Tampilkan postingan dengan label Reading. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Reading. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Oktober 2011

Lapbook Luar Angkasa Rafif

Rafif sudah menyelesaikan Lapbook luar Angkasa. Artinya belajar sains dengan topik luar angkasa selesai dan kami siap pindah ke topik lain. Untuk halaman depan seperti Lapbook Aisyah saya juga meminta Rafif menggambar sesuatu yang berhubungan dengan laur angkasa. Dibawah ini hasil karyanya berupa gambar pesawat ulang alik yang bersiap mendarat di bulan.
Halaman Depan




Lapbook berguna untuk mengumpulkan berbagai informasi terkait dengan topik yang ingin kami pelajari sehingga mudah dibaca atau diambil ketika diperlukan. Satu lagi yang saya sukai dari lapbook adalah kita bisa menambah halaman dengan berbagai cara menarik. Seperti lapbook Rafif ini saya menambahkan karton berwarna kuning yang bisa dibuka keatas untuk melihat halaman dibelakangnya.

Bagian Dalam





Dibagian tengah halaman pertama terdapat lipatan kertas berisi ayat yang diambil dari Surat Yunus ayat 5 yang ditulis Rafif. Ayat ini berisi pernyataan bahwa Allah yang telah menggerakkan bumi, matahari dan bulan dengan tujuan sebagai penetepan waktu. Rafif sudah belajar bagaimana rumitnya pergerakan benda-benda di laur angkasa dan hebatnya tidak ada satupun yang melanggar jalur atau menabrak benda lain. Semua sudah diatur oleh Allah Subhanallah  Wa Ta'ala. Allahhu Akbar. Inilah salah satu cara saya agar kami dapat belajar kebesaran Allah agar kami benar-benar dapat mengerti makna Allah Maha Besar.

Lembar kertas lipat yg memuat QS 10:5

Tulisan tangan Rafif

Dibawahnya saya menempelkan cerita dari Buku 365 Hari Mencintai Rasulullah SAW yang saya scan dan kemudian di print. Selain itu dibelakangnya juga ada cerita tentang Mi'rajnya Rasulullah SAW. Rafif belajar bulan terbuat dari batu yang sangat keras sehingga secara logika akan sangat sulit membelahnya. Tapi Rusullullah dengan izin Allah SWT bisa melakukannya dengan sangat mudah. Sekalai lagi Maha Besar Allah. Peristiwa Mi'raj juga menggambarkan kebesaran ALLAh. Manusia perlu bertahun-tahun belajar untuk bisa sampai kebulan. Itupun dengan kendaraan yang luar biasa sulit untuk dikendarai karena untuk menjadi astronot butuh 3 tahun latihan. Tapi Rasulullah bahkan mencapai langit ke tujuh dengan hanya mengendarai Buraq, hewan seperti kuda tanpa perlu latihan terlebih dahulu.

Cerita mengenai Rasulullah SAW membelah bulan.
Dibagian samping kanan terdapat buku mengenai bulan, matahari dan bumi yang saya dapatkan dari Science A to Z. Jika ada teman-teman yang ingin buku ini silahkan tulis alamat email pada kolom komentar dibawah ini. Saya dapat memberikan kepada 30 orang pertama. Karena lisensi Sains A to Z yang saya beli  adalah untuk 1 kelas.
Buku dari Sains A to Z
Dibagian dalam lapbook dibelakang karton berwarna kuning. Saya menempelkan berbagai fakta menarik dari Science A to Z seperti jejak kaki para Astronot yang masih terdapat dibulan karena dibulan tidak ada angin yang bertiup. Dibelakang fakata-fakta itu juga sebenarnya ada gambar mengenai rotasi masing-masing planet yang terlewat untuk difoto.
Dibagian atas sebelah kiri Lapbook  ada kertas yang bertuliskan tulisan fiksi Rafif yang berkisah tentang Mr. Bun yang terbang ke Jupiter membawa 6 koper dan bertemu alien disana. Dibawahnya ada flip book planet dengan gambar planet yang diurut berdasarkan kedekatan dengan matahari.
Selain itu juga ada gambar  pesawat ulang alik lengkap dengan keterangan bagian-bagiannya. Dibawahnya ada Moon Phase Dial , lingkaran yang bisa diputar untuk menggambarkan 8 fase  perbedaan tampilan bulan jika dilihat dari bumi.

Bagian dalam Lapbook

8 Fase Bulan

Quick Read dari Science A to Z


Untuk bahan-bahan membuat Lapbook Luar Angkasa bisa dilihat dari link-link berikut dibawah ini :
- http://www.homeschoolshare.com/space_lapbook.php
- http://www.squidoo.com/spacelapbook
- http://www.lapbooklessons.com/SpaceShuttleLapbook.html
- http://amuslimchildisborn.blogspot.com/2011/06/outside-my-world-book-22.html



Sabtu, 15 Oktober 2011

Lapbook G

Aisyah kesulitan mengingat huruf G. Sudah lama saya perkenalkan huruf G dia masih belum bisa mengingat bentuknya atau menemukannya diantara deretan huruf-huruf lain. Kemudian saya mencoba memperkenalkan huruf G melalui lapbook. Aisyah memang tipe pembelajar kinestetik yang perlu belajar dengan cara melakukan hands on activities untuk mepelajari sesuatu tidak seperti Rafif yang bisa belajar hanya dengan melihat bendanya saja. Lapbook ini dikerjakan bersamaan dengan Rafif mengerjakan lapbook tanaman. Dan seperti inilah hasil lapbook huruf G Aisyah yang sukses mengantarkannya mengenal huruf G.

Untuk halaman depannya saya membuat huruf G besar dan kecil yang kemudian digunting Aisyah dan ditaburi Glitter. Kebetulan glitter juga dimulai dengan huruf G. Dibagian dalamnyya ada lembar mewarnai berbentuk gajah. Kemudian ada kantung kertas yang berisikan puzzle gurita. Puzzle ini saya dapatkan dengan cara menempelkan gambar gurita yang cukup besar di karton kemudian digunting menjadi beberapa bagian. Disamping kantung isi puzzle ada kantung kecil berisikan beberapa gambar anak gajah. Gamabr anak  gajah ini bisa digunakan untuk berhitung.  Disebelahnya ada lembar dot to dot berbentuk lapangan golf yang terdiri dari beberapa hole. Jika lembar dot to dot itu diangkat maka terdapat lembar latihan menulis huruf G. Terakhir ada gambar hasil karya Aisyah dengan tulisan gambar. Gambar juga sesuai dengan huruf G karena dimulai dengan huruf G.

Bagian depan

Gambar gajah dan Puzzle gurita

Lembar dot to dot

Lembar menulis

Senin, 10 Oktober 2011

Metode Cantol Raudhoh untuk Belajar Membaca

Setelah Rafif bisa membaca menggunakan metode Cantol Roudhoh. Saya mencoba lagi menggunakan metode tersebut untuk mengajarkan Aisyah membaca. Metode cantol merupakan sebuah metode dimana anak diajarkan suku kata dengan mengasosiasikan suku kata tersebut dengan benda. Misalkan Suku kata Ba dikaitkan dengan Baju, suku kata Ca dengan Cabe, Da dengan Dadu dan seterusnya.Untuk mempermudah anak menghapal suku kata tersebut juga disediakan VCD dalam bentuk lagu berirama riang dengan lirik yang sederhana. Contoh salah satu liriknya untuk suku kata Ga adalah sebagai berikut : 
    Gajah belalainya panjang badannya besar
    Senang akku melihatnya di kebun binatag bersama teman
    Ga, gi, gu, ge, go
    Ga, gi, gu, ge, go

Satu paket Metode Belajar Membaca Melalui Lagu yang seharga Rp. 90.000 ini terdiri dari:
   - 3 VCD animasi yang berisi lagu untuk tiap suku kata dan permainan mencari suku kata yang hilang. 
   - 1 Lingkaran yang bisa diputar untuk membantu anak mengingat suku kata melalui satu gambar yang ditampilkan.
   - 26 kartu kata untuk anak berlatih membaca
   - 2 buah buku untuk belajar menulis
   - Buku petunjuk untuk orang tua.

Kotak paketnya

Buku belajar menulis

VCD lagu



Yang membuat metode ini berbeda dengan metode belajar membaca lainnya adalah VCD animasi lagunya. Lagunya berilirik singkat udah dicerna dan diulang-ulang. Hanya saja karena diulang-ulang tersebut membuat Aisyah bosan jika harus menonton sampai habis. Beda dengan Rafif yang mulai menggunakan metode ini pada usia 3 tahun. Dia betah menonton VCDnya sampai habis setiap hari. Sepertinya untuk anak 5 tahun keatas seperti Aisyah lebih cocok menggunakan Paket Belajar Membaca Melalui Game atau Film yang juga dikeluarkan oleh Lembaga Pendidikan Prasekolah Roudhoh.


Karena Aisyah bosan jika harus menonton VCD lagu tersebut sampai habis, saya hanya memutarkan 1 bagian dari dari suku kata yang ada didalam lagu. Misalkan hari ini saya memutarkan Lagu Da untuk Dadu. Setelah selesai menonton kami akan membaca kata-kata di kartu suku kata Da. Kartu Da ini memuat semua kombinasi Da, di, du , de, do suku kata B dan Ca yang sudah dipelajar sebelumnya.  
Setelah itu Aisyah akan belajar menulis di buku menulis yang juga disediakan. Sewaktu saya membeli paket ini untuk Rafif buku belajar menulis tidak termasuk didalamnya. Dan sebaiknya untuk anak ketika belajar membaca juga sekaligus belajar menulis apalagi untuk anak kinestetik karena dia tidak hanya sekedar melihat gambarnya tapi juga merasakan tangannya bergerak mengikuti bentuk tersebut. Bisa juga dengan membuatkan huruf dari kertas amplas yang bisa dirasakan teksturnya oleh anak.

Supaya Aisyah semangat belajarnya, saya membuatkan intensive chart bunga yang bertuliskan suku kata yang akan dia pelajari setelah mencapai bunga yang berwarna biru Aisyah akan mendapatkan hadiah seperti yang tertulis di bunga biru tersebut. Kartu yang sedang dipelajari juga saya jepit dengan jepit jemuran di poster tersebut agar kapanpun dia mau belajar dia bisa ambil sendiri materinya. Sekarang Aisyah sudah belajar sampai huruf Da mudah-mudahan dia bisa membaca melalui metode ini. Jika ternyata gagal mungkin Aisyah masih perlu waktu lebih atau metode lain. Bisa membaca bukan sekedar tujuan tapi ada kegembiraan dan pemupukan rasa percaya diri dalam setiap proses belajar.


Intensive Chart





Rabu, 16 Desember 2009

Aisyah Belajar Membaca


Aisyah mempunyai kecenderungan yang berbeda dalam hal menerima informasi baru dibandingkan dengan Rafif. Jika Rafif lebih cepat menerima informasi apabila informasi itu berbentuk gambar maka Aisyah akan lebih mudah menerimanya jika melalui gerakan tubuh dan demonstrasi. Dengan kata lain Rafif memiliki tipe belajar Visual sedangkan Aisyah, Kinestetik.

Rafif belajar membaca hanya dengan menonton VCD belajar membaca  metode cantol Raudhoh. Saya memutarkan VCD itu untuk Rafif setiap hari dan dalam jangka waktu 1,5 bulan Rafif sudah dapat membaca buku cerita anak yang memuat beberapa kalimat sederhana. Aisyah perlu cara yang lebih kreatif untuk belajar membaca daripada hanya sekedar menonton. Karena Aisyah memiliki kecenderungan kinestetik maka belajarnya pun harus sambil melakukan aktivitas.

Berikut ini beberapa hal yang saya coba untuk mengajari Aisyah abjad :
1. Belajar dengan komputer
Saya menggunakan program word lalu menset hurufnya menjadi ukuran yang paling besar. Lalu saya biarkan Aisyah mengetik huruf yang diinginkannya. Sambil Aisyah mengetik saya atau Rafif akan memberitahukan nama huruf yang diketikkan tersebut.

2. Belajar dengan playdough
Sambil bermain playdough bersama-sama saya akn membentuk huruf dari lilin mainan tersebut dan mengajari Aisyah membaca dengan huruf-huruf tersebut

3. Belajar sambil jalan-jalan
Sambil jalan-jalan pagi biasa saya akan menunjukkan pada Aisyah nama jalan, nama toko ataupun teks lain yang kami jumpai di sepanjang jalan. Atau bersama-sama mencari huruf tertentu.

4. Belajar dengan huruf magnet
Terkadang saya dan Aisyah berpura-pura menjadikan huruf magnet mainan yang kami punya menjadi boneka yang bisa berbicara.
Saya : ( sambil memegang huruf A) " Assalamualaikum nama saya A , nama kamu siapa?" (kemudian saya memberikan huruf B kepada Aisyah)
Aisyah : "nama saya...( agak kebingungan, lalu saya bisikkan cepat-cepat B)....B"
Saya     : " Oh B, kita main kerumah C yuk! Nanti disana bisa ketemu dengan D dan E"
Percakapan terus berlanjut sampai Aisyah bosan bermain. Jika saya tidak ikut bermain Aisyah main berdua dengan Rafif.

Ada lagi ide kegiatan belajar abjad yang saya baca di Universal Preschool. Nama kegiatannya Active Alphabet. Dalam Active Alphabet anak diminta melakukan gerakan sesuai dengan abjad yang ditunjukkan misalkan Angguk kepala untuk huruf A atau Loncat setiap mendapatkan huruf L. Detil lengkap cara bermainnya bisa dilihat disini.

Hal yang patut diingat ketika ingin mengajarkan anak membaca adalah membuat anak cinta akan buku dan tulisan. Caranya adalah dengan membacakan buku kepada anak setiap hari. 20 Menit setidaknya setiap hari. Akan mudah bagi anak belajar membaca apabila dia sudah sering dibacakan buku sebelumnya. Karena dia mengerti apa yang dia baca. Bukan hanya sekedar membunyikan huruf-huruf tanpa mengerti makna apa yang terkandung dalam rangkaian huruf-huruf tersebut. Belajar membacapun jadi lebih mudah.

Selasa, 09 Desember 2008

Mengajarkan Anak Membaca

Rafif bisa membaca ketika umur 3.5 tahun. Ini yang jadi "penyelamat" dari keinginan nenek serta kakek untuk memasukkan Rafif kesekolah. Bagi mereka indikator keberhasilan Rafif belajar dirumah adalah bisa membaca. Homeschooling mereka anggap berhasil karena melihat Rafif bisa dengan senang membaca buku. Tapi bisa membaca sebenarnya bukan tujuan utama saya menjalankan homeschooling. Bahkan saya tidak khawatir kalaupun ketika sudah berusia 7 tahun Rafif belum bisa membaca.

Tujuan utama saya adalah anak senang dan mengerti apa yang dia baca bukan hanya sekedar membunyikan huruf demi huruf tanpa dia tahu apa artinya. Kalau ada yang bertanya berapa lama saya mengajarkan anak membaca saya akan menjawab 3 tahun. Ya butuh waktu 3 tahun untuk membuat dia bisa membaca.

Saya memulainya ketika Rafif berumur 6 bulan. Saya mulai memperkenalkan buku seperti layaknya mainan. Awalnya tidak langsung dengan membacakan tetapi dengan memperlihatkan bagian-bagian dari buku, cara membuka buku, menunjukkan judul serta pengarang buku dan memperlihatkan gambar-gambar yang ada. Tidak langsung berhasil memang butuh beberapa waktu dan beberapa buku yang robek :) sampai Rafif terbiasa dengan buku.

Ketika mulai dibacakan juga tidak berlangsung lama pada awalnya, tetapi lama kelamaan tingkat konsentrasi Rafif mendengarkan cerita mulai meningkat. Saya meminimilisasi pengaruh tv agar dia lebih tertarik dengan buku. Karena TV dengan gambarnya yang beregarak lebih menarik daripada buku. Ketika umurnya 2 tahun dia sudah benar-benar mencintai buku. Setiap hari selalu minta dibacakan buku termasuk juga buku-buku dalam bahasa Inggris. Saya juga mulai meningkatkan pemahamannya ketika dibacakan buku dengan cara menanyakan beberapa hal yang terdapat dibuku. saya juga belajar banyak dari buklet yang diterbitkan oleh Pemerintah Amerika untuk program Head Start-nya bagaimana mengajarkan literacy kepada anak.

Setelah Rafif sangat menikmati buku saya mulai mengajarkannya membaca dengan cara mengenalkan huruf, menempelkan tulisan di benda-benda yang ada dirumah supaya dia mengerti bahwa setiap susunan huruf itu mempunyai makna ataupun bermain tebak-tebakan kata.

Umur 3 tahun lebih saya mengenalkan Rafif metode Cantol Raudhoh yaitu suatu metode mnegenalkan anak dengan suku kata melalui VCD lagu dan kartu kartu. Setiap satu suku kata diasosiasikan dengan satu benda misalnya ba dengan baju, ca dengan cabe dan seterusnya. Kurang dari sebulan kemudian Rafif sudah bisa membaca buku dan paham apa yang dia baca sekarang dia bahkan sudah bisa membacakan buku untuk Aisyah. Metode Raudhoh memang membantu tapi tanpa rasa ketertarikan yang kuat terhadap buku sebelumnya tidak mudah bagi Rafif untuk bisa membaca buku. Cuma ada satu kelemahan dari metode mambaca dengan suku kata seperti metode Raudhoh yaitu anak tidak bisa menulis apa yang sudah dia baca. Seperti kata payung ataupun nyenyak Rafif masih kesulitan menuliskannya. sehingga walaupun sudah bisa membaca saya masih harus mengajarkan membaca secara mengeja juga agar dia bisa menuliskan apa yang dia baca.

Summer Holiday

Libur telah tiba... Libur telah tiba... Hatiku gembira.... Siapa yang ga gembira kalau lagi liburan, apalagi kalau liburnya selama 11 min...