Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Agustus 2011

Tantangan 30 hari Klub Oase # 6

Hari ini saya membuat cap untuk Anak-anak. Bahannya sederhana saja dari tutup botol selai bekas dan busa yang digunting bentuk bulan sabit dan bintang. Lem busa menggunakan lem uhu, tunggu mengering dan  cap siap untuk digunakan. Tutup botol digunakan agar anak mudah memegang capnya. Jadi untuk membuat cap bisa menggunakan busa yang biasa dijual dalam bentuk lembaran aneka warna. Tidak harus selalu menggunakan sayuran seperti kentang dan wortel. Sayang jika harus menggunakan sayuran yang bisa dimakan.


Hasilnya seperti tampak pada gambar diatas. Cap ini bisa digunakan untuk membuat hiasan pada kartu lebaran. Bila busanya tipis tumpuk menjadi beberapa lembar agar catnya tidak mengotori tutup botolnya.


Sore harinya anak-anak termasuk Afkar bersepeda seperti biasanya dengan Abi. Ini selalu menjadi kegiatan yang ditunggu-tunggu. Jika sudah melihat Abi mengambil sepeda Afkar segera berlari sambil membuka sendalnya cepat-cepat. Karena dia tidak suka duduk dikursi sepedanya dengan menggunakan sendal. Rafif dan Aisyah juga segera mengambil sepeda masing-masing. Termasuk anak-anak tetangga. Mereka bersemangat karena jika bersama Abi mereka bisa bersepeda lebih jauh daripada ketika mereka bersepeda tanpa keikutsertaan orang dewasa. Kegiatan ini yang saya jadikan kolase untuk Tantangan 30 Hari Klub Oase.

Pulang bersepeda masing-masing anak saya beri kapur dan mereka bebas menggambar digarasi rumah. Semua anak senang karena mereka bisa menggambar dengan ukuran yang sangat besar. Tidak seperti gambar dikertas yang ukurannya terbatas. Ternyata memberikan hiburan untuk anak-anak tidak harus mahal. Cukup dengan sebatang kapur mereka berimajinasi layak Rudy di film Chalk Zone.

 

Sabtu, 26 Juni 2010

Mobil Kardus 2


Sewaktu masih di Jakarta setiap berbelanja di supermarket saya lebih memilih mambawa pulang barang dengan kardus dibandingkan dengan plastik. Selain ramah laingkungan kardusnya juga bisa digunakan untuk bermain Rafif dan Aisyah. Salah satunya seperti yang tampak pada foto diatas. Mobil-mobilan kardus lengkap dengan lampunya yang terbuat dari gelas plastik besar. Selain itu mobil-mobilan ini juga dilengkapi dengan tali plastik sehingga tidak selalu harus dipegang jika ingin menjalankannya.



Posted by Picasa

Kamis, 04 Juni 2009

Our Family Tree


Rafif mempunyai kecenderungan visual sehingga dia lebih cepat mengerti mengenai suatu topik dengan melihat gambar. Suatu hari dia bertanya mengenai om-omnya ada berapa dan siapa saja. Saya fikir ini saat yang tepat untuk mengajarkan silsilah keluarga kami. Untuk lebih memudahkan Rafif memahami hubungan keluarga, saya membuat gambar pohon besar di karton asturo. Kemudian saya menggunting kertas kecil-kecil yang bertuliskan nama anggota keluarga kami. Setelah itu Rafif menempelkan kertas tersebut dengan bantuan saya di tempat yang seharusnya. Jadilah pohon keluarga kami :)



Jumat, 19 Desember 2008

Lomba 17-an Komunitas Homeschooling Berkemas


Menjadi homeschooler bukan berarti melupakan hari-hari bersejarah Indonesia. Termasuk Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Berbagai kegiatan memperingati hari kemerdekaan kami lakukan termasuk diantaranya berbagai perlombaan ketangkasan.





Posted by Picasa

Selasa, 16 Desember 2008

Membuat Kota 2



Ini versi kedua dari kotanya. Jalan-jalannya dibuat dari kertas Asturo. Kertas ini saya beli dipasar Mayestik seharga Rp. 2000 perlembarnya. Dia juga membuat temoat penyeberang Zona Selamat Sekolah yang terbuat dari kertas bewarna merah lengkap dengan tulisan tengok kanan dan kiri. Ide ini dia dapat setelah menonton program Zeta daru depertemen Perhubungan di televisi.


Bangunannya kali ini terbuat dari balok-balok kayu. Hanya saja sebelum saya sempat mengambil fotonya, kotanya sudah rusak. Balok-baloknya sudah dimainkan untuk yang lain.


Posted by Picasa

Membuat Kota 1

 

Rafif seminggu ini lagi sibuk dengan permainan kotanya. Dia membuat berbagai versi kota untuk dimainkan dengan mobil-mobilannya. Ini versi pertama dari kotanya. Kain flannel berwarna kuning yang lebar dibentangkan diatas mejanya. Kain flannel berwarna abu-abu digunting kecil-kecil untuk jadi jalannya.


Karena dari kain flannel yang bisa melekat satu sama lain sehingga jalannya tidak mudah bergeser ketika dilalui oleh mobil-mobilannya. Untuk gedung dan tokonya diambil dari gambar di ebook yang kemudian di print. Agar tidak mudah bergeser juga saya tempelkan potongan kecil amplas dengan double tape dibelakang kertas tersebut.
Jadilah mainan flannel part 2. Melalui kegiatan bermain ini juga Rafif bisa belajar tentang peta sederhana.

Posted by Picasa

Selasa, 09 Desember 2008

Tempat Bermain

 

Awal menjalankan homeschooling sempat timbul keraguan, wah kalau gak dimasukin sekolah anakku mau main dimana yah. Rumah kami kecil, halamannya juga sempit sekali sedangkan lingkungan sekitar rumah juga pemukiman padat penduduk. Bagaimanapun anak-anak butuh berlari, main diarea yang terbuka, main perosotan, ayunan ataupun permainan lain layaknya disekolahan. Memang ada sebuah TK didekat rumah dimana anak-anak bisa bermain disana disore hari hanya saja halamannya yang kecil sudah penuh dengan ayunan dan perosotan sehingga tidak ada ruang untuk anak-anak sekedar bermain bola.


Seiring dengan berjalannya waktu saya mulai menemukan beberapa tempat bermain buat anak, kadang di TKnya teman, ditaman, di UI, di Buperta Ragunan . Walaupun harus berpindah-pindah tempat, bahkan terkadang musti gotongan sepeda segala ke mobil tapi anak-anak selalu punya tempat bermain yang berbeda sehingga mereka tidak akan bosan dengan hanya satu lokasi setiap harinya.

Ini foto Rafif dan Aisyah di TK Tetumnya Bu Endah. TKnya punya banyak mainan seru loh ada panjat-panjatan, ring basket, balok titian, bak pasir bahkan kolam berisi kura-kura. Foto ditempat bermain lain akan menyusul yah. Musti bongkar-bongkar file dulu :)


Posted by Picasa

Kamis, 04 Desember 2008

Memo Untuk Rafif


Anak-anak selalu butuh perhatian dan kasih sayang orang tua, apalagi diwaktu dia sakit. Kasih sayang bisa ditunjukkan dengan kata-kata, pelukan atau sentuhan hangat ataupun tulisan. Ini memo kecil yang saya buat ketika Rafif sakit. Semuanya menuliskan hiburan untuk Rafif termasuk Aisyah. Coretannya pasti berarti "abang aku kangen main sama bang Rafif" :)


Memo kecil seperti ini bisa dibuat dari kertas putih biasa ataupun kertas berwarna seperti origami. Kertas tersebut bisa kita gunting ataupun kita lipat sehingga menghasilkan berbagai bentuk yang menarik. untuk polanya bisa dilihat disini

Kamis, 27 November 2008

Sosialisasi : Saudara Sepupu

 

Sosialisasi merupakan masalah terbesar bagi para orang tua ingin melakukan homeschooling bagi anaknya. Tetapi sebenarnya sosialisasi bukan merupakan masalah besar dalam HS orang tua tidak perlu khawatir anaknya akan berubah menjadi anak pemalu dan tertutup ataupun gak gaul selama HS. Teman bisa ditemui dimana saja tidak harus disekolah. Bisa adik atau kakak dirumah, tetangga, saudara sepupu, temannya saudara sepupu, teman sesama HS, anaknya teman ibu atau bapak. Rafif mempunyai banyak teman dari rentang usia yang berbeda-beda



Rafif mempunyai banyak teman dari rentang usia yang berbeda-beda. Itu membuat dia belajar berinteraksi dengan berbagai golongan usia yang ada dikehidupan sehari-hari tidak hanya terbatas teman yang berumur sama saja. Dengan teman-teman yang lebih besar Rafif belajar bertingkah laku dan berbagi, dengan teman yang lebih kecil dia belajar untuk menjaga dan menjadi "pengajar".
Foto ini adalah foto Rafif bersama dua saudara sepupunya yang bersekolah formal. Kakak Sarah ( kelas 3 SD Yasporbi ) dan Abang Ais (kelas 1 SD Bhakti Tugas).

ps: kolam mainannya saya beli di Pasar Gembrong seharga Rp. 50.000

Posted by Picasa

Senin, 24 November 2008

Mudik ke Aceh

 

Setiap tahunnya kami selalu pulang ke Aceh, karena orangtua saya dan suami masih tinggal di Aceh hanya beda kota. Bagi anak-anak lain mudik berarti liburan, tapi bagi Rafif dan Aisyah mudik berarti mempelajari berbagai hal baru yang menarik. Mulai dari pelajaran geografi bahwa Aceh itu jauh sekali dari Jakarta membutuhkan waktu berjam-jam untuk sampai ke Aceh. Menikmati langsung berbagai alat transportasi mulai dari pesawat terbang, bis, kapal laut sampai dengan becak mesin.

Belajar berbagai macam hidup yang tinggal di pantai yang masih bersih sekali, belajar adat istiadat orang aceh sampai dengan melihat langsung dampak dari sebuah Tsunami.
Ya, keluarga kami ada yang hilang dibawa tsunami hampir lebih dari setengah anggota keluarga besar yang tinggal di Banda Aceh. Tapi sekarang sudah banyak pembangunan. Bahkan rumah-rumah yang dulunya habis disapu tsunami juga sudah mulai dihuni kembali. Mungkin mereka berfikir bahwa tsunami tidak akan datang setahun sekali. Walaupun begitu cerita tentang tsunami pasti sudah diturunkan mulai sekarang kepada setiap generasi. Sehingga ketika gempa besar kembali menghantam lagi anak cucu yang mungkin hidup 100 tahun lagi sudah tahu apa yang harus mereka lakukan. Cerita turun-temurun ini yang menyelamatkan ribuan orang di Pulau Semelue, pulau yang begitu dekat dengan pusat gempa tapi hanya sedikit korban yang meninggal.


Posted by Picasa

Summer Holiday

Libur telah tiba... Libur telah tiba... Hatiku gembira.... Siapa yang ga gembira kalau lagi liburan, apalagi kalau liburnya selama 11 min...