Tampilkan postingan dengan label Karakter/ Akhlak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karakter/ Akhlak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Agustus 2011

Tantangan 30 hari Klub Oase # 3

Hari ketiga Ramadhan ini saya ikut mengantar Rafif kemesjid karena ingin melihat kegiatan Pendidikan Ramadhannya. Acaranya pagi ini dimulai dengan cerita dari seorang kakak panitia mengenai Rasullullah SAW. Bahagia rasanya melihat Rafif bisa duduk dengan tenang mendengarkan cerita walaupun dia tidak pernah bersekolah sebelumnya. Dan dia juga mengerti serta mendengarkan dengan baik cerita tersebut karena sesampai dirumah dia bisa menceritakan kembali isi cerita tersebut. Alhamdulillah kebiasaan  saya  membacakan buku setiap malam membuat Rafif bisa berkonsentrasi untuk mendengarkan seseorang bercerita dengan jangka waktu yang lumayan lama. Homeschooling tidak membuat anak menjadi tidak tahu aturan dan tidak bisa duduk diam dengan manis.


Untuk tantangan klub Oase hari ini keluarga kami mengajukan Afkar sebagai peserta :). Setelah giliran Rafif dan Aisyah kali ini giliran Afkar nampang dengan aktivitas Ramadhannya. Aktivitasnnya sederhana saja. Yang dibutuhkan hanya gambar mesjid, cat aneka warna yang sudah ditambah cairan pencuci piring agar mudah dibersihkan dan mainan plastik untuk capnya. Hasilnya seperti dibawah ini.

 

Rabu, 03 Agustus 2011

Tantangan 30 hari Klub Oase #2

Hari ini Rafif memulai kegiatan Pendidikan Ramadhan di Mesjid Raya Baiturahman Lhokseumawe. Dia bersemangat sekali ikut kegiatan ini karena dia melihat di daftar acara ada kegiatan Fun Games. Dalam benaknya itu adalah bermain game komputer :) Pulangnya  dia langsung laporan , " Umi ternyata fun game itu bukan main komputer tapi main percobaan dengan air !". hehehehe ada yang kecele rupanya tapi Alhamdulilllah tidak terlalu kecewa karena katanya enak juga main air pakai saringan. Selain Fun game disana mereka juga belajar membaca dan menulis huruf-huruf di buku Iqra. Insya Allah kegiatan ini diadakan selama 30 hari di bulan Ramadhan dari pukul 8 - 11 pagi.




Karena Aisyah menolak untuk ikutan Pendidikan Ramadhan saya mengajaknya membuat Penanda Ramadhan. Idenya didapat dari A Muslim Child Is Born. Bahan yang dibutuhkan adalah 1 batang alat tulis, pita, spidol permanen, penjepit baju, penjepit kertas dan kertas origami untuk membuat gambar bulannya.



Hasilnya seperti yang ada dibawah ini. Sayang karena pitanya berwarna perak dan memantulkan cahaya membuat angka-angkanya tidak terlihat ketika difoto. Dengan adanya penanda ini selain belajar bilangan Aisyah juga belajar urutan pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Sekarang juga saya tidak repot lagi menjelaskan setiap ada yang bertaya "Mi, lebaran berapa lama lagi ?". Mereka tinggal lihat bulan yang ada dijepitan jemurannya. Semakin kebawah artinya lebaran semakin dekat.



Selasa, 02 Agustus 2011

Tantangan 30 Hari Klub Oase

Selama bulan Ramadhan Klub Oase menantang para orang tua untuk mendokumentasikan kegiatan anak dan menguploadnya di Facebook. Setiap orangtua akan berhasil menjadi pemenang jika berhasil sharing foto kegiatan anak salama 30 hari. Keterangan lebih detil silahkan klik disini.




Saya langsung bersemangat ikut tantangan ini. sudah beberapa bulan saya kembali lagi vakum nulis di blog. Bukan karena anak-anak berhenti homeschooling, atau sayanya yang super sibuk. Malas alasan sebenarnya. Padahal banyak kegiatan anak-anak yang bisa disharing disini. Tantangan Klub Oase sekaligus menjadi motivasi saya untuk menjaga blog ini untuk di update secara kontinyu. Selama 30 hari dibulan Ramadhan saya tidak hanya mengupload kegiatan anak-anak via Facebook tapi juga akan menuliskannya di blog. Ramadhan tidak berarti lemas dan tidur-tiduran tapi Ramadhan harus produktif.


Kegiatan hari 1 dimulai dengan membuat gambar pohon diatas karton putih dengan krayon. Setelah itu Rafif mencari daun-daun dihalaman. Daun-daun tersebut diletakan dibalik kertas putih lalu kertas tersebut diarsir tepat diatas daun sehingga muncul pola daun di atas kertas. kemudian daun kertas tersebut di gunting dan ditempel dibatang pohon. Pada setiap lembar daun tersebut Rafif bisa menuliskan perbuatan baik apa yang dialakukan selama bulan Ramdhan. Saya menamakan pohon tersebut Pohon Kebaikan Ramadhan.


Di Aceh sekolah libur selama bulan Ramadhan, jadi teman-teman Rafif datang ke rumah untuk bermain. Lalu saya berinisiatif untuk mengajak mereka bermain sambil belajar. Saya memberikan gambar berbagai macam bentuk geometri, lalu saya minta mereka untuk mengelompokkannya berdasarkan jumlah sudut yang dimiliki.


Setelah mereka berhasil mengelompokkan semua gambar dengan benar, lalu saya minta lagi mereka untuk memilih gambar salah satu bentuk geometri secara acak, dan meminta mereka untuk membuat gambar dengan sudut yang sama, tapi bentuk yang berbeda. Hasilnya, seperti gambar di bawah ini. Gambar yang aslinya (warna hitam) mempunyai dua sudut, kemudian mereka gambar bentuk lain, tetap dengan dua sudut tapi dengan bentuk yang berbeda (warna merah).

Sabtu, 02 April 2011

Asmaul Husna

Tak kenal maka tak sayang. Oleh karena itu saya ingin mengenalkan anak-anak dengan Asmaul Husna - 99 Nama Allah yang indah agar mereka semakin sayang dan mencintai Allah. Sumber pertama kami belajar Asmaul Husna adalah melalui buku terbitan Al Kautsar for kids. Judul bukunya 99 nama dan sifat Allah mengenal Asma'ul Husna dengan cerita berima   penulis Aan Wulandari ilustrator Mantox Studio. Buku dengan hardcover ini memuat 99 nama Allah disertai dengan penjelasan mengenai sifat tersebut. Penjelasannya dibuat berima dan sederhana sehingga mudah di pahami anak. Selain itu disetiap gambar juga disertai dengan tips akhlak, adab dan perbuatan baik.

Ketika Rafif dan Aisyah sedang makan atau santai saya membacakan satu halaman yang berisi satu asma'ul husna  dalam bahasa arab, indonesia dan inggris. Kemudian  kita bersama-sama  berdiskusi mengenai nama tersebut dan apilkasi dalam hidup sehari-hari. Misalkan ketika membahas Quddus yang berarti Allah maha sempurna saya jelaskan bahwa wajar manusia itu membuat kesalahan karena cuma Allah yang tidak pernah salah. Lalu kita membahas kesalahan masing-masing, apa yang harus diperbuat ketika berbuat salah, dan saling memaafkan ketika ada yang berbuat salah. Aisyah minta jika ada yang berbuat kesalahan dipeluk seperti yang dia lihat dibuku Barney Pelukan Kasih Sayang.

Bagian dalam buku

Bagian luar buku


Setelah itu Aisyah mewarnai nama-nama Allah yang saya print dari Easel & Ink yang ditempelkan ke dinding kaar kami. Kebetulan dinding kamar kami salah satu sisinya dilapisi keramik sehingga anak-anak bisa menempelkan apa saja tanpa merusak dinding.

Asma'ul husna yang ditempel di dinding


Rafif dan Aisya juga saya sediakan gambar tabung untuk diwarnai sebagai penanda jumlah asma'ul husna yang telah mereka pelajari. Gambar tabung ini saya dapatkan dari Islamic Bulletin Board. Sumber belajar mengenai asmaul husna bisa didapatkan secara lengkap di TJ Islamic Studies lengkap dengan Lesson Page dan Lapbook. Untuk nasyid Asmau'ul Husna juga bisa didapatkan dengan berbagai versi di Youtube.

Tabung Asma'ul Husna

Minggu, 27 Maret 2011

Kartu Pop Up

Untuk ulang tahun Rafif tanggal 23 Maret yang lalu saya membuat kartu pop up. Templatenya saya ambil dari websitenya Robert Sabuda. Robert Sabuda adalah seorang artis pembuat buku cerita pop up untuk anak-anak. Di websitenya Robert Sabuda menyediakan tutorial untuk membuat pop up yang sederhana. Polanya sudah disediakan kita tinggal print, menggunting dan menempel ditempat yang ditentukan. Sebaiknya pola di print diatas karton agar bisa kuat dan berdiri tegak. Tapi saya hanya menggunakan kertas biasa karena kalo menggunakan karton pasti ada bagian yang terbuang dari kartonnya ketika di gunting. Dibagian luarnya saya menggunakan kertas origami yang ditulis nama Rafif dengan menggunakan glitter. 


Ternyata kartu yang sederhana tersebut sangat disukai Rafif. Setelah saya berikan kartu tersebut dia buka tutup dan diperlihatkan kepada semua orang yang ada dirumah. Esoknya dia menggunakan ide pop up tersebut untuk membuat kartu ucapan terima kasih untuk setiap orang yang telah memberikan kado. Awalnya saya menawarkan untuk membuat kartu memakai template Robert Sabuda. Tapi karena tidak ada pola yang cocok akhirnya dia membuat pop up dari kerta origami yang ditekuk ke belakang sehingga ketika dibuka kertas origaminya akan berdiri seperti pop up. Sederhana memang tapi ada nilai lebih menurut saya yaitu dia mengaplikasikan suatu ide dengan cara dia sendiri.


Aisyah juga ikut membuat kartu. Saya membantunya membuat kartu dengan mulut yang bisa dibuka tutup. Kemudian Aisyah menggambar muka pada mulut tersebut dengan glitter. Kemudian saya menuliskan ucapan terima kasih didalam kotak seperti di komik-komik. Sayang saya tidak dapat menemukan kartu Aisyah ketika hendak di foto.



Sabtu, 26 Maret 2011

A Muslim Child Has Born

Internet menjadi sumber yang luar biasa untuk mendapatkan materi belajar. Salah satu blog yang menyediakan sumber belajar untuk anak muslim adalah A Muslim Child Has Born. Saya merasa harus menulis satu posting khusus tentang blog ini karena saya sangat merekomendasikan blog ini. Semua materi di blog ini bisa di download gratis. Dari mulai buku dan aktivitas yang menyertai buku tersebut sampai dengan berbagai materi islam yang disajikan dengan menarik. Materinya memang hanya untuk anak usia prasekolah sampai dengan taman kanak-kanak tetapi karena disajikan dalam bahasa Inggris dan Arab bisa saya gunakan juga untuk Rafif. 

Umm An - Nu'man selaku pemilik blog juga sangat rajin mengupdate dan menambah materi baru. Jauh lebih rajin dari saya yang hanya sekedar menulis :). Materi di blog ini juga dibuat untuk melengkapi kurikulum prasekolah dari Umm Maimoonah yang bisa didownload disini.

Jumat, 25 Juni 2010

36 Dongeng Pilihan Kak Andi


Buku 36 Dogeng Pilihan Kak Andi ini berisi 36 cerita pendek dengan para tokoh utamanya adalah para binatang. Binatang-binatang ini memiliki nama yang unik sesuai dengan jenis binatangnya misalnya Kuci Kucing, Peny Penyu dan Kolin Kelinci. Setiap cerita yang ada dibuku ini   mengajarkan sebuah positif untuk anak misalkan berani membela yang benar, kerja sama, disiplin ataupun mengambarkan akibat buruk yang ditimbulkan karena perbuatan jelek. Misalkan pada salah satu cerita ada kelinci yang tidak sabar ingin menerobos antrian untuk mendapatkan es krim dengan cara melompati hewan-hewan didepannya. Beberapa hewan berhasil dilompati tetapi ketika ingin melompati rusa kakinya tersandung tanduk rusa dan akhirnya kelinci tersebut jatuh menimpa meja es krim. Batal deh makan es krimnya.

Buku ini ditulis dan digambar oleh Kak Andi Yudha yang memang pakarnya mendongeng sambil menggambar. Saya pernah melihat sendiri betapa jagonya Kak Andi mendogeng sambil menggambar pada waktu peluncuran buku tips mendongengnya Kak Andi di toko buku MP Book Point. Gambar-gambar dibuku ini pun sangat menarik dan sesuai dengan tema. Bahasa dalam buku ini pun sangat sederhana sesuai sehingga dengan cepat dapat dipahami anak. Saya sudah selesai memembacakan seluruh cerita dalam buku setebal 156 halaman ini, tapi sekarang anak-anak kembali meminta saya mengulangi membacanya. Saat ini saya bergantian membacanya dengan Rafif karena Rafif menolak untuk membacanya sendiri. Terlalu banyak tulisan alasannya. Setelah Rafif membaca 1 halaman lalu giliran saya yang membacanya. Pendengar setianya Aisyah ditambah Afkar yang sekali-sekali ikut nimbrung :)

Setelah membaca beberapa cerita saya kemudian mengajak anak-anak untuk membaca ensiklopedi untuk mengetahui lebih detil mengenai karakteristik binatang yang ada dalam cerita. Di dalam Ensiklopedia terbitan Time Life anak-anak jadi bisa melihat foto binatang-bintang tersebut serta beberapa fakta penting mengenai binatang tersebut.

Pengetahuan mengenai fakta tersebut kami pergunakan ketika bermain pura-pura. Misalkan saja hiu akan mati jika berhenti bergerak, maka anak yang berperan jadi hiu harus terus bergerak. Jika dia diam maka dia kemudian pura-pura mati. Jika Rafif dan Aisyah sedang jadi penyu yang  sedang dikejar "ikan hiu umi dan dek Afkar" maka mereka cepat-cepat masuk kedalam selimut setiap saya dan Afkar mendekat. Karena dari buku yang mereka baca penyu akan memasukkan kepala dan tungkainya kedalam cangkang setiap akan diganggu hewan lain. Dengan cara bermain peran inilah anak-anak bisa  lebih menerima fakta-fakta daripada hanya sekedar dibacakan saja.


Senin, 12 April 2010

Pendidikan Akhlak

Pada postingan yang lalu saya sempat curhat betapa saya kesulitan dalam membantu pembentukan akhlak anak-anak. Jauh lebih sulit jika dibandingkan membantu anak-anak dengan segala urusan akademik. Saya mencoba mengevaluasi perjalanan homeschooling anak-anak dan berakhir pada satu kesimpulan bahwa untuk urusan pembentukan karakter anak-anak ketinggalan jika dibandingkan urusan akademiknya. Padahal salah satu alasan kenapa saya memilih untuk homeschooling, saya tidak ingin anak-anak terlalu mengedepankan akademik. Saya tidak ingin anak saya hanya sekedar pintar tanpa membawa nilai-nilai yang baik pada dirinya.

Saya ingin kembali ke tujuan awal semula yaitu saya ingin anak-anak mempunyai akhlak yang baik, dan itu tidak bisa didapatkan secara otomotis. Orang tua yang harus mendidik dan membantu anak-anak. Saat ini saya mencoba mengumpulkan berbagai materi bagi orang tua untuk pembentukan karakter anak.


Untuk saat ini materi yang saya dapatkan adalah sebagai berikut:

Website:
- Talibiddeen Junior
- Good Character
- Centre on Social and Emotional Foundation for Early Learning

Buku :
- Buku cerita anak-anak mengenai Akhlak
- Cara Nabi Mendidik Anak by Ir. Muhammad Ibnu Abdul Hafidh Suwaid
- How to Talk so Kids Will Listen (edisi terjemahan) by Adele Faber dan Elaine Mazlish
- Character Education penerbit Carson Dellosa
- Character Counts penerbit Carson Dellosa
- Manners penerbit Carson Dellosa

Dengan resouces diatas saya merasa kembali bersemangat menmpuh perjalanan tamasya kami. Semoga dalam perjalanan kami ini tidak ada lagi yang tertinggal yang membuat saya harus kembali lagi untuk mengambilnya :)






Rabu, 24 Maret 2010

Kendala Dalam Homeschooling

4 tahun sudah saya menerapkan homeschooling untuk anak pertama saya Rafif. Ternyata kendala yang paling sulit yang saya temui dalam menjalankan homeschooling bukan masalah sosialisasi, kurikulum atau materi belajar, ijazah dan waktu yang dibutuhkan untuk mengajar melainkan bagaimana mengajarkan Akhlak atau Karakter bagi Rafif, Aisyah dan Afkar.

Sosialisasi bukan merupakan isu besar ketika menjalani homeschooling selama sosialisasi yang dimaksud bukan hanya terbatas berteman dengan teman yang seumuran saja. Saya memberikan banyak kesempatan bagi rafif dan Aisyah untuk bertemu dan beriteraksi dengan banyak orang dari mulai yang lebih kecil, sebaya ataupun yang lebih tua dengan cara ikut komunitas homeschooling, membuka pintu rumah lebar-lebar bagi semua anak di dekat rumah kami, membawa Rafif dan Aisyah dalam semua kegiatan saya. Kedepannya saya berniat memasukkan Rafif dan Aisyah dalam salah klub olahraga atau hobi sehingga mereka bisa mendapatkan teman-teman baru nanti.

Kurikukulum, hmmm mungkin ini yang paling rumit kelihatannya. Apalagi jika kita tidak berlatar belakang pendidikan. Ada banyak sekali kurikulum yang tersedia bagi para homeschooler. Dari yang gratisan sampai harga ribuan dolar di internet. Setelah intip sana intip sini melihat berbagai kurikulum yang bisa saya lihat, saya punya kesimpulan bahwa semua kurikulum itu mempunyai tujuan yang sama. Misalkan anak SD kelas 1 diharapkan sudah bisa menghitung dan menjumlahkan sampai dengan 20. Hanya cara mengajarkannya saja yang berbeda-beda. Atau misalkan saja sains untuk SD kelas 1 berkutat pada pembahasan mengai tumbuhan, panca indra ataupun binatang. Jadi yang perlu kita pegang adalah kompentensi apa yang harus dikuasai oleh anak pada setiap tingkatannya. Kurikulum yang digunakan bisa apa saja. Untuk anak usia dini yang paling penting adalah Membaca, Menghitung dan Menulis. Tanpa membeli kurikulum apapun saya yakin semua ibu-ibu bisa mengajarkan 3 kompetensi dasar tersebut.

Mengenai materi belajar saya mendapatkan banyak sekali dari internet, dari teman-teman sesama HS, dari toko buku ataupun dari berbagai pelatihan. Ada masa-masa dimana ketika saya masih meraba-raba dan belum tahu mau pakai kurikulum apa sehingga mendownload atau mengcopy semua materi belajar yang bisa saya dapatkan
sampai akhirnya menumpuk dan membuat saya semakin binggung :))

Untuk mendapatkan ijazah dalam negeri kita bisa mendaftarkan anak kita kesalah satu komunitas homeschooling seperti Berkemas atau lembaga PKBM teerdekat. Untuk ijasah luar negeri bisa mendapatkannya melalui distance learning atau lembaga tertentu seperti Cambridge.

Waktu yang diperlukan anak untuk menguasai pelajaran pun lebih pendek jika dibandingkan sekolah, karena dirumah anak suasananya lebih santai dan mendapat perhatian penuh. Jadi tidak perlu dibayangkan jika homeschooling maka waktunya hanya habis untuk mengajar anak seharian. Dalam sehari paling lama saya menemani setiap anak hanya 1 jam. Biasanya yang memakan waktu lama adalah menyiapkan bahan-bahan jika menggunakan kurikulum sendiri.


Nah jadi yang paling sulit bagi saya dalam mendidik anak dirumah adalah menjadikan anak-anak bertingkah laku yang baik, bertanggung jawab, rajin, menghargai orang dan sebagainya. Jujur saja lebih mudah rasanya mengajarkan anak membaca ataupun berhitung dibandingkan dengan hal-hal tersebut diatas. Ketika anak sudah bisa membaca maka dia akan selalu ingat bagaimana caranya membaca. Tapi Rafif dan Aisyah cenderung cepat sekali lupa jika di mesjid tidak boleh lari-lari atau berteriak, tidak boleh memukul ketika marah, saling berbagi, bertanggung jawab terhadap barang-barang dan sebagainya.

Saya masih harus bekerja keras dalam membina karakter anak-anak. Sebelumnnya saya juga harus mendidik diri sendiri dulu agar bisa menjadi contoh yang baik. Selain itu juga banyak berdoa pada Allah agar dimudahkan dan diberi banyak kesabaran. Insya Allah dipostingan-postingan yang lain saya akan bercerita pengalaman saya.Saya juga akan senang sekali jika ada pembaca yang berkenan berbagi pengalaman dalam membina akhlak anak dikolom komentar blog ini.

Selasa, 07 Juli 2009

Kolase Bumbu Dapur

 

Ini adalah karya seni yang tak disengaja. Berawal dari Aisyah menumpahkan persediaan jintan di dapur. Akhirnya daripada sayang terbuang kita buat kolase dengan menaburkannya diatas gambar cetakan tangan yang seluruh permukaannya diolesi lem. Jadilah karya seni sekaligus peringatan bahwa tangan tidak digunakan untuk memukul.





Posted by Picasa

Selasa, 16 Juni 2009

Bermain Ular Tangga ( Board Games )

 


Bermain merupakan sarana pembelajaran yang efektif untuk anak-anak. Seperti halnya dengan bermain ular tangga. Saya mendapatkan satu file PDF yang berisi permainan sejenis ular tangga yang di print. Berkisah tentang perjalanan kodok-kodok yang berjuang untuk mencapai garis finish. Di sana sudah menanti seorang putri raja yang akan memberikan sebuah kolam bagi kodok yang berhasi mencapai finish terlebih dahulu. Agak berbeda dengan permainan ular tangga yang biasa. Board game atau papan permainan yang saya dapatkan ini jumlah kotak yang dilalui hanya 25 kotak tidak sampai 100 Kotak. Ularnya diganti dengan gambar air terjun sedangkan tangganya diganti dengan batang kayu yang bisa dilewati. Selain itu ditengah-tengah beberapa kotak juga terdapat perintah dalam bahasa inggris.

Dari Board Game ini Rafif dan Aisyah bisa belajar:
- Menghitung jumlah dadu yang muncul
- Menjalankan bidaknya sesuai dengan dadu yang muncul ( 1-1 correspondance)
- Bahasa Inggris
- Bergantian menjalankan dadu
- Menerima Kekalahan




Posted by Picasa

Minggu, 07 Juni 2009

Self - Discipline

 

Anak-anak tidak cukup diingatkan hanya dengan kata-kata saja. Jika hanya dengan kata-kata bisa saja mereka bosan dan kita juga capek ngomel terus :). Aisyah sering sekali merebut barang yang sedang dipegang Rafif. Akhirnya Rafif marah dan terkadang sampai memukul. Setelah beberapa kali kejadian saya membuat mereka berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan masing-masing. Janji tersebut saya tulis di sebuah gambar bola yang saya ambil dari buku Charater Education for Kids. Kemudian poster tersebut saya tempel di dinding rumah menggunakan Tack It.
Setiap mereka bisa melaksanakan janji tersebut mereka bisa memindahkan gambar bola tersebut ke dalam gawang. Sambil saya jelaskan juga bahwa mereka sudah melakukan Self - discipline karena telah dapat mengendalikan diri sendiri. Lumayan pertengkaran bisa dikurangi walapun belum hilang sama sekali.





Posted by Picasa

Sabtu, 24 Januari 2009

9 Akhlak (Karakter Positif) Pendukung Keberhasilan Akademik

Saya bisa dikatakan fansnya Bu Ery Soekresno seorang psikolog yang bergerak di bidang dunia anak dan pendidikan. Ide-ide yang dipaparkan bu Ery dalam setiap seminar yang saya ikuti membuat saya semakin mendapatkan keyakinan bahwa saya sebagai orangtua bisa memberikan pendidikan yang baik bagi anak melalui homeschooling.

Awalnya menjalani homeschooling pasti akan ada keraguan dari para orang tua termasuk saya mengenai kemampuan mengajar.
" Aduh bisa ngga yah saya ngajarin anak?"
"Sabar nggak yah?"
"Tahan ngga ya ngajar 6 jam sehari"
Ini sebagian fikiran yang menggelayuti fikiran saya pada awalnya. Karena definisi mengajar bagi saya awalnya adalah memberikan penjelasan mengenai suatu topik agar anak bisa tahu dan faham mengenai topik tersebut.

Ternyata bukan itu definisi mengajar menurut bu Ery.

Definisi mengajar adalah memotivasi anak agar mau memperlajari suatu topik, sedangkan yang akan membuat dia mengerti itu adalah dirinya sendiri bukan orang tua. Agar anak bisa mengerti juga terkadang tidak langsung mungkin saja akan mengalami kebingungan dan berbuat salah sebelumnya. Itu hal yang wajar karena belajar merupakan suatu proses bukan hanya sekedar tahu jawaban yang benar yang mana.

Oleh karena itu yang paling penting adalah membangun karakter positif anak yang akan mendukung proses belajar anak. Dan ini merupakan tugas utama orang tua.

Pada dasarnya anak itu fitrahnya sudah memiliki semua potensi kebaikan dalam dirinya. Hanya saja perlu bantuan orang tua agar anak bisa mengeluarkan kebaikan-kebaikan yang terpendam dalam dirinya tersebut. Kalau anak terlihat 'nakal' bagi kita sebenarnya bukan karena anak memiliki jiwa kriminal melainkan hanya karena mereka masih lugu, belum tahu ataupun karena anak memang senangnya yang enak-enak saja.

9 Akhlak (Karakter Positif) yang akan mendukung keberhasilan anak melalui proses akademik menurut bu Ery adalah sebagai berikut :

1. Rasa Percaya Diri
Rasa PD bisa dilatih dengan cara memberikan pilihan bagi anak terutama ketika kita ingin anak melakukan sesuatu dan kesempatan melakukan pekerjaan sederhana sendiri.
Ketika kita ingin menyuruh anak mandi misalnya ketika anak menolak kita bisa memberikan pilihan " Dek, mau mandi air dingin atau air hangat?". Dan ketika dia sudha memilih hargai apapun pilihannya jangan mengkritik dengan berkata misalnya " yah kok air hangat kan umi repot masaknya!". Ini akan kembali menjatuhkan mental anak.

2. Rasa Ingin Tahu
Ketika anak tidak lagi punya rasa ingin tahu maka proses belajarnya terhenti karena dia merasa sudah cukup dan tidak ingin tahu apa-apa lagi. Oleh karenanya kita harus selalu memumpuk rasa ingin tahu yang sebenarnya sudah Allah berikan kepada semua anak.
Caranya berusaha menjawab semua pertanyaan anak, kalau tidak bisa ajak dia ikut mencari jawaban tersebut. Kita juga bisa mengajarkan anak mengajukan berbagai pertanyaan terhadap satu topik dengan pertanyaan yang diawali Apa, Mengapa, Bagaimana, Kapan, Siapa, Berapa lama dan Berapa Biaya membuatnya.

3. Motivasi
Motivasi sebaiknya berasal dari dalam diri sendiri bukan karena dia ingin menyenangkan orang tua ataupun karena hadiah. Oleh karena itu ketika kita ingin anak melakukan sesuatu jangan diimingi-imingi hadiah sebelumnya atau dengan amarah sehingga anak melakukannya hanya karena ingin menghindari amarah kita.
Selain itu kita juga bisa meminimalkan memberi perintah kepada anak, biarkan anak yang mengambil keputusan mengenai apa yang seharusnya dia lakukan berdasarkan fakta yang ada. Misalkan alih-laih berkata " dek, beresin dulu mainannya sekarang!" Kita bisa ganti dengan " dek, rumah kita berantakan yah, mainanmu berserakan. Gimana caranya supaya rumah kita ngga berantakan lagi"?. Jadi ide membereskan mainan itu akan datang dari dia sendiri.

4. Kemampuan Kontrol diri
Kemamapuan kontrol diri akan didapatkan anak jika dia diberikan kesempatan untuk mengekspresikan perasaannya. Jadi ketika anak marah biarkan anak marah selama dia tidak merusak barang ataupun memukul. Anak boleh mengungkapkan semua perasaannya orang tua lah yang akan membantu anak mengekspresikan dengan cara yang benar.

5. Kemampuan Kerja Sama
Kerjasama bisa dilatih dengan banyak hal misalkan saja dengan membuat kue bersama-sama ibu dan adik ataupun membangun menara yang tinggi dengan teman. Tunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan bersama akan lebih cepat selesai.

6. Mudah Bergaul
Anak kuper sering menajdi masalah bagi orang tua. Orang tua seringkali khawatir kalau anak tidak mudah bergaul walaupun pada kenyataannya anak usia 2 tahun belum bisa bermain bersama. agar anak mudah bergaul anak diberikan kesempatan bertemu dengan prang lain tidak hanya teman sebaya tetapi juga teman berbagai usia dan orang dewasa.
Bu ery mengingatkan anak berumur dibawah 4 tahun harus ditemani oleh orang dewasa ketika ingin bermain dirumah temannya karena anak usia dini masih mau enaknya sendiri tanpa memperdulikan aturan-aturan yang berlaku.

7. Mampu Berkonsentrasi
Tips sederhana yang diberikan bu Ery agar anak bisa berkonsentrasi adalah dengan memegang anak serta meminta anak menatap mata kita ketika kita berbicara padanya.

8. Empati
Ketika kita ingin anak berempati kita harus mengenalkan berbagai jenis perasaan kepada anak. Sedih, marah, takut, kecewa, cemas, bahagia dan sebagainya. Sehingga anak bisa membaca perasaan orang lain dan kemudian mencoba berempati.
Untuk kegiatan kongkrit setiap malam takbiran anak-anak Bu Ery akan berkeliling Jakarta untuk memberikan hadiah bagi para pemulung.

9. Kemampuan Berkomunikasi
Ketika berkomunikasi dengan anak hindari bahasa bayi misalkan " Adek mau maem, ya?". Ketika anak salah mengucapkan sesuatu kita tidak perlu mengkritiknya tapi langsung mencontohkan yang benar. "ooo, adek mau makan, ya?"
Tips lain dari bu Ery adalah kita sebaiknya tidak memberikan apa yang diperlukan anak sebelum dia memintanya sendiri.



Semua karakter postif tersebut tidak bisa dibangun dengan cara hanya menonton VCD, membaca buku ataupun hanya berupa nasehat dari orang tua. Anak perlu diberikan kegiatan kongkrit untuk setiap Karakter. Dan yang paling penting contoh utama kita adalah Rasulullah SAW.

Beberapa website yang terkait dengan pembentukan karakter :
Centre on Social and Emotional Foundation for Early Learning
Good Charater
List berbagai websites lain bisa dilihat disini

Selasa, 23 Desember 2008

Fokus Pada Kebaikan Anak Anda

" Duh tau nggak anakku paling nggak PD orangnya, kalau disuruh kenalan pasti malu"
" Iya, anakku juga kalau giliran nyanyi kedepan pasti langsung mau nangis."
"Wah, kalo anakku lain lagi dia malah kadang terlalu berani orangnya"

Itu kata-kata yang sering saya dengar ataupun bahkan saya sendiri malah sering yang sering mengucapkan ketika bertemu dengan ibu-ibu lain. Ada saja kelemahan anak yang diumbar ketika bertemu ibu-ibu lain. Bahkan tak jarang diucapkan tepat didepan sang anak. Sebenarnya saya mengeluarkan statement seperti itu hanya karena ingin curhat sama teman, sambil mencari solusi atas masalah anak saya tersebut.

Hanya saja terlalu sering dibicarakan masalah tersebut ternyata malah semakin melekat ke anak. Loh kenapa begitu yah?

Sebagian orang tua (termasuk saya :p) terlalu sering memikirkan berbagai hal yang kurang pada diri anak. Mereka terlalu fokus pada beberapa kelemahan kecil dan melupakan kebaikan pada anak yang jumlahnya lebih banyak. Sehingga akhirnya masalah kecil tersebut malah menjadi besar dan kebaikan-kebaikan anak menjadi tertutup oleh masalah itu. Secara tidak langsung mereka sering memberikan cap jelek pada anak. Anakpun setelah beberapa kali mendengar komentar negatif dari orangtuanya, akan memandang dirinya negatif.

Lalu bagaimana caranya menghapus stigma negatif yang telah ada? Caranya adalah dengan fokus pada kebaikan anak. Ini saya pelajari melalui dua seminar yaitu di Cikeas dan Seminar Anak Soleh, Pintar dan Kaya. Novian Triwidia Jaya menyampaikan trik yang bisa orang tua pakai untuk lebih fokus pada kebaikan anak. Dengan cara menuliskan 10 kebaikan anak dalam waktu 10 menit. Jika tidak dapat kita lakukan maka kita bisa mencobanya setiap hari dengan cara minimal menulis 2 kebaikan anak setiap harinya.

Kebaikan yang kita tulis juga hendaknya mengungkapkan detil bukan gambaran umum seperti anak hebat, anak soleh dan sebagainya.

Ini contoh beberapa kebaikan Rafif yang saya tulis :
- Rafif mau menolong adiknya naik kemobil dan kemudian membantu menutup pintunya.
- Rafif senang membaca buku
- Rafif sudah pintar menggambar mobil
- Rafif mau berbagi makanan dengan teman atau adiknya
- Rafif sudah bisa membatasi bermain game

dan daftar ini akan terus bertambah panjang setiap harinya. Biarkan anak melihat atau mendengar berbagai kebaikan tersebut sehingga akan membuat dia percaya diri serta memandang positif dirinya

Setiap orang punya kelemahan termasuk anak saya, dan saya tidak ingin lagi membuat anak tertekan dengan kelemahannya. Insya Allah dengan fokus pada kelebihan atau kebaikkannya maka kelemahannya akan tidak berarti lagi

Jumat, 05 Desember 2008

Semua Bisa Sedih


Buku Semua Bisa Sedih terbitan Tiga Serangkai ini adalah favorite Aisyah saat ini. Anak-anak sepertinya punya satu buku kesayangan yang akan dia baca berulang-ulang. Setiap hari Aisyah pasti bertanya "mi, buku idih ( sedih) mana?". Abangnya Rafif juga dulu punya buku favorite yang judulnya Mimi The Selfish Kitten. Buku Semua bisa sedih mempunyai ukuran serta illustrasi gambar yang besar. Dilengkapi juga dengan sampul hard cover.

Ini salah satu buku yang membantu anak mengenali perasaan yang sering dialaminya yaitu sedih dan bagaimana rasanya. Setelah itu anak diajak mendengarkan cerita Omar yang sedih ketika ada temannya yang mengolok-olok dan cerita Amy yang merasakan kesdihan karena kelinci peliharaannya mati.

Buku seperti ini akan membantu anak meningkatkan kecerdasan emosinya karena anaknya diajak untuk mengetahui apa yang dia rasakan, bagaimana menyalurkannya sehingga anak tidak melakukan hal yang buruk dan apa yang bisa dia lakukan ketika ada orang yang sedang sedih.

Dibagian akhir buku ini juga diberikan petunjuk bagi orang tua bagaimana caranya membantu anak mengatasi perasaannya. Saya belajar dari buku bahwa semu emosi itu baik marah, kesal, sedih semua adalah hal normal yang dirasakan anak sebagai manusia. Sebelumnya ketika anak perasaannya sedang ngga enak saya pasti mengeluarkan komentar-komentar yang tidak berempati. Seperti, "Jangan nangis dong!", "Masak gitu aja takut" atau " Kok marah-marah melulu". Komentar seperti itu hanya membuat anak semakin tidak nyaman dengan perasaannya. Sekarang saya berusaha berempati kepada anak, hanya saja ada satu hal yang saya tekankan kepada anak yaitu kalau marah tidak boleh memukul atau merusak barang. Bagaimanapun kecerdasan emosi adalah salah satu kecerdasan yang harus kita kembangkan pada anak.

Summer Holiday

Libur telah tiba... Libur telah tiba... Hatiku gembira.... Siapa yang ga gembira kalau lagi liburan, apalagi kalau liburnya selama 11 min...