buah buku mengenai tanaman baik fiksi maupun non fiksi, beberapa bahan bacaan lain berupa lembaran kertas
   - 3 buah percobaan sains mengenai menanam, mengamati daun, dan mengamati biji.
   -  Lembar kerja 
   -  Kegiatan bermain peran menjadi pohon dari mulai biji sampai ditebang.
   -  Kartu-kartu berisi kosa kata baru
   -  Penjelasan mengenai pekerjaan apa yang berhubungan dengan tanaman.
   -  Quiz

Selain dari Sains  A to Z saya juga banyak mendapatkan bahan dari situs Lesson Pathways . Situs ini merangkum berbagai website yang yang mencakup topik yang ingin kita pelajari, dari mulai bahan bacaan, kegiatan, sampai video. Jadi kita tidak usah bingung mencari-cari di google krn semua sudah terangkum di website ini. Dan yang lebih asyik lagi website ini bisa diakses secara cuma.-cuma.


Kegiatan pertama kami mulai dengan menanam tanaman dari biji yang ada didapur seperti tomat, bawang, jeruk nipis dan jahe. Wih langsung semangat karena bisa main tanah dan air :) Sambil menanam saya juga jelaskanbahwa Allah yang membuat semua tanaman ini bisa hidup melalui sinar matahari, air , tanah dan udara yang semua ciptaan Allah . Tidak ada manusia yang bisa membuatnya. Bahkan jikapun manusia sudah menyediakan semua yang dibutuhkan tanaman jika Allah tidak menghendaki tanaman hidup maka tanaman itu tidak hidup. 

Setelah selesai menanam Mereka menyiram tanaman dengan otol penyiram tanaman otomatis yang idenya saya peroleh hasil menonton berbagai eksperimen Steven Spangler di Youtube. Cara membuatnya gampang sekali. masukkan air kedalam botol bekas minuman sampai penuh kemudian tutup rapat-rapat. Setelah ditutup dibuat lubang-lubang kecil di bagian samping bawah botol. Untuk memancarkan air tinggal dibuka saja tutup botolnya langsung air akan keluar. Jika tutup botol tidak dibuka maka air tidak akan memancar keluar.

Meniram dengan alat penyiram otomatis dari botol


Menempelkan label tanaman yang dibuat

Selesai menanam dan main air , kegiatan berikutnya dilanjutkan dengan observasi daun. Rafif dan Aisyah mengumpulkan 4 jenis daun yang berbeda kemudian membuat arsiran dari daun. Setelah itu saya minta mereka membuat karya seni dari daun tersebut. Rafif memilih membuat bunga dari potongan daun yang diarsir sedangkan Aisyah membuat gambar. 

Mengarsir daun

Daun yang sudah diarsir


Gambar Aisyah


Puzzle bunga dari daun Rafif
 Kegiatan selanjutnya saya aja anak untuk mengamati daun-daun yang sudah dipilih dengan mencium, meraba, mendengar bunyi yang ditimbulkan daun, elihat aneka bentuk-bentuk daun. Kemudian kami berdiskusi mengenai persamaan dan perbedaan dari daun-daun tersebut. Perbedaannya bentuk, ukuran, bau dll. Persamaan tipis, fungsi untuk memasak makanan, menempel di batang dll.

Pelajaran masih berlanjut. Heran juga saya biasanya anak-anak setelah belajar 1 jam pasti bosan kali ini mereka tetap bersemangat. Kami membaca buku-buku yang disediakan oleh Sains A to Z. Untuk mengetahui pemahaman anak saya minta Rafif menjelaskan kembali isi buku yang sudah dibaca kepada Abi.

 
Menjelaskan isi buku

Sampai seminggu kemudian kami masih belajar tentang tanaman dengan membuat lapbook.  Kami memasukkan semua materi kedalam lapbook sehingga mudah didapatkan ketika ingin mempelajari lagi. Bahan lapbooknya selain dari Lesson A to Z saya juga mendapatkan dari hasil ggogling dengan kata kunci plant lapbook. Saya akan menuliskan posting lain mengenai lapbook tanaman kami.

Selain lapbook kami juga menonton video, bermain game dan membaca berbagai artikel menarik mengenai tanaman dari situs yang terdapat di Lesson Pathways. Semua membuat Rafif dan Aisyah mendapatkan pemhaman mendalam mengenai tanaman tidak hanya dari tulisan dibuku mereka mengalaminya langsung, melihat filmnya dan bermain game kegiatan favorite anak-anak diseluruh dunia. Saya akan melanjutkan cara belajar tematik kami karena anak mendapatkan gambaran utuh mengenai suatu tema, belajar tidak hanya sains tapi melibatkan membaca, menulis, matematika, seni, ekonomi dan yang penting lagi mereka lebih mengenal Allah SWT melalui hasil ciptaannya yaitu tanaman. Saat ini kami sudah menyelesaikan tema tanaman kami dan beralih ke tema luar angkasa pilihan Rafif. Tunggu postingan berikutnya mengenai luar Angkasa :)

Senin, 10 Oktober 2011

Metode Cantol Raudhoh untuk Belajar Membaca

Setelah Rafif bisa membaca menggunakan metode Cantol Roudhoh. Saya mencoba lagi menggunakan metode tersebut untuk mengajarkan Aisyah membaca. Metode cantol merupakan sebuah metode dimana anak diajarkan suku kata dengan mengasosiasikan suku kata tersebut dengan benda. Misalkan Suku kata Ba dikaitkan dengan Baju, suku kata Ca dengan Cabe, Da dengan Dadu dan seterusnya.Untuk mempermudah anak menghapal suku kata tersebut juga disediakan VCD dalam bentuk lagu berirama riang dengan lirik yang sederhana. Contoh salah satu liriknya untuk suku kata Ga adalah sebagai berikut : 
    Gajah belalainya panjang badannya besar
    Senang akku melihatnya di kebun binatag bersama teman
    Ga, gi, gu, ge, go
    Ga, gi, gu, ge, go

Satu paket Metode Belajar Membaca Melalui Lagu yang seharga Rp. 90.000 ini terdiri dari:
   - 3 VCD animasi yang berisi lagu untuk tiap suku kata dan permainan mencari suku kata yang hilang. 
   - 1 Lingkaran yang bisa diputar untuk membantu anak mengingat suku kata melalui satu gambar yang ditampilkan.
   - 26 kartu kata untuk anak berlatih membaca
   - 2 buah buku untuk belajar menulis
   - Buku petunjuk untuk orang tua.

Kotak paketnya

Buku belajar menulis

VCD lagu



Yang membuat metode ini berbeda dengan metode belajar membaca lainnya adalah VCD animasi lagunya. Lagunya berilirik singkat udah dicerna dan diulang-ulang. Hanya saja karena diulang-ulang tersebut membuat Aisyah bosan jika harus menonton sampai habis. Beda dengan Rafif yang mulai menggunakan metode ini pada usia 3 tahun. Dia betah menonton VCDnya sampai habis setiap hari. Sepertinya untuk anak 5 tahun keatas seperti Aisyah lebih cocok menggunakan Paket Belajar Membaca Melalui Game atau Film yang juga dikeluarkan oleh Lembaga Pendidikan Prasekolah Roudhoh.


Karena Aisyah bosan jika harus menonton VCD lagu tersebut sampai habis, saya hanya memutarkan 1 bagian dari dari suku kata yang ada didalam lagu. Misalkan hari ini saya memutarkan Lagu Da untuk Dadu. Setelah selesai menonton kami akan membaca kata-kata di kartu suku kata Da. Kartu Da ini memuat semua kombinasi Da, di, du , de, do suku kata B dan Ca yang sudah dipelajar sebelumnya.  
Setelah itu Aisyah akan belajar menulis di buku menulis yang juga disediakan. Sewaktu saya membeli paket ini untuk Rafif buku belajar menulis tidak termasuk didalamnya. Dan sebaiknya untuk anak ketika belajar membaca juga sekaligus belajar menulis apalagi untuk anak kinestetik karena dia tidak hanya sekedar melihat gambarnya tapi juga merasakan tangannya bergerak mengikuti bentuk tersebut. Bisa juga dengan membuatkan huruf dari kertas amplas yang bisa dirasakan teksturnya oleh anak.

Supaya Aisyah semangat belajarnya, saya membuatkan intensive chart bunga yang bertuliskan suku kata yang akan dia pelajari setelah mencapai bunga yang berwarna biru Aisyah akan mendapatkan hadiah seperti yang tertulis di bunga biru tersebut. Kartu yang sedang dipelajari juga saya jepit dengan jepit jemuran di poster tersebut agar kapanpun dia mau belajar dia bisa ambil sendiri materinya. Sekarang Aisyah sudah belajar sampai huruf Da mudah-mudahan dia bisa membaca melalui metode ini. Jika ternyata gagal mungkin Aisyah masih perlu waktu lebih atau metode lain. Bisa membaca bukan sekedar tujuan tapi ada kegembiraan dan pemupukan rasa percaya diri dalam setiap proses belajar.


Intensive Chart





Sabtu, 02 April 2011

Asmaul Husna

Tak kenal maka tak sayang. Oleh karena itu saya ingin mengenalkan anak-anak dengan Asmaul Husna - 99 Nama Allah yang indah agar mereka semakin sayang dan mencintai Allah. Sumber pertama kami belajar Asmaul Husna adalah melalui buku terbitan Al Kautsar for kids. Judul bukunya 99 nama dan sifat Allah mengenal Asma'ul Husna dengan cerita berima   penulis Aan Wulandari ilustrator Mantox Studio. Buku dengan hardcover ini memuat 99 nama Allah disertai dengan penjelasan mengenai sifat tersebut. Penjelasannya dibuat berima dan sederhana sehingga mudah di pahami anak. Selain itu disetiap gambar juga disertai dengan tips akhlak, adab dan perbuatan baik.

Ketika Rafif dan Aisyah sedang makan atau santai saya membacakan satu halaman yang berisi satu asma'ul husna  dalam bahasa arab, indonesia dan inggris. Kemudian  kita bersama-sama  berdiskusi mengenai nama tersebut dan apilkasi dalam hidup sehari-hari. Misalkan ketika membahas Quddus yang berarti Allah maha sempurna saya jelaskan bahwa wajar manusia itu membuat kesalahan karena cuma Allah yang tidak pernah salah. Lalu kita membahas kesalahan masing-masing, apa yang harus diperbuat ketika berbuat salah, dan saling memaafkan ketika ada yang berbuat salah. Aisyah minta jika ada yang berbuat kesalahan dipeluk seperti yang dia lihat dibuku Barney Pelukan Kasih Sayang.

Bagian dalam buku

Bagian luar buku


Setelah itu Aisyah mewarnai nama-nama Allah yang saya print dari Easel & Ink yang ditempelkan ke dinding kaar kami. Kebetulan dinding kamar kami salah satu sisinya dilapisi keramik sehingga anak-anak bisa menempelkan apa saja tanpa merusak dinding.

Asma'ul husna yang ditempel di dinding


Rafif dan Aisya juga saya sediakan gambar tabung untuk diwarnai sebagai penanda jumlah asma'ul husna yang telah mereka pelajari. Gambar tabung ini saya dapatkan dari Islamic Bulletin Board. Sumber belajar mengenai asmaul husna bisa didapatkan secara lengkap di TJ Islamic Studies lengkap dengan Lesson Page dan Lapbook. Untuk nasyid Asmau'ul Husna juga bisa didapatkan dengan berbagai versi di Youtube.

Tabung Asma'ul Husna

Jumat, 25 Juni 2010

36 Dongeng Pilihan Kak Andi


Buku 36 Dogeng Pilihan Kak Andi ini berisi 36 cerita pendek dengan para tokoh utamanya adalah para binatang. Binatang-binatang ini memiliki nama yang unik sesuai dengan jenis binatangnya misalnya Kuci Kucing, Peny Penyu dan Kolin Kelinci. Setiap cerita yang ada dibuku ini   mengajarkan sebuah positif untuk anak misalkan berani membela yang benar, kerja sama, disiplin ataupun mengambarkan akibat buruk yang ditimbulkan karena perbuatan jelek. Misalkan pada salah satu cerita ada kelinci yang tidak sabar ingin menerobos antrian untuk mendapatkan es krim dengan cara melompati hewan-hewan didepannya. Beberapa hewan berhasil dilompati tetapi ketika ingin melompati rusa kakinya tersandung tanduk rusa dan akhirnya kelinci tersebut jatuh menimpa meja es krim. Batal deh makan es krimnya.

Buku ini ditulis dan digambar oleh Kak Andi Yudha yang memang pakarnya mendongeng sambil menggambar. Saya pernah melihat sendiri betapa jagonya Kak Andi mendogeng sambil menggambar pada waktu peluncuran buku tips mendongengnya Kak Andi di toko buku MP Book Point. Gambar-gambar dibuku ini pun sangat menarik dan sesuai dengan tema. Bahasa dalam buku ini pun sangat sederhana sesuai sehingga dengan cepat dapat dipahami anak. Saya sudah selesai memembacakan seluruh cerita dalam buku setebal 156 halaman ini, tapi sekarang anak-anak kembali meminta saya mengulangi membacanya. Saat ini saya bergantian membacanya dengan Rafif karena Rafif menolak untuk membacanya sendiri. Terlalu banyak tulisan alasannya. Setelah Rafif membaca 1 halaman lalu giliran saya yang membacanya. Pendengar setianya Aisyah ditambah Afkar yang sekali-sekali ikut nimbrung :)

Setelah membaca beberapa cerita saya kemudian mengajak anak-anak untuk membaca ensiklopedi untuk mengetahui lebih detil mengenai karakteristik binatang yang ada dalam cerita. Di dalam Ensiklopedia terbitan Time Life anak-anak jadi bisa melihat foto binatang-bintang tersebut serta beberapa fakta penting mengenai binatang tersebut.

Pengetahuan mengenai fakta tersebut kami pergunakan ketika bermain pura-pura. Misalkan saja hiu akan mati jika berhenti bergerak, maka anak yang berperan jadi hiu harus terus bergerak. Jika dia diam maka dia kemudian pura-pura mati. Jika Rafif dan Aisyah sedang jadi penyu yang  sedang dikejar "ikan hiu umi dan dek Afkar" maka mereka cepat-cepat masuk kedalam selimut setiap saya dan Afkar mendekat. Karena dari buku yang mereka baca penyu akan memasukkan kepala dan tungkainya kedalam cangkang setiap akan diganggu hewan lain. Dengan cara bermain peran inilah anak-anak bisa  lebih menerima fakta-fakta daripada hanya sekedar dibacakan saja.


Jumat, 25 Desember 2009

Matikan Suara TV Ketika Iklan

Matikan suara TV ketika iklan. Itu yang kami lakukan ketika menonton TV. Ide ini saya dapatkan dari buku Mendampingi Anak Menonton TV oleh Milton Chan. Dalam bukunya Milton Chan menulis bahawa biasanya orang sangat kesal jika terus menerus didatangi salesman, tapi anehnya orang membiarkan salesman yang berupa iklan di TV untuk masuk kerumahnya setiap saat.

Merasakan kebenaran ucapan Milton Chan membuat saya menekan tombol mute ketika iklan di TV tiba. Apalagi ketika film anak-anak diputar biasanya iklan-iklan penuh berisi makanan dan mainan anak. Ini tentu secara tidak langsung membuat anak menjadi konsumtif apalagi kalau yang di iklankan makanan yang tidak sehat tentu akan mempunyai dampak yang lebih buruk lagi. Sebagian besar iklan-iklan tersebut dikemas dengan menarik sehingga anak pasti akan tergiur. Dengan mematikan suaranya makan iklan akan kehilangan sebagian kekuatannya dalam menyihir anak untuk membeli produknya.

Satu lagi dampak positif dengan dimatikan suara TV adalah anak jadi melakukan kegiatan lain. Jika tidak dimatikan mata Rafif dan Aisyah akan terus terpaku didepan layar. Ketika suaranya tidak ada, mereka mengobrol atau melakukan hal lain selain menatap layar kaca. Akhirnya jam menonton TV juga berkurang karena mereka tidak menonton iklan.

Awalnya saya yang harus selalu mematikan suaranya. Sekarang Rafif atau Aisyah sudah tahu ketika iklan mereka tinggal menekan tombol mute. Sedangkan Rafif sudah tahu bahwa tidak semua iklan itu benar adanya. Sejak melihat iklan Kidzania yang menggambarkan seorang anak naik mobil pemadam kebakaran betulan, padahal ketika di Kidzania dia melihat yang ada hanya mobil pemadam kebakaran kecil. Jadi sekarang ketika melihat tag line sebuah iklan "enaknya tak ada habisnya" dia langsung komentar "kemarin Rafif makan bisa abis kok" :)


Kamis, 10 Desember 2009

Read Aloud Handbook - Jim Trelease

Rasanya saya ingin langsung loncat kegirangan ketika melihat buku ini bertengger dengan manis disalah satu rak Toko Buku Leksika, Lenteng Agung. Karena sudah lama saya ingin membaca buku ini. Read Aloud Handbook menjadi salah buku satu buku yang banyak di rekomendasikan oleh para homeschooler luar negeri. Selama ini saya hanya berharap agar buku ini bisa diterjemahkan dan beredar di Indonesia. Alhamdulillah karya Jim Trelease ini akhirnya diterbitkan oleh Mizan.

Buku ini memberikan satu formula sederhana untuk mencerdaskan anak sejak dini yaitu dengan cara membacakan buku kepada anak. Dengan dibacakan buku maka kosa kata anak akan bertambah dengan pesat. Satu buku cerita anak memuat lebih banyak kata baru yang tidak kita gunakan dalam percakapan sehari-hari. Buku juga memuat berbagai topik ilmu pengetahuan untuk anak.


Buku ini membuat saya kembali melakukan suatu hal yang sudah berhenti saya lakukan yaitu membacakan buku untuk Rafif. Setelah Rafif bisa membaca saya berhenti membacakan buku untuknya. Karena ketika Rafif sudah pintar membaca saya merasa tugas saya selesai. Saya tidak ingin akhirnya Rafif malas membaca karena sudah ada saya yang terus membacakan buku untuknya. Ternyata membacakan buku buat anak tidak berarti membuat anak malas atau tidaktertarik lagi dengan membaca. Membacakan buku buat anak layaknya kita beriklan terus menerus kepada anak mengenai asyiknya membaca buku. Dalam buku Read Aloud Handbook dicontohkan restoran cepat saji Mc Donald sudah sangat terkenal dan banyak orang yang sangat menyukai berbagai pilihan burger yang disediakan direstoran tersebut. Tapi ini tidak membuat Mc Donald berhenti beriklan. Setiap tahun Mc Donald menghabiskan dana yang sangat besar untuk iklan. Mereka tidak ingin orang lupa dengan kelezatan burger mereka. Demikian juga halnya dengan buku, kita harus terus mengingatkan kelezatan buku kepada anak dengan cara terus membacakan buku kepada mereka walaupun mereka sudah bisa membaca.

Alasan lain mengapa anak tetap terus dibacakan buku menurut Jim Trelease adalah dengan dibacakan buku membuat anak bisa menikmati buku yang lebih tebal, lebih berbobot dengan jumlah kata juga yang lebih banyak. Kemampuan anak mendengar sudah terbentuk sejak anak masih dalam kandungan sehingga anak lebih bisa mencerna maksud daripada suatu kata ketika ia mendengarkan kata tersebut dibandingkan ketika dia melihat dan membaca sendiri kata tersebut. Buku-buku yang kami beli sekarang tidak lagi sekedar buku anak-anak bergambar yang hanya terdiri dari beberapa lembar. Sejak membaca Read Aloud Handbook saya mulai membacakan buku sejenis novel dengan gambar yang sedikit seperti Charlie and Chocolate Factory atau Kisah Menakjubkan Dalam Alquran, dan ternyata Rafif dan Aisyah bisa menikmatinya.

Selain kedua hal diatas dalam buku Read Aloud Handbook juga diberikan panduan cara membacakan buku untuk anak, jenis buku yang sesuai untuk setiap usia anak, cerita dari orang tua yang sudah menerapkan read aloud untuk anaknya dan pelajaran yang bisa diambil dari oprah, Harry Potter dan internet.

Buku ini sangat layak dibaca oleh para homeschooler dimana kecintaan akan buku sangat menunjang keberhasilan anak belajar secara mandiri.

Jumat, 17 Juli 2009

Buku Science Primary

Kemarin kami berkunjung untuk kedua kalinya ke toko buku Mentari Cipete Raya ( 021-6870 7022). Rencananya mau beli buku Science untuk tingkat primary 1. Selama ini kami belajar science tidak menggunakan buku teks melainkan hanya melalui kehidupan sehari atau berbagai percobaan sains untuk anak usia dini. Untuk memastikan topik apa yang seharusnya dipelajari Rafif di tingkat primary 1, saya butuh buku teks sebagai panduan belajar. Sehingga tidak ada topik yang terlewat untuk dipelajari.


Berdasarkan rekomendasi dari Mbak Ines Setiawan buku yang direncanakan akan dibeli adalah terbitan Marshall Cavendish seri My Pals are Here. Karena buku terbitan Singapore ini ditujukan kepada stident yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua sehingga pembahasannya lebih jelas dan menggunakan bahasa Inggris yang sederhana. Dibandingkan dengan buku terbitan dari Inggris langsung yang "kering" akan penjelasan.

Tetapi ketika melihat isinya ternyata semua topik yang tercakup pada buku untuk Primary 1 sudah pernah kami bahas sebelumnya dan saya yakin Rafif sudah menguasainya. Dia pasti akan bosan jika harus mengulang lagi.

Adapun topik untuk tingkat Primary 1 adalah sebagai berikut:

1. Ourselves ( Our Body, Our 5 Senses, Food We Eat)
2. Using Our Senses ( Color Shapes and Sizes, Group, Sounds, Smell Taste and Touch)
3. Animals
4. Plants ( Plants around us, Plants grow taller and bigger)
5. Taking Care of Our World ( Do not Littering)
6. Sink or Float
7. Light and Dark

Akhirnya saya putuskan untuk langsung membeli buku tingkat Primary 2 dari seri yang sama yaitu Lets Learn Science Year 2 by Joy Tan seharga Rp. 79.000. Asyiknya Homeschooling tidak masalah anak loncat ke tingkat lebih tinggi untuk suatu mata pelajaran tertentu. Jadi walaupun Rafif seharusnya baru Primary 1 tapi dia sudah bisa mulai belajar pelajaran untuk tingkat Primary 2.
Untuk menilai pemahaman anak juga disedikan workbook yang berisi soal-soal untuk dikerjakan anak. Tapi saya tidak membelinya karena murid saya cuma satu tanpa workbook saya bisa tahu apakah murid saya sudah paham atau belum.

Untuk tahun kedua Topik yang akan dibahas adalah sebagai berikut :

1. Living Things and Non-Living Things
2. Food
3. We Grow Bigger
4. What Animals Need
5. Animals Grow Bigger To
6. Very Important Seeds
7. Thirsty Plants
8. Which is Longer
9. Batteries
10. Mixing Things
11. Push and Pull
12. Change
13. Electricity

Jika anda tidak berniat membeli bukunya ikuti saja topik-topik diatas dan cari bahannya dari berbagai sumber lain seperti buku dan internet. Saya juga mungkin tidak mengikuti satu persatu tahapan pelajaran yang ada tapi memanfaatkan saja berbagai kesempatan yang ada. Misalkan saja saat sedang di dapur bisa langsung membahas mengenai mixing things walaupun jika menurut buku seharusnya membahasa batere dulu.

Selasa, 07 Juli 2009

Keliling Dunia


 


Untuk pelajaran geografi kami menggunakan Atlas Bergambar Pertamaku terbitan Airlangga. Rafif senang bermain dengan mobil atau kapal kertasnya diatas peta tersebut. Dengan kapalnya dia bisa berlayar mengarungi samudera dan kemudian merapat disalah satu negara untuk kemudian melanjutkan perjalanan dengan mobilnya. Karena Rafif sudah bisa membaca jadi dia dapat membaca posisi tempat kendaraannya berada. Secara otomatis Rafif belajar geografi sambil bermain :)




Selasa, 09 Desember 2008

Mengajarkan Anak Membaca

Rafif bisa membaca ketika umur 3.5 tahun. Ini yang jadi "penyelamat" dari keinginan nenek serta kakek untuk memasukkan Rafif kesekolah. Bagi mereka indikator keberhasilan Rafif belajar dirumah adalah bisa membaca. Homeschooling mereka anggap berhasil karena melihat Rafif bisa dengan senang membaca buku. Tapi bisa membaca sebenarnya bukan tujuan utama saya menjalankan homeschooling. Bahkan saya tidak khawatir kalaupun ketika sudah berusia 7 tahun Rafif belum bisa membaca.

Tujuan utama saya adalah anak senang dan mengerti apa yang dia baca bukan hanya sekedar membunyikan huruf demi huruf tanpa dia tahu apa artinya. Kalau ada yang bertanya berapa lama saya mengajarkan anak membaca saya akan menjawab 3 tahun. Ya butuh waktu 3 tahun untuk membuat dia bisa membaca.

Saya memulainya ketika Rafif berumur 6 bulan. Saya mulai memperkenalkan buku seperti layaknya mainan. Awalnya tidak langsung dengan membacakan tetapi dengan memperlihatkan bagian-bagian dari buku, cara membuka buku, menunjukkan judul serta pengarang buku dan memperlihatkan gambar-gambar yang ada. Tidak langsung berhasil memang butuh beberapa waktu dan beberapa buku yang robek :) sampai Rafif terbiasa dengan buku.

Ketika mulai dibacakan juga tidak berlangsung lama pada awalnya, tetapi lama kelamaan tingkat konsentrasi Rafif mendengarkan cerita mulai meningkat. Saya meminimilisasi pengaruh tv agar dia lebih tertarik dengan buku. Karena TV dengan gambarnya yang beregarak lebih menarik daripada buku. Ketika umurnya 2 tahun dia sudah benar-benar mencintai buku. Setiap hari selalu minta dibacakan buku termasuk juga buku-buku dalam bahasa Inggris. Saya juga mulai meningkatkan pemahamannya ketika dibacakan buku dengan cara menanyakan beberapa hal yang terdapat dibuku. saya juga belajar banyak dari buklet yang diterbitkan oleh Pemerintah Amerika untuk program Head Start-nya bagaimana mengajarkan literacy kepada anak.

Setelah Rafif sangat menikmati buku saya mulai mengajarkannya membaca dengan cara mengenalkan huruf, menempelkan tulisan di benda-benda yang ada dirumah supaya dia mengerti bahwa setiap susunan huruf itu mempunyai makna ataupun bermain tebak-tebakan kata.

Umur 3 tahun lebih saya mengenalkan Rafif metode Cantol Raudhoh yaitu suatu metode mnegenalkan anak dengan suku kata melalui VCD lagu dan kartu kartu. Setiap satu suku kata diasosiasikan dengan satu benda misalnya ba dengan baju, ca dengan cabe dan seterusnya. Kurang dari sebulan kemudian Rafif sudah bisa membaca buku dan paham apa yang dia baca sekarang dia bahkan sudah bisa membacakan buku untuk Aisyah. Metode Raudhoh memang membantu tapi tanpa rasa ketertarikan yang kuat terhadap buku sebelumnya tidak mudah bagi Rafif untuk bisa membaca buku. Cuma ada satu kelemahan dari metode mambaca dengan suku kata seperti metode Raudhoh yaitu anak tidak bisa menulis apa yang sudah dia baca. Seperti kata payung ataupun nyenyak Rafif masih kesulitan menuliskannya. sehingga walaupun sudah bisa membaca saya masih harus mengajarkan membaca secara mengeja juga agar dia bisa menuliskan apa yang dia baca.

Jumat, 05 Desember 2008

Semua Bisa Sedih


Buku Semua Bisa Sedih terbitan Tiga Serangkai ini adalah favorite Aisyah saat ini. Anak-anak sepertinya punya satu buku kesayangan yang akan dia baca berulang-ulang. Setiap hari Aisyah pasti bertanya "mi, buku idih ( sedih) mana?". Abangnya Rafif juga dulu punya buku favorite yang judulnya Mimi The Selfish Kitten. Buku Semua bisa sedih mempunyai ukuran serta illustrasi gambar yang besar. Dilengkapi juga dengan sampul hard cover.

Ini salah satu buku yang membantu anak mengenali perasaan yang sering dialaminya yaitu sedih dan bagaimana rasanya. Setelah itu anak diajak mendengarkan cerita Omar yang sedih ketika ada temannya yang mengolok-olok dan cerita Amy yang merasakan kesdihan karena kelinci peliharaannya mati.

Buku seperti ini akan membantu anak meningkatkan kecerdasan emosinya karena anaknya diajak untuk mengetahui apa yang dia rasakan, bagaimana menyalurkannya sehingga anak tidak melakukan hal yang buruk dan apa yang bisa dia lakukan ketika ada orang yang sedang sedih.

Dibagian akhir buku ini juga diberikan petunjuk bagi orang tua bagaimana caranya membantu anak mengatasi perasaannya. Saya belajar dari buku bahwa semu emosi itu baik marah, kesal, sedih semua adalah hal normal yang dirasakan anak sebagai manusia. Sebelumnya ketika anak perasaannya sedang ngga enak saya pasti mengeluarkan komentar-komentar yang tidak berempati. Seperti, "Jangan nangis dong!", "Masak gitu aja takut" atau " Kok marah-marah melulu". Komentar seperti itu hanya membuat anak semakin tidak nyaman dengan perasaannya. Sekarang saya berusaha berempati kepada anak, hanya saja ada satu hal yang saya tekankan kepada anak yaitu kalau marah tidak boleh memukul atau merusak barang. Bagaimanapun kecerdasan emosi adalah salah satu kecerdasan yang harus kita kembangkan pada anak.

Summer Holiday

Libur telah tiba... Libur telah tiba... Hatiku gembira.... Siapa yang ga gembira kalau lagi liburan, apalagi kalau liburnya selama 11 min...