Kamis, 27 November 2008
Sosialisasi : Saudara Sepupu
Sosialisasi merupakan masalah terbesar bagi para orang tua ingin melakukan homeschooling bagi anaknya. Tetapi sebenarnya sosialisasi bukan merupakan masalah besar dalam HS orang tua tidak perlu khawatir anaknya akan berubah menjadi anak pemalu dan tertutup ataupun gak gaul selama HS. Teman bisa ditemui dimana saja tidak harus disekolah. Bisa adik atau kakak dirumah, tetangga, saudara sepupu, temannya saudara sepupu, teman sesama HS, anaknya teman ibu atau bapak. Rafif mempunyai banyak teman dari rentang usia yang berbeda-beda
Rafif mempunyai banyak teman dari rentang usia yang berbeda-beda. Itu membuat dia belajar berinteraksi dengan berbagai golongan usia yang ada dikehidupan sehari-hari tidak hanya terbatas teman yang berumur sama saja. Dengan teman-teman yang lebih besar Rafif belajar bertingkah laku dan berbagi, dengan teman yang lebih kecil dia belajar untuk menjaga dan menjadi "pengajar".
Foto ini adalah foto Rafif bersama dua saudara sepupunya yang bersekolah formal. Kakak Sarah ( kelas 3 SD Yasporbi ) dan Abang Ais (kelas 1 SD Bhakti Tugas).
ps: kolam mainannya saya beli di Pasar Gembrong seharga Rp. 50.000
Senin, 24 November 2008
Mudik ke Aceh
Setiap tahunnya kami selalu pulang ke Aceh, karena orangtua saya dan suami masih tinggal di Aceh hanya beda kota. Bagi anak-anak lain mudik berarti liburan, tapi bagi Rafif dan Aisyah mudik berarti mempelajari berbagai hal baru yang menarik. Mulai dari pelajaran geografi bahwa Aceh itu jauh sekali dari Jakarta membutuhkan waktu berjam-jam untuk sampai ke Aceh. Menikmati langsung berbagai alat transportasi mulai dari pesawat terbang, bis, kapal laut sampai dengan becak mesin.
Belajar berbagai macam hidup yang tinggal di pantai yang masih bersih sekali, belajar adat istiadat orang aceh sampai dengan melihat langsung dampak dari sebuah Tsunami.
Ya, keluarga kami ada yang hilang dibawa tsunami hampir lebih dari setengah anggota keluarga besar yang tinggal di Banda Aceh. Tapi sekarang sudah banyak pembangunan. Bahkan rumah-rumah yang dulunya habis disapu tsunami juga sudah mulai dihuni kembali. Mungkin mereka berfikir bahwa tsunami tidak akan datang setahun sekali. Walaupun begitu cerita tentang tsunami pasti sudah diturunkan mulai sekarang kepada setiap generasi. Sehingga ketika gempa besar kembali menghantam lagi anak cucu yang mungkin hidup 100 tahun lagi sudah tahu apa yang harus mereka lakukan. Cerita turun-temurun ini yang menyelamatkan ribuan orang di Pulau Semelue, pulau yang begitu dekat dengan pusat gempa tapi hanya sedikit korban yang meninggal.
Sabtu, 22 November 2008
Flat Stanley
Ini foto Rafif dan teman-teman sesama homeschooler di TK Tetumnya Bu Endah sambil memajang hasil karya mereka. Selama 1 bulan Rafif dapat undangan dari Bu Endah untuk ikutan program Flat Stanley.
Flat Stanley adalah sebuah program dimana kita bisa saling mengirimkan boneka kertas yang sudah dilaminating ke setiap orang yang juga ikut program Flat Stanley. Boneka yang kita kirim akan diajak keliling oleh sipenerima dan kemudian dikirimkan kembali ke kita beserta foto-foto kegiatan boneka disaat sedang berada ditempat si penerima boneka. Pekan pertama kami kedatangan boneka Burung Pukeko dari Welinggton, Selandia Baru. Bu Endah membacakan surat dari Bennet Family dan memperlihatkan foto Bennet Family. Kemudian anak-anak di tugaskan untuk menggambar atau bercerita mengenai apa yang akan mereka lakukan dengan Pukeko selama Pukeko ada di Jakarta. Sambil menggambar Bu Endah becerita mengenai Selandia Baru, berapa lama kesana, bagaimana cuaca disana, dimana letak Selandia Baru dan berbagai fakta geografi mengenai Selandia Baru. Semua bersemangat mendergkan karena mereka ingin tahu tempat asal teman baru mereka Pukeko. Rafif mengambar Burung Pukekonya diajak beli es krim ke supermarket. Gambar-gambar mereka akan dikirimkan bersama si Pukeko kembali ke Selandia Baru.
Tamasya Belajar

Selama ini belajar biasanya selalu dikonotasikan dengan hal yang menjemukan. Banyak ibu-ibu yang kesulitan menyuruh anaknya belajar.Beda halnya dengan Tamasya wah pasti ngga ada yang nolak :) Dalam homeschooling kedua hal ini bisa berjalanan searah. Term tamasya belajar ini pertama kali saya temukan di sampul depan buku homeschooling pertama saya yaitu Tamasya Belajar karya Linda Dobson yang diterjemahkan oleh Mizan.
Begitu melihat buku ini saya seneng banget karena sudah lama nyari buku tentang HS di Indonesia. Selama ini informasi tentang HS paling cuma dari majalah yang ga komplit. Lihat judulnya pas banget sama pandangan saya dengan HS. Ketika saya menjalankan HS dengan anak itu berarti kami melakukan perjalanan yang menyenangkan menjadi pembelajar sejati. Kami melalui jalan yang tidak banyak orang melaluinya, tapi bukan berarti karena ngga asyik. Justru dalam HS belajar itu seasyik bertamasya. Dimana ilmu itu dicari bukan untuk mendapatkan nilai. ilmu itu dicari untuk lebih mnegenal Allah SWT.
Domain baru
Akhirnya setelah sekian lama vakum bisa ngeblog lagi. Mulai saat ini saya punya tekad untuk bisa membagikan pengalaman menjalankan homeschooling secara reguler dan terperinci melalui blog ini. Domain juga sudah dirubah tidak lagi menggunakan blogspot menjadi lebih simple dengan hanya menampilkan nama saja. Domain ini saya beli dari Yahoo Domain hanya seharga sekitar Rp. 20.000 untuk satu tahun pertama, jauh lebih murah dari harga domain lain yang berkisar antara Rp. 80.000 - 100.000. Eiiit, jangan kaget dulu, Rp. 20.000 karena Yahoo lagi ada program discount.
Blogspot sendiri sebenarnya juga menyediakan layanan pembelian domain tapi harganya $ 10 . Tahun kedua saya akan melakukan transfer domain pindah layanan ke penyedia domain lain karena untuk tahun kedua tarif yang ditetapkan yahoo lebih mahal lagi.
Blogspot sendiri sebenarnya juga menyediakan layanan pembelian domain tapi harganya $ 10 . Tahun kedua saya akan melakukan transfer domain pindah layanan ke penyedia domain lain karena untuk tahun kedua tarif yang ditetapkan yahoo lebih mahal lagi.
Kamis, 14 Agustus 2008
Motivasi Homeschooling
Ada banyak motivasi orangtua melakukan homeschooling. Di Indonesia mungkin yang paling umum adalah karena ketidakpuasan dengan sistem pendidikan yang ada ataupun karena biaya pendidikan yang semakin hari semakin melambung. Yang jelas setiap orang punya alasan khusus kenapa memilih homeschooling. Ada beberapa alasan saya pribadi untuk tidak mengirimkan anak saya yang berumur 4 tahun kesekolah:
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
1. Bagi anak balita saya memfokuskan mereka untuk mengetahui mana tingkah laku yang baik dan yang buruk. Dan mereka belajar hal tersebut dari orang dewasa. Akan sulit bagi anak untuk belajar bahwa mengejek atau memukul itu tidak baik jika itu yang dilihatnya sehari-hari. Tidak semua anak yang bersekolah mendapatkan pengajaran mengenai tingkah laku dengan baik. Dan tidak semua sekolah mempunyai guru yang bisa menghadapi sekitar 15 anak sekaligus.
2. Rafif , punya keteguhan besar dalam dirinya untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Akan sulit bagi dia apabila harus melakukan hal lain ketika dia sedang asyik dengan kerjaannya. Pasti akan sering terjadi kekecewaan apabila dia bersekolah karena dia harus selalu mengikuti jadwal tertentu. Bisa saja ketika dia masih ingin mengambar tapi sudah harus main diluar.
3. Semua keahlian atau kurikulum yang harus diajarkan kepada anak Balita bisa diajarkan dirumah. Rumah dan sekitarnya menyediakan sumberdaya yang laur biasa untuk belajar anak. Sepertinya akan sulit untuk memindahkan rumah dan lingkungan sekitarnya didalam satu kelas. Bagaimana saya mengatur rumah untuk dijadikan sekolah bisa dibaca disini.
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
1. Bagi anak balita saya memfokuskan mereka untuk mengetahui mana tingkah laku yang baik dan yang buruk. Dan mereka belajar hal tersebut dari orang dewasa. Akan sulit bagi anak untuk belajar bahwa mengejek atau memukul itu tidak baik jika itu yang dilihatnya sehari-hari. Tidak semua anak yang bersekolah mendapatkan pengajaran mengenai tingkah laku dengan baik. Dan tidak semua sekolah mempunyai guru yang bisa menghadapi sekitar 15 anak sekaligus.
2. Rafif , punya keteguhan besar dalam dirinya untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Akan sulit bagi dia apabila harus melakukan hal lain ketika dia sedang asyik dengan kerjaannya. Pasti akan sering terjadi kekecewaan apabila dia bersekolah karena dia harus selalu mengikuti jadwal tertentu. Bisa saja ketika dia masih ingin mengambar tapi sudah harus main diluar.
3. Semua keahlian atau kurikulum yang harus diajarkan kepada anak Balita bisa diajarkan dirumah. Rumah dan sekitarnya menyediakan sumberdaya yang laur biasa untuk belajar anak. Sepertinya akan sulit untuk memindahkan rumah dan lingkungan sekitarnya didalam satu kelas. Bagaimana saya mengatur rumah untuk dijadikan sekolah bisa dibaca disini.
Senin, 28 Juli 2008
Unlimited Internet
Alhamdulillah akhirnya cita-cita punya koneksi internet dirumah kesampaian. Telkomsel menawarkan Unlimited Internet untuk kartu Halo hanya sebesar Rp. 150.00 termasuk PPn. Memang sih masih lebih mahal dari First Media yang cuma Rp. 100.000. Kecepatannya lebih lambat cuma up to 256 kbps daripada Telkomsel Flash tapi cukup memadailah untuk kebutuhan browsing dan download sehari-hari. Sumber belajar buat Rafif makin tak terbatas. Bisnis Internet juga makin lancar :) Kalau tertarik bisa dicek langsung Hot Offering dari Telkomsel ini di sini.
Langganan:
Postingan (Atom)
Summer Holiday
Libur telah tiba... Libur telah tiba... Hatiku gembira.... Siapa yang ga gembira kalau lagi liburan, apalagi kalau liburnya selama 11 min...
-
Untuk pelajaran geografi kami menggunakan Atlas Bergambar Pertamaku terbitan Airlangga. Rafif senang bermain dengan mobil atau kapal kerta...
-
Berdasarkan list topik matematik a yang akan dipelajari anak, maka Rafif mulai dengan belajar Number Bond atau Ikatan Bilangan. Number Bond ...
-
Seorang teman pernah bertanya kepada saya. Apakah saya pernah bosan menjadi Full Time Mother. Jawaban adalah saya pernah bosan, bahkan bosan...


