Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Oktober 2011

Lapbook Luar Angkasa Rafif

Rafif sudah menyelesaikan Lapbook luar Angkasa. Artinya belajar sains dengan topik luar angkasa selesai dan kami siap pindah ke topik lain. Untuk halaman depan seperti Lapbook Aisyah saya juga meminta Rafif menggambar sesuatu yang berhubungan dengan laur angkasa. Dibawah ini hasil karyanya berupa gambar pesawat ulang alik yang bersiap mendarat di bulan.
Halaman Depan




Lapbook berguna untuk mengumpulkan berbagai informasi terkait dengan topik yang ingin kami pelajari sehingga mudah dibaca atau diambil ketika diperlukan. Satu lagi yang saya sukai dari lapbook adalah kita bisa menambah halaman dengan berbagai cara menarik. Seperti lapbook Rafif ini saya menambahkan karton berwarna kuning yang bisa dibuka keatas untuk melihat halaman dibelakangnya.

Bagian Dalam





Dibagian tengah halaman pertama terdapat lipatan kertas berisi ayat yang diambil dari Surat Yunus ayat 5 yang ditulis Rafif. Ayat ini berisi pernyataan bahwa Allah yang telah menggerakkan bumi, matahari dan bulan dengan tujuan sebagai penetepan waktu. Rafif sudah belajar bagaimana rumitnya pergerakan benda-benda di laur angkasa dan hebatnya tidak ada satupun yang melanggar jalur atau menabrak benda lain. Semua sudah diatur oleh Allah Subhanallah  Wa Ta'ala. Allahhu Akbar. Inilah salah satu cara saya agar kami dapat belajar kebesaran Allah agar kami benar-benar dapat mengerti makna Allah Maha Besar.

Lembar kertas lipat yg memuat QS 10:5

Tulisan tangan Rafif

Dibawahnya saya menempelkan cerita dari Buku 365 Hari Mencintai Rasulullah SAW yang saya scan dan kemudian di print. Selain itu dibelakangnya juga ada cerita tentang Mi'rajnya Rasulullah SAW. Rafif belajar bulan terbuat dari batu yang sangat keras sehingga secara logika akan sangat sulit membelahnya. Tapi Rusullullah dengan izin Allah SWT bisa melakukannya dengan sangat mudah. Sekalai lagi Maha Besar Allah. Peristiwa Mi'raj juga menggambarkan kebesaran ALLAh. Manusia perlu bertahun-tahun belajar untuk bisa sampai kebulan. Itupun dengan kendaraan yang luar biasa sulit untuk dikendarai karena untuk menjadi astronot butuh 3 tahun latihan. Tapi Rasulullah bahkan mencapai langit ke tujuh dengan hanya mengendarai Buraq, hewan seperti kuda tanpa perlu latihan terlebih dahulu.

Cerita mengenai Rasulullah SAW membelah bulan.
Dibagian samping kanan terdapat buku mengenai bulan, matahari dan bumi yang saya dapatkan dari Science A to Z. Jika ada teman-teman yang ingin buku ini silahkan tulis alamat email pada kolom komentar dibawah ini. Saya dapat memberikan kepada 30 orang pertama. Karena lisensi Sains A to Z yang saya beli  adalah untuk 1 kelas.
Buku dari Sains A to Z
Dibagian dalam lapbook dibelakang karton berwarna kuning. Saya menempelkan berbagai fakta menarik dari Science A to Z seperti jejak kaki para Astronot yang masih terdapat dibulan karena dibulan tidak ada angin yang bertiup. Dibelakang fakata-fakta itu juga sebenarnya ada gambar mengenai rotasi masing-masing planet yang terlewat untuk difoto.
Dibagian atas sebelah kiri Lapbook  ada kertas yang bertuliskan tulisan fiksi Rafif yang berkisah tentang Mr. Bun yang terbang ke Jupiter membawa 6 koper dan bertemu alien disana. Dibawahnya ada flip book planet dengan gambar planet yang diurut berdasarkan kedekatan dengan matahari.
Selain itu juga ada gambar  pesawat ulang alik lengkap dengan keterangan bagian-bagiannya. Dibawahnya ada Moon Phase Dial , lingkaran yang bisa diputar untuk menggambarkan 8 fase  perbedaan tampilan bulan jika dilihat dari bumi.

Bagian dalam Lapbook

8 Fase Bulan

Quick Read dari Science A to Z


Untuk bahan-bahan membuat Lapbook Luar Angkasa bisa dilihat dari link-link berikut dibawah ini :
- http://www.homeschoolshare.com/space_lapbook.php
- http://www.squidoo.com/spacelapbook
- http://www.lapbooklessons.com/SpaceShuttleLapbook.html
- http://amuslimchildisborn.blogspot.com/2011/06/outside-my-world-book-22.html



Selasa, 18 Oktober 2011

Lapbook Luar Angkasa Aisyah (TK)

Saya mau cerita sedikit tentang lapbook yang Aisyah buat. Tema lapbook kali ini adalah luar angkasa sesuai dengan topik sains yang kami pelajari. Alasan saya menggunakan kata kami dan bukan anak-anak karena bukan hanya mereka saja yang belajar saya juga belajar banyak hal baru bersama mereka. Untuk lapbook kali ini hampir semua materinya saya dapatkan dari Homeschool Creation. Hanya ada satu bagian yang saya print dari tempat lain. Bagian gambar pesawat luar angkasa yang didalamnya ada cerita Aisyah.

Untuk bagian depan lapbook saya minta Aisyah untuk menggambar apa saja yang menurutnya sesuai dengan ruang angkasa. Dia memilih untuk menggambar matahari dan rumah. Selain itu dia juga menempelkan bintang yang sudah diwarnai. Setelah selesai menempel bintang-bintang tersebut Aisyah dengan bangganya bilang, "Mi, lihat lapbook Iyah udah cantik kan ada bintang-bintang!".

Bagian depan Lapbook
Untuk bagian dalam ada beberapa lembar worksheet untuk belajar menulis yang saya gabung menjadi satu kemudian saya straples dibagian tengah lapbook. Jika Aisyah ingin melihat lembar kedua dia hanya perlu mengangkat lembar pertama keatas.

Bagian dalam lapbook

Worksheet menulis

                           Lembar kedua worksheet
Dibagian samping kanan ada deretan kantung kertas untuk menyimpan kartu-kartu kecil. Dibagian atas ada kartu untuk mencocokan gambar dengan bayangannya,  ditengah ada kartu yang bergambarkan benda-benda luar angkasa, dan dibawah ada kartu angka untuk disusun dari angka 10 - 1. Jadi anak belajar berhitung mundur sambil membayangkan akan meluncurkan pesawat ulang alik.

Tempat untuk menyimpan kartu-kartu kecil
Dibagian kiri lapbook ada buku kecil untuk anak belajar nama warna, kemudian ada kantung hijau yang isinya roket berbagai ukuran untuk disusun   berurutan dari mulai kecil sampai besar atau sebaliknya. Dan paling bawah ada kantung kertas lagi berisikan kartu-kartu untuk anak belajar phonik dengan cara melingkari huruf awal dari gambar yang ada.

Jika anak belum bisa menulis bukan halangan bagi dia untuk tidak bisa mengeluarkan isi pikirannya dalam bentuk tulisan. Kita bisa membantu dengan menuliskannya. Seperti yang saya lakukan dengan Aisyah. Saya menyuruh dia untuk menceritakan apa saja yang dia fikirkan mengenai pergi ke luar angkasa. Kemudian saya menuliskannya pada selembar kertas yang sudah dia gunting berbentuk roket. Seperti gambar dibawah.

Roket berisi cerita Aisyah


Lembar untuk menebalkan
Terakhir ada latihan menebalkan garis untuk menghubungkan roket dengan bulan. karena didalam sudah penuh akhirnya lembar tersebut ditempelkan dibagian belakang lapbook. Selesai sudah Lapbook sederhana untuk anak usia prasekolah atau TK. Yang menarik dari lapbook walaupun sumber materi yang diambil sama tapi hasil akhirnya pasti berbeda. Silahkan download materi dan buat lapbook kreasi masing-masing. Dan saya akan senang sekali berkujung melihat hasil Lapbbok dari teman-teman apabila meninggalkan alamatnya pada kota komen dibawah ini.

Jumat, 14 Oktober 2011

Lapbook Tanaman

Sesuai dengan janji saya pada posting sebelumnya, posting kali ini mengenai  lapbook yang Rafif buat bertema tanaman. Agar sesuai dengan temanya saya menggunakan map berwarna hijau. Awalnya saya ingin ada gambar tanaman di halaman depan tapi Rafif menolak dia memilih hanya membuat tulisan Plant dengan glitter. Karena ini Lapbook Rafif bukan lapboo saya, jadi keputusan ada ditangan dia. Tujuan saya anak-anak membuat lapbook agar apa yang sudah mereka pelajari bisa dikumpulkan dalam satu tempat dan bisa dibaca ulang kapan saja mereka butuh.
Halaman Depan
Lapbook ini terdiri dari dua lembar map yang digabung menjadi satu. Pada lembar pertama Rafif menempelkan hasil quiz yang disediakan oleh Science A to Z. Terdiri dari bagian-bagian tanaman, dan puzzle kata. Setelah itu dia juga menempelkan tulisan singkat mengenai karir yang dapat dipilih dengan menguasi ilmu tentang tanaman. Selain quiz Science A to Z juga menyediakan 3 buku kecil mengenai tanaman. Ketiga buku tersebut disimpan dalam folder berwarna oranye yang terbuat dari karton yang di depannya bertuliskan Plant Book. Terakhir saya mengajarkan Rafif membuat lingkaran yang dapat diputar yang beriskan gambar buatannya sendiri mengenai daur hidup tanaman dari mulai biji sampai menjadi tanaman yang kembali menghasilkan biji. Sebenarnya lingkaran itu ada tutupnya yang bisa diputar jadi hanya menampilkan satu daur hidup saja. Sayang tutupnya dirobek Afkar dan ketika lapbook ini difoto tutupnya masih hilang entah kemana.

halaman pertama

Bagian dari tanaman


Tulisan mengenai karir, buku-buku mengenai tanaman.

Daur hidup tanaman

Untuk lembar kedua saya mengambil bahan dari hasil googling  internet. Sumber lapbook yang paling lengkap ada di  http://www.squidoo.com/plant-lapbook- .  Di lembar kedua ini ada  lembar kertas berisi gambar komponen yang dibutuhkan tanaman untuk hidup disertai penjelasan singkat. Sebenarnya biji tidak termasuk komponen yang dibutuhkan tanaman karena dia merupakan bagian dari tanaman itu sendiri. Tapi menurut Rafif tanaman perlu biji. Itulah alasan kenapa gambar biji termasuk dalam daftar.

Gambar yang dibutuhkan oleh tanaman.


Saya juga menemukan lembar kerja yang berisi gambar aneka jenis barang. Dari gambar tersebut Rafif harus memilih barang apa yang terbuat dari tanaman. Awalnya Rafif tidak memilih spagetti sebagai benda yang dihasilan tanaman karena selama ini dia hanya melihat spaghetti dalam bentuk kering. Dari Lesson Pathways saya menemukan Grain Chain situs  internet yang berisi penjelasan mengenai padi-padian. Dari mulai padi ditanam dari biji sampai dijadikan tepung dan kemudian dibawa kepabrik untuk dijadikan roti.  Setelah berkunjung di Grain Chain Rafif jadi tahu bahwa banyak makanan yang berasal dari padi-padian yang diubah menjadi tepung seperti spaghetti atau pancake yang sering dia makan.

Worksheet benda dari tanaman

Lapbook ini juga memuat kartu-kartu kecil yang bisa disusun menjadi tahapan-tahapan tanaman dari mulai diletakkan media tanam seperti tanah sampai tanamannya besar dan berbunga. Potongan bunga yang teridiri dari akar, daun, batang dan kelopak bunga yang disusun  dan  diwarnai . Komponen terakhir dari lapbook ini adalah nama-nama bagian pohon.

Bagian dari bunga

Kartu pertumbuhan tanaman


Bagian dari pohon

Rabu, 12 Oktober 2011

Belajar Sains Tematik: Tumbuhan


Jika sebelumnya kami belajar sain secara acak hanya mengikuti bab-bab yang ada dibuku sains ditambah membuat sains eksperimen sesekali. Bulan lau saya merubah pola kami belajar secara acak menjadi belajar tematik dimana kami akan memilih satu topik tertentu dan mempelajari topik tersebut secara mendalam. Jika merasa sudah cukup baru saya ajak anak untuk memperlajari topik lain. 

Untuk topik pertama saya memilih tentang Tanaman atau Plant. Alasan utamnya karena saya punya bahan belajar tematik untuk tanaman dari website Sains A to Z. Bahan ini sangat membantu saya yang masih belum terbiasa belajar secara tematik. Dari kit yang disediakan oleh Sains A to Z saya mendapatkan:
   - 3 buah buku mengenai tanaman baik fiksi maupun non fiksi, beberapa bahan bacaan lain berupa lembaran kertas
   - 3 buah percobaan sains mengenai menanam, mengamati daun, dan mengamati biji.
   -  Lembar kerja 
   -  Kegiatan bermain peran menjadi pohon dari mulai biji sampai ditebang.
   -  Kartu-kartu berisi kosa kata baru
   -  Penjelasan mengenai pekerjaan apa yang berhubungan dengan tanaman.
   -  Quiz

Selain dari Sains  A to Z saya juga banyak mendapatkan bahan dari situs Lesson Pathways . Situs ini merangkum berbagai website yang yang mencakup topik yang ingin kita pelajari, dari mulai bahan bacaan, kegiatan, sampai video. Jadi kita tidak usah bingung mencari-cari di google krn semua sudah terangkum di website ini. Dan yang lebih asyik lagi website ini bisa diakses secara cuma.-cuma.


Kegiatan pertama kami mulai dengan menanam tanaman dari biji yang ada didapur seperti tomat, bawang, jeruk nipis dan jahe. Wih langsung semangat karena bisa main tanah dan air :) Sambil menanam saya juga jelaskanbahwa Allah yang membuat semua tanaman ini bisa hidup melalui sinar matahari, air , tanah dan udara yang semua ciptaan Allah . Tidak ada manusia yang bisa membuatnya. Bahkan jikapun manusia sudah menyediakan semua yang dibutuhkan tanaman jika Allah tidak menghendaki tanaman hidup maka tanaman itu tidak hidup. 

Setelah selesai menanam Mereka menyiram tanaman dengan otol penyiram tanaman otomatis yang idenya saya peroleh hasil menonton berbagai eksperimen Steven Spangler di Youtube. Cara membuatnya gampang sekali. masukkan air kedalam botol bekas minuman sampai penuh kemudian tutup rapat-rapat. Setelah ditutup dibuat lubang-lubang kecil di bagian samping bawah botol. Untuk memancarkan air tinggal dibuka saja tutup botolnya langsung air akan keluar. Jika tutup botol tidak dibuka maka air tidak akan memancar keluar.

Meniram dengan alat penyiram otomatis dari botol


Menempelkan label tanaman yang dibuat

Selesai menanam dan main air , kegiatan berikutnya dilanjutkan dengan observasi daun. Rafif dan Aisyah mengumpulkan 4 jenis daun yang berbeda kemudian membuat arsiran dari daun. Setelah itu saya minta mereka membuat karya seni dari daun tersebut. Rafif memilih membuat bunga dari potongan daun yang diarsir sedangkan Aisyah membuat gambar. 

Mengarsir daun

Daun yang sudah diarsir


Gambar Aisyah


Puzzle bunga dari daun Rafif
 Kegiatan selanjutnya saya aja anak untuk mengamati daun-daun yang sudah dipilih dengan mencium, meraba, mendengar bunyi yang ditimbulkan daun, elihat aneka bentuk-bentuk daun. Kemudian kami berdiskusi mengenai persamaan dan perbedaan dari daun-daun tersebut. Perbedaannya bentuk, ukuran, bau dll. Persamaan tipis, fungsi untuk memasak makanan, menempel di batang dll.

Pelajaran masih berlanjut. Heran juga saya biasanya anak-anak setelah belajar 1 jam pasti bosan kali ini mereka tetap bersemangat. Kami membaca buku-buku yang disediakan oleh Sains A to Z. Untuk mengetahui pemahaman anak saya minta Rafif menjelaskan kembali isi buku yang sudah dibaca kepada Abi.

 
Menjelaskan isi buku

Sampai seminggu kemudian kami masih belajar tentang tanaman dengan membuat lapbook.  Kami memasukkan semua materi kedalam lapbook sehingga mudah didapatkan ketika ingin mempelajari lagi. Bahan lapbooknya selain dari Lesson A to Z saya juga mendapatkan dari hasil ggogling dengan kata kunci plant lapbook. Saya akan menuliskan posting lain mengenai lapbook tanaman kami.

Selain lapbook kami juga menonton video, bermain game dan membaca berbagai artikel menarik mengenai tanaman dari situs yang terdapat di Lesson Pathways. Semua membuat Rafif dan Aisyah mendapatkan pemhaman mendalam mengenai tanaman tidak hanya dari tulisan dibuku mereka mengalaminya langsung, melihat filmnya dan bermain game kegiatan favorite anak-anak diseluruh dunia. Saya akan melanjutkan cara belajar tematik kami karena anak mendapatkan gambaran utuh mengenai suatu tema, belajar tidak hanya sains tapi melibatkan membaca, menulis, matematika, seni, ekonomi dan yang penting lagi mereka lebih mengenal Allah SWT melalui hasil ciptaannya yaitu tanaman. Saat ini kami sudah menyelesaikan tema tanaman kami dan beralih ke tema luar angkasa pilihan Rafif. Tunggu postingan berikutnya mengenai luar Angkasa :)

Minggu, 14 Agustus 2011

Tantangan 30 hari Klub Oase # 5

Wah padahal hari ini sudah memasuki hari ke 14 sedangkan laporan pandangan mata baru sampai hari ke 5 :( Ternyata belum bisa memenuhi komitmen sendiri untuk bisa ngeblog setiap hari. Tapi setidaknya saya akan mencoba untuk tetap mendokumentasikan kegiatan kami selama Bulan Ramadhan.

Hari ke 5 Ramadhan saya mengajak Aisyah membuat fase-fase bulan sebagai hiasan gantung. Sebelumnya saya membuat pola 8 bentuk bulan di karton putih. Setelah itu saya mengajarkan Aisyah untuk mewarnai bulannya sebelum digunting. Kami tidak menggunakan alat mewarnai seperti krayon atau spidol seperti biasa tapi kai akan menggunakan warna dari lunturan kertas krep yang sudah dibasahi dengan air. Olesi kertas karton dengan air lalu tempelkan potongan kertas krep seperti gambar dibawah ini.


Setelah beberapa saat kertas krepnya diangkat meninggalkan warna-warna cantik yang pudar dan agak bercampur. Agar tidak robek ketika digunting maka kertas kartonnya dijemur terlebih dahulu. Sambil menunggu kering anak bisa kita aja belajar menngenai evaporasi. dengan cara  mengamati karton. Karton yang tadinya basah ketika dijemur maka airnya akan menghilang sedikit-sedikit. Kita jelaskan bahwa airnya tidak menghilang tapi berubah menjadi uap air yang ringan dan naik keatas langit. Diatas mereka nantinya akan berkumpul menjadi awan.


 Untuk kolasenya saya masih menggunakan aplikasi Photoscape dan template dari Shabby Princess. Untuk cara membuat kolasenya bisa dilihat disini

Sabtu, 06 Agustus 2011

Tantangan 30 hari Klub Oase # 4

Untuk Tantangan Klub Oase hari ke-4, saya mulai mengunakan aplikasi Photoscape untuk menyusun kolase foto kegiatan Rafif dan Aisyah. Hasil kolase saya bisa dilihat di album Facebook saya.  Photoscape bisa di download secara gratis dan dipakai ketika kita offline. Background dan hiasan kolasenya saya ambil dari Shabby Princess yang menyediakan free scrapbook kits.

Photoscape tidak hanya menyediakan sarana untuk mengedit foto tapi juga menyusun, menggabungkan beberapa foto, memotong foto layaknya puzzle sampai membuat animasi dan komik.

Tutorial sederhana membuat kolase dengan Photoscape adalah sebagai berikut :
 1. Buka aplikasi Photoscape yang sudah didownload.
2. Pilih modul Page
3. Pilih layout foto yang diinginkan dikolom sebelah kanan
4. Masukkan background atau paper dari scrapbook kit. pilihannya ada di kolom sebelah kiri.
5. Jika ingin menggunakan frame yang disediakan photoscape pilih di kotak frame dikolom sebelah kanan atas.
6. Jika sudah selesai silahkan di save ada yang ingin ditambahkan silahkan klik tombol Edit dibawah tombol Save.
7. Dibagian Edit jika ingin menambah gambar atau tulisan bisa pilih Object yang terletak dibagian bawah. Kita bisa memilih object yang disediakan photoscape atau object lain yang sudah ada dikomputer kita.

List situs yang menyediakan Scrapbook Kit bisa kita lihat di sini. Hanya saja ukuran kit yang didownload lumayan besar berkisar puluhan Mb. Tapi dengan mendownload kit tersebut kolase kita akan tampil cantik.

Kegiatan lain yang kami lakukan kemarin adalah percobaan Merica Kocar Kacir. Idenya diambil dari situs webnya Rumah Sains Ilma yang menyediakan berbagai kegiatan menarik yang berhubungan dengan sains.
Gambar dibawah adalah gambar merica yang dituang ke air. Merica masih berkelompok dan mengumpul di tengah.
Add caption
Setelah itu saya memasukkan tangan saya, pensil dan beberapa benda lain. Tapi ketika diangkat susunan mericanya masih seperti awal. Lain halnya ketika saya memasukkan benda yang sudah dicelup kedalam air sabun. Mericanya langsung berlarian dan tidak mengumpul lagi ditengah. Anak-anak takjub sekali ketika melihat reaksi si merica terkena air sabun. Sampai-sampai mereka minta percobaannya diulang lagi. Gambar dibawah adalah gambar merica yang sudah terkena air sabun.



Jumat, 28 Januari 2011

Aisyah, Hulahup dan Fisika

Hubungan antara Aisyah dan hulahup dengan jelas bisa terlihat. Aisyah hobi sekali main dengan hulahup. Hampir tiada hari dilewati tanpa hulahup. Tapi apa hubungannya Aisyah, hulahup dan fisika? Saya melihat ada hubungan yang erat sekali antara Aisyah bermain hulahup dengan fisika.

Layaknya seorang scientist Aisyah memulai dengan sebuah pertanyaan besar tantang bagaimana caranya agar benda yang bernama hulahup bisa berputar di badannya tanpa jatuh. Biasanya  saya atau Rafif yang dengan senang hati walaupun tanpa dimintai untuk mengajari Aisyah berbagai hal. Tapi kali ini saya maupun Rafif sama-sama buta tentang cara bermain hulahup. Maka dimulailah serangkaian percobaan untuk memainkan hulahup. Setiap hari Aisyah mencoba mengerakkan hulahup sesuai dengan hipotesanya. Dari mulai menggerakkannya di perut, pinggang sampai kaki secara lambat, sedikit cepat, sampai secepat ungkin yang dia bisa. Ketika gagal dia mulai dengan mengeksplorasi bagian tubuh lain seperti tangan dan leher. Setiap hari ada puluhan kombinasi  yang dia coba. Sampai akhirnya 1 bulan kemudian Alhamdulillah dia berhasil menemukan formula yang tepat untuk bermain hulahup.

Aisyah tidak hanya sekedar bermain hulahup tapi dia juga belajar untuk konsisten dan arti sebuah kata pantang menyerah.  Selain itu juga ada energi gerak, rotasi dan eksperimen yang menjadi dasar untuk belajar fisika nantinya.

Kamis, 09 Desember 2010

Laboratorium Teras

Belajar dimana saja bukan sekedar jargon bagi keluarga homeschooling seperti kami. Semua ruang bisa dijadikan kelas, termasuk teras rumah. Bahkan teras rumah bisa menjadi ruang laboratorium untuk kami. Dengan berbekal mikroskop kecil (micro lupe) kepunyaan Abi hasil dari traningnya di Jerman kami mengamati perbedaan struktur gula dengan garam. Saya memilih untuk duduk diteras agar bisa mendapatkan cahaya yang maksimal. Garam dan gulanya saya letakkan diatas kertas origami warna hitam agar lebih jelas terlihat. Disini kami sama-sama belajar karena waktu saya besekolah di sekolah dasar saya tidak punya kesempatan seperti ini :)



Posted by Picasa

Jumat, 25 Juni 2010

36 Dongeng Pilihan Kak Andi


Buku 36 Dogeng Pilihan Kak Andi ini berisi 36 cerita pendek dengan para tokoh utamanya adalah para binatang. Binatang-binatang ini memiliki nama yang unik sesuai dengan jenis binatangnya misalnya Kuci Kucing, Peny Penyu dan Kolin Kelinci. Setiap cerita yang ada dibuku ini   mengajarkan sebuah positif untuk anak misalkan berani membela yang benar, kerja sama, disiplin ataupun mengambarkan akibat buruk yang ditimbulkan karena perbuatan jelek. Misalkan pada salah satu cerita ada kelinci yang tidak sabar ingin menerobos antrian untuk mendapatkan es krim dengan cara melompati hewan-hewan didepannya. Beberapa hewan berhasil dilompati tetapi ketika ingin melompati rusa kakinya tersandung tanduk rusa dan akhirnya kelinci tersebut jatuh menimpa meja es krim. Batal deh makan es krimnya.

Buku ini ditulis dan digambar oleh Kak Andi Yudha yang memang pakarnya mendongeng sambil menggambar. Saya pernah melihat sendiri betapa jagonya Kak Andi mendogeng sambil menggambar pada waktu peluncuran buku tips mendongengnya Kak Andi di toko buku MP Book Point. Gambar-gambar dibuku ini pun sangat menarik dan sesuai dengan tema. Bahasa dalam buku ini pun sangat sederhana sesuai sehingga dengan cepat dapat dipahami anak. Saya sudah selesai memembacakan seluruh cerita dalam buku setebal 156 halaman ini, tapi sekarang anak-anak kembali meminta saya mengulangi membacanya. Saat ini saya bergantian membacanya dengan Rafif karena Rafif menolak untuk membacanya sendiri. Terlalu banyak tulisan alasannya. Setelah Rafif membaca 1 halaman lalu giliran saya yang membacanya. Pendengar setianya Aisyah ditambah Afkar yang sekali-sekali ikut nimbrung :)

Setelah membaca beberapa cerita saya kemudian mengajak anak-anak untuk membaca ensiklopedi untuk mengetahui lebih detil mengenai karakteristik binatang yang ada dalam cerita. Di dalam Ensiklopedia terbitan Time Life anak-anak jadi bisa melihat foto binatang-bintang tersebut serta beberapa fakta penting mengenai binatang tersebut.

Pengetahuan mengenai fakta tersebut kami pergunakan ketika bermain pura-pura. Misalkan saja hiu akan mati jika berhenti bergerak, maka anak yang berperan jadi hiu harus terus bergerak. Jika dia diam maka dia kemudian pura-pura mati. Jika Rafif dan Aisyah sedang jadi penyu yang  sedang dikejar "ikan hiu umi dan dek Afkar" maka mereka cepat-cepat masuk kedalam selimut setiap saya dan Afkar mendekat. Karena dari buku yang mereka baca penyu akan memasukkan kepala dan tungkainya kedalam cangkang setiap akan diganggu hewan lain. Dengan cara bermain peran inilah anak-anak bisa  lebih menerima fakta-fakta daripada hanya sekedar dibacakan saja.


Jumat, 04 Desember 2009

Nature Walk

Alhamdulillah, pulang ke aceh artinya kembali lagi menghirup udara segar. Sekarang setiap pagi kami punya rutinitas jalan-jalan pagi. Komplek perumahan Busyik ( kakek ) Rafif dan Aisyah letaknya dibagian atas kota Banda Aceh didekat kaki bukit Barisan sehingga udaranya sangat sejuk di pagi hari. Mobil-mobil juga tidak banyak yang lewat apalagi jika dibandingkan dengan perumahan padat penduduk di Jakarta tempat kami tinggal. Tidak hanya udara segar yang bisa didapatkan anak-anak ketika jalan pagi tapi juga berbagai pelajaran lain.

Aisyah bisa belajar angka melalui nomer-nomer rumah atau plat kendaraan yang terparkir. Belajar membaca melalui nama-nama jalan ataupun tulisan yang berada disepanjang jalan. Belajar warna dari berbagai macam bunga yang tumbuh di sepanjang jalan dan halaman rumah. Belajar aneka jenis tanaman tapi kalau yang ini saya juga sebenarnya masih harus belajar banyak :). Belajar mendengarkan aneka macam suara. Belajar merasakan berbagai tekstur dengan menyentuh aneka jenis tanaman.



Tadi Aisyah tertarik sekali dengan kupu-kupu. Selama ini dia hanya melihat kupu-kupu di buku. Ada banyak seklai jenis kupu-kupu yang tadi kami temui. Bahkan ada satu yang cukup besar berwarna hitam serta corak ungu yang sedang hinggap cukup lama dipagar. Akhirnya Aisyah berhenti cukup lama memandangi kupu-kupu tersebut. Dia mengamati dengan seksama sayap kupu-kupu yang mengepak dengan pelan membuka tutup. Observasi kupu-kupu.

Sepanjang jalan Anak-anak juga senang bisa berlari, loncat, jalan mundur, naik turun tanjakan. sampai akhirnya Aisyah capek dan minta gendong. Saya terpaksa mengambil alih mengendong Afkar sementara abinya mengendong Aisyah. Syukur rumah Busyik hanya tinggal beberapa ratus meter lagi.

" Mi, tadi asyik yah jalan-jalan liat daun !" komentar Aisyah ketika kami tiba dirumah. alhamdulillah bukan hanya berbagai pelajaran yang kami dapatkan tapi juga kegembiraan anak-anak.


Lebih banyak lagi tentang nature walk bisa dilihat disini atau google dengan kata kunci nature walk.

Kamis, 03 Desember 2009

Belajar Dengan Bertanya

Ada satu workshop menarik mengenai belajar Sains untuk anak yang pernah saya ikuti sekitar 2 tahun lalu. Workshop tersebut diselenggarakan LMPI dikawasan Utan Kayu dengan pembicara Buchori Nasution. Workshop ini mengambil tema pengajaran sains untuk anak usia dini. Tapi yang membedakannya adalah disini kita ditunjukkan satu fakta penting dalam belajar sains. Sebelumnya belajar sains bagi saya identik dengan menghafal berbagai fakta serta melakukan serangkaian eksperimen.

Faktanya anak belajar banyak dengan cara bertanya. Semakin banyak pertanyaan yang dia ajukan maka semakin banyak yang ia pelajari. Hmmm saya teringat masa-masa saya disekolah dulu biasanya murid jarang sekali bertanya malah harus banyak menjawab pertanyaan-pertanyaan guru. Kalaupun ada kesempatan bertanya malah biasanya semua murid tidak ada yang bertanya. Rasanya bertanya bukan budaya kami waktu itu.

Workshop tersebut juga menekankan pentingnya guru atau orang tua untuk mendorong anak agar aktif bertanya serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Rasa ingin tahu yang tinggi sebenarnya sudah dibekali oleh Allah SWT kepada setiap anak. Terbukti pada anak kecil yang biasa ingin mencoba dan bertanya mengenai berbagai hal. Tapi biasanya rasa ini semakin memudar seiring dengan usia anak. Bisa dikarenakan pertanyaan-pertanyaannya banyak yang tidak mendapatkan respon atau jawaban sehingga akhirnya si anak menjadi malas kembali bertanya.

Dalam Workshop tersebut juga ada permainan untuk mendorong anak membuat pertanyaan sebanyak-banyaknya. Cara bermainnya adalah orang tua memasukkan sebuah benda kedalam kantung kertas lalu anak akan menganjukan berbagai pertanyaan mengenai benda tersebut yang akan diajawab orang tua dengan jawaban ya atau tidak. Permainan berhenti ketika anak dapat menjawab dengan benar benda apa yang ada dalam kertas melalui pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan.

Contoh permainan lain yang pernah saya tonton pada salah satu tayangan Super Nanny adalah sebagai berikut:
- Semua anggota keluarga duduk membentuk lingkaran sehingga mereka bisa melihat satu sama lain. Lalu didahi setiap orang dilengketkan selembar kertas post it yang berisi tulisan nama binatang seperti kucing monyet dan lain-lain. Setiap orang harus menebak tulisan apa yang ada didahinya dengan mengajukan berbagai pertanyaan kepada anggota keluarga yang lain seperti apakah saya berbulu? atau apakah saya berkaki empat? Sampai mereka bisa menjawab dengan benar tulisan apa yang ada pada post it yang menempel didahi mereka.

Selain binatang topik lain juga bisa dimainkan misalkan saja angka, makanan, tanaman dan sebagainya.


Poin penting lain yang saya dapatkan dari workshop tersebut adalah anak pintar tidak hanya dibuktikan dari kemampuannya menjawab berbagai pertanyaan tetapi juga dari kemampuannya mencari jalan ia agar dapat menyelesaikan persoalannya.

Tetapi pada praktek sehari-harinya memang susah menghilangkan apa yang sudah mendarah daging. Saya sering lebih banyak bertanya pada anak untuk mengetes kemampuannya daripada merangsang dia untuk terus banyak bertanya. Mudah-mudahan catatan kecil di blog ini bisa menjadi pengingat saya agar merangsang anak-anak untuk terus punya rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu merupkan modal awal bagi seorang ilmuwan.


Jumat, 17 Juli 2009

Buku Science Primary

Kemarin kami berkunjung untuk kedua kalinya ke toko buku Mentari Cipete Raya ( 021-6870 7022). Rencananya mau beli buku Science untuk tingkat primary 1. Selama ini kami belajar science tidak menggunakan buku teks melainkan hanya melalui kehidupan sehari atau berbagai percobaan sains untuk anak usia dini. Untuk memastikan topik apa yang seharusnya dipelajari Rafif di tingkat primary 1, saya butuh buku teks sebagai panduan belajar. Sehingga tidak ada topik yang terlewat untuk dipelajari.


Berdasarkan rekomendasi dari Mbak Ines Setiawan buku yang direncanakan akan dibeli adalah terbitan Marshall Cavendish seri My Pals are Here. Karena buku terbitan Singapore ini ditujukan kepada stident yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua sehingga pembahasannya lebih jelas dan menggunakan bahasa Inggris yang sederhana. Dibandingkan dengan buku terbitan dari Inggris langsung yang "kering" akan penjelasan.

Tetapi ketika melihat isinya ternyata semua topik yang tercakup pada buku untuk Primary 1 sudah pernah kami bahas sebelumnya dan saya yakin Rafif sudah menguasainya. Dia pasti akan bosan jika harus mengulang lagi.

Adapun topik untuk tingkat Primary 1 adalah sebagai berikut:

1. Ourselves ( Our Body, Our 5 Senses, Food We Eat)
2. Using Our Senses ( Color Shapes and Sizes, Group, Sounds, Smell Taste and Touch)
3. Animals
4. Plants ( Plants around us, Plants grow taller and bigger)
5. Taking Care of Our World ( Do not Littering)
6. Sink or Float
7. Light and Dark

Akhirnya saya putuskan untuk langsung membeli buku tingkat Primary 2 dari seri yang sama yaitu Lets Learn Science Year 2 by Joy Tan seharga Rp. 79.000. Asyiknya Homeschooling tidak masalah anak loncat ke tingkat lebih tinggi untuk suatu mata pelajaran tertentu. Jadi walaupun Rafif seharusnya baru Primary 1 tapi dia sudah bisa mulai belajar pelajaran untuk tingkat Primary 2.
Untuk menilai pemahaman anak juga disedikan workbook yang berisi soal-soal untuk dikerjakan anak. Tapi saya tidak membelinya karena murid saya cuma satu tanpa workbook saya bisa tahu apakah murid saya sudah paham atau belum.

Untuk tahun kedua Topik yang akan dibahas adalah sebagai berikut :

1. Living Things and Non-Living Things
2. Food
3. We Grow Bigger
4. What Animals Need
5. Animals Grow Bigger To
6. Very Important Seeds
7. Thirsty Plants
8. Which is Longer
9. Batteries
10. Mixing Things
11. Push and Pull
12. Change
13. Electricity

Jika anda tidak berniat membeli bukunya ikuti saja topik-topik diatas dan cari bahannya dari berbagai sumber lain seperti buku dan internet. Saya juga mungkin tidak mengikuti satu persatu tahapan pelajaran yang ada tapi memanfaatkan saja berbagai kesempatan yang ada. Misalkan saja saat sedang di dapur bisa langsung membahas mengenai mixing things walaupun jika menurut buku seharusnya membahasa batere dulu.

Jumat, 16 Januari 2009

Percobaan Sains : Membuat Gunung Berapi

 


Dapur beserta perlengkapannya bisa jadi disulap menjadi laboratorium Sains sederhana.

Tinggal siapkan sebotol cuka, satu atau dua sendok baking soda, pewarna makanan untuk menambah semarak, kardus karton bekas kemasan makanan, botol bekas plus ember kecil. Voila......Jadilah gunung berapi lengkap dengan letusannya yang mengeluarkan lava merah.


Ini yang pernah kami lakukan di dapur kami, dengan memanfaatkan barang-barang yang ada didapur Rafif belajar bahwa baking soda apabila dicampur dengan cuka yang diberi pewarna akan menghasilkan semburan laksana lava dari gunung berapi.

Awalnya sempat gagal karena cuka yang dituangkan terlalu sedikit. Botol cukanya terbuka terlalu kecil jadi cuka yang keluar hanya berupa tetesan. Setelah botolnya dibuka lebih lebar cuka bisa dituang lebih banyak dan segera menimbulkan semburan yang cukup tinggi. Kegagalan tersebut membuat Rafif belajar bahwa ketika melakukan percobaan tidak selalu langsung berhasil. Dia harus mencoba dengan cqara lain ketika cara pertama gagal. Akhirnya kemeriahan berakhir ketika cukanya sudah habis ;)



Posted by Picasa

Jumat, 12 Desember 2008

Tempat Bermain : Taman Ragunan

 

Taman Ragunan jadi tempat yang paling sering kami kunjungi jika ingin bermain di taman. Letaknya di dalam kompleks Bumi Perkemahan Ragunan JL. Raya Ragunan depan Departemen Pertanian. Kalau mau ke Ragunan sih musti lewat depan taman. Sebenarnya taman ini untuk tempat berkemah tetapi ada juga tempat bermain anak yang dilengkapi dengan ayunan, perosotan, panjat-panjatan dan bak pasir.


Banyak aktivitas yang bisa dilakukan selain bermain di area bermain. Lapangan rumput yang luas bisa dijadikan tempat untuk lari-lari, main bola, main gelembung sabun, guling-gulingan, ataupun main layangan. Keinginan Rafif untuk manjat pohon juga kesampaian disini karena banyak pohon dengan cabang rendah yang bisa dipanjat. Bosan bermain bisa jalan diarea jogging tracknya sambil mencari capung ataupun serangga lainnya. Kata kuncinya cuma satu bebas euy !!

Untuk masuk tidak dipungut bayaran hanya saja kalau ingin ada acara kelompok dan rombongan harus membayar Rp. 2000 per orang serta melaporkan kepada Pak Kosim petugas yang mengelola taman. Saran saya kalau mau ketaman ini jagan hari Minggu pagi karena rame banget jadi ngga puas maennya. Kalau hari minggu pagi kami biasanya main ke UI Depok.


Posted by Picasa

Senin, 24 November 2008

Mudik ke Aceh

 

Setiap tahunnya kami selalu pulang ke Aceh, karena orangtua saya dan suami masih tinggal di Aceh hanya beda kota. Bagi anak-anak lain mudik berarti liburan, tapi bagi Rafif dan Aisyah mudik berarti mempelajari berbagai hal baru yang menarik. Mulai dari pelajaran geografi bahwa Aceh itu jauh sekali dari Jakarta membutuhkan waktu berjam-jam untuk sampai ke Aceh. Menikmati langsung berbagai alat transportasi mulai dari pesawat terbang, bis, kapal laut sampai dengan becak mesin.

Belajar berbagai macam hidup yang tinggal di pantai yang masih bersih sekali, belajar adat istiadat orang aceh sampai dengan melihat langsung dampak dari sebuah Tsunami.
Ya, keluarga kami ada yang hilang dibawa tsunami hampir lebih dari setengah anggota keluarga besar yang tinggal di Banda Aceh. Tapi sekarang sudah banyak pembangunan. Bahkan rumah-rumah yang dulunya habis disapu tsunami juga sudah mulai dihuni kembali. Mungkin mereka berfikir bahwa tsunami tidak akan datang setahun sekali. Walaupun begitu cerita tentang tsunami pasti sudah diturunkan mulai sekarang kepada setiap generasi. Sehingga ketika gempa besar kembali menghantam lagi anak cucu yang mungkin hidup 100 tahun lagi sudah tahu apa yang harus mereka lakukan. Cerita turun-temurun ini yang menyelamatkan ribuan orang di Pulau Semelue, pulau yang begitu dekat dengan pusat gempa tapi hanya sedikit korban yang meninggal.


Posted by Picasa

Summer Holiday

Libur telah tiba... Libur telah tiba... Hatiku gembira.... Siapa yang ga gembira kalau lagi liburan, apalagi kalau liburnya selama 11 min...