Sabtu, 12 Desember 2009

Taman Sari Banda Aceh



Taman Sari di Banda Aceh adalah tempat salah satu tempat favorite Rafif dan Aisyah jika kami lagi pulang kampung ke Aceh. Taman Sari menjadi tempat favorite karena di area tersebut disediakan berbagai permainan untuk anak-anak. Dari mulai ayunan, perosoton setinggi 10 meter, hingga panjat dinding. Semuanya disediakan gratis untuk anak. Selain permainan gratis, ada juga permainan yang harus bayar seperti odong-odong di Jakarta, mancing ikan dan mobil-mobilan. Hanya saja disini kita harus membayar mahal. Jika di Jakarta sekali naik odong-odong cuma lima ratus, di Taman Sari bayarnya lima ribu untuk satu lagu.

Seperti halnya nature walk kegiatan di taman bermain juga memberikan banyak manfaat. Berikut komentar suami saya mengenai manfaat yang dia rasakan untuk Rafif dan Aisyah :

- fun aja, anak bisa senang.. bukannkah tugas utamanya bermain (baca: belajar) ????
- percaya diri. Aku tau anakku pemalu bgt, ky bapaknya. Tapi kemarin dia manjat dinding. Susah dan sedikit menantang memang, tapi dia maju terus pantang mundur.. tiba2, rasa percaya dirinya muncul. Oya, dia naik pelosotan yg tinggi bgt (sekitar 10mtr) trus melucur kebawah, aku aja kalo disuruh naek ogah krn ngeri. Tapi anakku dgn gagahnya naik dan meluncur.. luar biasa menurutku. Trus dia ngajak adiknya lagi sambil bilang..."nga apa2 Syah.. santai aja".
- Menurutku ada hubungan dengan perkembangan motorik halus dan kasar. Yang ini aku nga ngerti copy paste buku sih.. hehehehe... anakku jadi berubah setelah naik itu... sinarnya terang banget.. hehehehe



Posted by Picasa

Kamis, 10 Desember 2009

Read Aloud Handbook - Jim Trelease

Rasanya saya ingin langsung loncat kegirangan ketika melihat buku ini bertengger dengan manis disalah satu rak Toko Buku Leksika, Lenteng Agung. Karena sudah lama saya ingin membaca buku ini. Read Aloud Handbook menjadi salah buku satu buku yang banyak di rekomendasikan oleh para homeschooler luar negeri. Selama ini saya hanya berharap agar buku ini bisa diterjemahkan dan beredar di Indonesia. Alhamdulillah karya Jim Trelease ini akhirnya diterbitkan oleh Mizan.

Buku ini memberikan satu formula sederhana untuk mencerdaskan anak sejak dini yaitu dengan cara membacakan buku kepada anak. Dengan dibacakan buku maka kosa kata anak akan bertambah dengan pesat. Satu buku cerita anak memuat lebih banyak kata baru yang tidak kita gunakan dalam percakapan sehari-hari. Buku juga memuat berbagai topik ilmu pengetahuan untuk anak.


Buku ini membuat saya kembali melakukan suatu hal yang sudah berhenti saya lakukan yaitu membacakan buku untuk Rafif. Setelah Rafif bisa membaca saya berhenti membacakan buku untuknya. Karena ketika Rafif sudah pintar membaca saya merasa tugas saya selesai. Saya tidak ingin akhirnya Rafif malas membaca karena sudah ada saya yang terus membacakan buku untuknya. Ternyata membacakan buku buat anak tidak berarti membuat anak malas atau tidaktertarik lagi dengan membaca. Membacakan buku buat anak layaknya kita beriklan terus menerus kepada anak mengenai asyiknya membaca buku. Dalam buku Read Aloud Handbook dicontohkan restoran cepat saji Mc Donald sudah sangat terkenal dan banyak orang yang sangat menyukai berbagai pilihan burger yang disediakan direstoran tersebut. Tapi ini tidak membuat Mc Donald berhenti beriklan. Setiap tahun Mc Donald menghabiskan dana yang sangat besar untuk iklan. Mereka tidak ingin orang lupa dengan kelezatan burger mereka. Demikian juga halnya dengan buku, kita harus terus mengingatkan kelezatan buku kepada anak dengan cara terus membacakan buku kepada mereka walaupun mereka sudah bisa membaca.

Alasan lain mengapa anak tetap terus dibacakan buku menurut Jim Trelease adalah dengan dibacakan buku membuat anak bisa menikmati buku yang lebih tebal, lebih berbobot dengan jumlah kata juga yang lebih banyak. Kemampuan anak mendengar sudah terbentuk sejak anak masih dalam kandungan sehingga anak lebih bisa mencerna maksud daripada suatu kata ketika ia mendengarkan kata tersebut dibandingkan ketika dia melihat dan membaca sendiri kata tersebut. Buku-buku yang kami beli sekarang tidak lagi sekedar buku anak-anak bergambar yang hanya terdiri dari beberapa lembar. Sejak membaca Read Aloud Handbook saya mulai membacakan buku sejenis novel dengan gambar yang sedikit seperti Charlie and Chocolate Factory atau Kisah Menakjubkan Dalam Alquran, dan ternyata Rafif dan Aisyah bisa menikmatinya.

Selain kedua hal diatas dalam buku Read Aloud Handbook juga diberikan panduan cara membacakan buku untuk anak, jenis buku yang sesuai untuk setiap usia anak, cerita dari orang tua yang sudah menerapkan read aloud untuk anaknya dan pelajaran yang bisa diambil dari oprah, Harry Potter dan internet.

Buku ini sangat layak dibaca oleh para homeschooler dimana kecintaan akan buku sangat menunjang keberhasilan anak belajar secara mandiri.

Rabu, 09 Desember 2009

Robot Rafif

 

Diatas adalah foto hasil karya Rafif dengan legonya. Ketika saya sedang mengupload foto ini ke blog, Rafif berinisiatif untuk menulis sedikit cerita tentang robot yang dia buat. Berikut ini hasil ketikannya :

Robot perang, robot itu merupakan robot terbesar di dunia dan hebat dalam perang tapi robot itu juga merupakan robot pembersih dan cat nya terbagus didunia juga robot itu dapat berubah menjadi mobil dan pesawat terbagus didunia. Matanya itu roda, rodanya untuk mengeluarkan matanya, caranya bannya dicopotin. tapi robot merupakan robot terbaik didunia dan bisa berubah menjadi robot lain


Masih berantakan memang kata-katanya. Tapi ini awal yang bagus agar dia mau menuangkan ide-idenya dengan menulis. Semakin sering dia menulis saya yakin tulisannya akan semakin bagus.





Posted by Picasa

Senin, 07 Desember 2009

Tuxpaint - Software Gambar Untuk Anak

Salah satu keuntungan tergabung dalam milis homeschooling adalah mendapatkan informasi menarik mengenai situs web atau software yang bagus untuk anak. Tuxpaint salah satu software yang infonya saya dapatkan dari milis sekolah rumah. Tuxpaint adalah software gambar yang dirancang untuk anak usia 3 - 12 tahun. Software ini bisa didownload gratis www.tuxpaint.org. Software tersebut dilengkapi dengan berbagai tool yang menarik seperti paint brush, untuk mengetikkan text, aneka garis dan bentuk serta efek khusus yang membuat anak bisa bebas mengolah lembar putih kosong menjadi berbagai gambar. Selain itu kita juga bisa menambahkan text digambar tersebut. Saya jadi terfikir untuk membuat buku cerita sederhana dengan menggunakan tuxpaint. Pertama buat gambarnya lalu ketik teks cerita dibawahnya kemudian di print jadi deh buku.

Sebelumnya kami biasa menggunakan microsoft paint, tetapi Tuxpaint ini lebih mudah digunakan, lebih kids friendly dan fiturnya lebih banyak. Selain gratis yang paling membedakan Microsoft paint dengan Tuxpaint adalah di Tuxpaint ada tool stamp. Ada berbagai pilihan gambar yang bisa di stempel dan lucunya ketika di stempel gambar tersebut mengeluarkan bunyi yang sesuai dengan gambarnya. Stamp ini harus di download terpisah dari software utamanya tapi tetap disediakan gratis.


Komentar Rafif tentang Tuxpaint :
Menyenangkan karena ada kertas origami( background gambar) yang sangat bagus. Rafif bisa mewarnai dan menggambar.





Jumat, 04 Desember 2009

Nature Walk

Alhamdulillah, pulang ke aceh artinya kembali lagi menghirup udara segar. Sekarang setiap pagi kami punya rutinitas jalan-jalan pagi. Komplek perumahan Busyik ( kakek ) Rafif dan Aisyah letaknya dibagian atas kota Banda Aceh didekat kaki bukit Barisan sehingga udaranya sangat sejuk di pagi hari. Mobil-mobil juga tidak banyak yang lewat apalagi jika dibandingkan dengan perumahan padat penduduk di Jakarta tempat kami tinggal. Tidak hanya udara segar yang bisa didapatkan anak-anak ketika jalan pagi tapi juga berbagai pelajaran lain.

Aisyah bisa belajar angka melalui nomer-nomer rumah atau plat kendaraan yang terparkir. Belajar membaca melalui nama-nama jalan ataupun tulisan yang berada disepanjang jalan. Belajar warna dari berbagai macam bunga yang tumbuh di sepanjang jalan dan halaman rumah. Belajar aneka jenis tanaman tapi kalau yang ini saya juga sebenarnya masih harus belajar banyak :). Belajar mendengarkan aneka macam suara. Belajar merasakan berbagai tekstur dengan menyentuh aneka jenis tanaman.



Tadi Aisyah tertarik sekali dengan kupu-kupu. Selama ini dia hanya melihat kupu-kupu di buku. Ada banyak seklai jenis kupu-kupu yang tadi kami temui. Bahkan ada satu yang cukup besar berwarna hitam serta corak ungu yang sedang hinggap cukup lama dipagar. Akhirnya Aisyah berhenti cukup lama memandangi kupu-kupu tersebut. Dia mengamati dengan seksama sayap kupu-kupu yang mengepak dengan pelan membuka tutup. Observasi kupu-kupu.

Sepanjang jalan Anak-anak juga senang bisa berlari, loncat, jalan mundur, naik turun tanjakan. sampai akhirnya Aisyah capek dan minta gendong. Saya terpaksa mengambil alih mengendong Afkar sementara abinya mengendong Aisyah. Syukur rumah Busyik hanya tinggal beberapa ratus meter lagi.

" Mi, tadi asyik yah jalan-jalan liat daun !" komentar Aisyah ketika kami tiba dirumah. alhamdulillah bukan hanya berbagai pelajaran yang kami dapatkan tapi juga kegembiraan anak-anak.


Lebih banyak lagi tentang nature walk bisa dilihat disini atau google dengan kata kunci nature walk.

Kamis, 03 Desember 2009

Belajar Dengan Bertanya

Ada satu workshop menarik mengenai belajar Sains untuk anak yang pernah saya ikuti sekitar 2 tahun lalu. Workshop tersebut diselenggarakan LMPI dikawasan Utan Kayu dengan pembicara Buchori Nasution. Workshop ini mengambil tema pengajaran sains untuk anak usia dini. Tapi yang membedakannya adalah disini kita ditunjukkan satu fakta penting dalam belajar sains. Sebelumnya belajar sains bagi saya identik dengan menghafal berbagai fakta serta melakukan serangkaian eksperimen.

Faktanya anak belajar banyak dengan cara bertanya. Semakin banyak pertanyaan yang dia ajukan maka semakin banyak yang ia pelajari. Hmmm saya teringat masa-masa saya disekolah dulu biasanya murid jarang sekali bertanya malah harus banyak menjawab pertanyaan-pertanyaan guru. Kalaupun ada kesempatan bertanya malah biasanya semua murid tidak ada yang bertanya. Rasanya bertanya bukan budaya kami waktu itu.

Workshop tersebut juga menekankan pentingnya guru atau orang tua untuk mendorong anak agar aktif bertanya serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Rasa ingin tahu yang tinggi sebenarnya sudah dibekali oleh Allah SWT kepada setiap anak. Terbukti pada anak kecil yang biasa ingin mencoba dan bertanya mengenai berbagai hal. Tapi biasanya rasa ini semakin memudar seiring dengan usia anak. Bisa dikarenakan pertanyaan-pertanyaannya banyak yang tidak mendapatkan respon atau jawaban sehingga akhirnya si anak menjadi malas kembali bertanya.

Dalam Workshop tersebut juga ada permainan untuk mendorong anak membuat pertanyaan sebanyak-banyaknya. Cara bermainnya adalah orang tua memasukkan sebuah benda kedalam kantung kertas lalu anak akan menganjukan berbagai pertanyaan mengenai benda tersebut yang akan diajawab orang tua dengan jawaban ya atau tidak. Permainan berhenti ketika anak dapat menjawab dengan benar benda apa yang ada dalam kertas melalui pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan.

Contoh permainan lain yang pernah saya tonton pada salah satu tayangan Super Nanny adalah sebagai berikut:
- Semua anggota keluarga duduk membentuk lingkaran sehingga mereka bisa melihat satu sama lain. Lalu didahi setiap orang dilengketkan selembar kertas post it yang berisi tulisan nama binatang seperti kucing monyet dan lain-lain. Setiap orang harus menebak tulisan apa yang ada didahinya dengan mengajukan berbagai pertanyaan kepada anggota keluarga yang lain seperti apakah saya berbulu? atau apakah saya berkaki empat? Sampai mereka bisa menjawab dengan benar tulisan apa yang ada pada post it yang menempel didahi mereka.

Selain binatang topik lain juga bisa dimainkan misalkan saja angka, makanan, tanaman dan sebagainya.


Poin penting lain yang saya dapatkan dari workshop tersebut adalah anak pintar tidak hanya dibuktikan dari kemampuannya menjawab berbagai pertanyaan tetapi juga dari kemampuannya mencari jalan ia agar dapat menyelesaikan persoalannya.

Tetapi pada praktek sehari-harinya memang susah menghilangkan apa yang sudah mendarah daging. Saya sering lebih banyak bertanya pada anak untuk mengetes kemampuannya daripada merangsang dia untuk terus banyak bertanya. Mudah-mudahan catatan kecil di blog ini bisa menjadi pengingat saya agar merangsang anak-anak untuk terus punya rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu merupkan modal awal bagi seorang ilmuwan.


Rabu, 02 Desember 2009

Pindah

Sejak tanggal 28 November 2009 kami sekeluarga pindah dari kota Jakarta yang padat. Untuk sementara ini kami tinggal di Banda Aceh selama beberapa bulan untuk kemudian bermukim di Arab Saudi. Alhamdulillah sekali lagi saya merasakan keuntungan dari Homeschooling. Saya tidak perlu repot-repot memikirkan sekolah mana yang mau menerima siswa hanya untuk beberapa bulan saja selama kami di aceh. Selain itu juga saya tidak perlu pusing memikirkan dimana anak-anak kami bersekolah di Arab Saudi nanti. Ketika kami pindah saya hanya perlu memindahkan hard disk komputer yang berisi berbagai materi belajar serta buku-buku Rafif dan Aisyah.

Hanya saja kami tidak bisa membawa semua prakarya yang telah dibuat. Tapi dengan camera digital semua hasil karya Rafif dan Aisyah bisa direkam untuk dijadikan kenangan. Selain itu barang lain yang penting untuk dibawa adalah printer. Printer kami sudah dilengkapi dengan tinta infus yaitu tinta tambahan yang bisa ditambahkan dengan cara di suntik pada botol-botol yang dipasang disamping printer itu sendiri. Dengan tinta infus kami bisa mencetak buku-buku serta worksheet sampai dengan beratus-ratus lembar dangan hanya menghabiskan sedikit tinta. ini tentu saja sangat menghemat pengeluaran untuk tinta karena intensitas kami menggunakan printer sangat tinggi.


Summer Holiday

Libur telah tiba... Libur telah tiba... Hatiku gembira.... Siapa yang ga gembira kalau lagi liburan, apalagi kalau liburnya selama 11 min...