Rabu, 09 Desember 2009
Robot Rafif
Diatas adalah foto hasil karya Rafif dengan legonya. Ketika saya sedang mengupload foto ini ke blog, Rafif berinisiatif untuk menulis sedikit cerita tentang robot yang dia buat. Berikut ini hasil ketikannya :
Robot perang, robot itu merupakan robot terbesar di dunia dan hebat dalam perang tapi robot itu juga merupakan robot pembersih dan cat nya terbagus didunia juga robot itu dapat berubah menjadi mobil dan pesawat terbagus didunia. Matanya itu roda, rodanya untuk mengeluarkan matanya, caranya bannya dicopotin. tapi robot merupakan robot terbaik didunia dan bisa berubah menjadi robot lain
Masih berantakan memang kata-katanya. Tapi ini awal yang bagus agar dia mau menuangkan ide-idenya dengan menulis. Semakin sering dia menulis saya yakin tulisannya akan semakin bagus.
Senin, 07 Desember 2009
Tuxpaint - Software Gambar Untuk Anak
Salah satu keuntungan tergabung dalam milis homeschooling adalah mendapatkan informasi menarik mengenai situs web atau software yang bagus untuk anak. Tuxpaint salah satu software yang infonya saya dapatkan dari milis sekolah rumah. Tuxpaint adalah software gambar yang dirancang untuk anak usia 3 - 12 tahun. Software ini bisa didownload gratis www.tuxpaint.org. Software tersebut dilengkapi dengan berbagai tool yang menarik seperti paint brush, untuk mengetikkan text, aneka garis dan bentuk serta efek khusus yang membuat anak bisa bebas mengolah lembar putih kosong menjadi berbagai gambar. Selain itu kita juga bisa menambahkan text digambar tersebut. Saya jadi terfikir untuk membuat buku cerita sederhana dengan menggunakan tuxpaint. Pertama buat gambarnya lalu ketik teks cerita dibawahnya kemudian di print jadi deh buku.
Sebelumnya kami biasa menggunakan microsoft paint, tetapi Tuxpaint ini lebih mudah digunakan, lebih kids friendly dan fiturnya lebih banyak. Selain gratis yang paling membedakan Microsoft paint dengan Tuxpaint adalah di Tuxpaint ada tool stamp. Ada berbagai pilihan gambar yang bisa di stempel dan lucunya ketika di stempel gambar tersebut mengeluarkan bunyi yang sesuai dengan gambarnya. Stamp ini harus di download terpisah dari software utamanya tapi tetap disediakan gratis.
Komentar Rafif tentang Tuxpaint :
Menyenangkan karena ada kertas origami( background gambar) yang sangat bagus. Rafif bisa mewarnai dan menggambar.
Sebelumnya kami biasa menggunakan microsoft paint, tetapi Tuxpaint ini lebih mudah digunakan, lebih kids friendly dan fiturnya lebih banyak. Selain gratis yang paling membedakan Microsoft paint dengan Tuxpaint adalah di Tuxpaint ada tool stamp. Ada berbagai pilihan gambar yang bisa di stempel dan lucunya ketika di stempel gambar tersebut mengeluarkan bunyi yang sesuai dengan gambarnya. Stamp ini harus di download terpisah dari software utamanya tapi tetap disediakan gratis.
Komentar Rafif tentang Tuxpaint :
Menyenangkan karena ada kertas origami( background gambar) yang sangat bagus. Rafif bisa mewarnai dan menggambar.
Jumat, 04 Desember 2009
Nature Walk
Alhamdulillah, pulang ke aceh artinya kembali lagi menghirup udara segar. Sekarang setiap pagi kami punya rutinitas jalan-jalan pagi. Komplek perumahan Busyik ( kakek ) Rafif dan Aisyah letaknya dibagian atas kota Banda Aceh didekat kaki bukit Barisan sehingga udaranya sangat sejuk di pagi hari. Mobil-mobil juga tidak banyak yang lewat apalagi jika dibandingkan dengan perumahan padat penduduk di Jakarta tempat kami tinggal. Tidak hanya udara segar yang bisa didapatkan anak-anak ketika jalan pagi tapi juga berbagai pelajaran lain.
Aisyah bisa belajar angka melalui nomer-nomer rumah atau plat kendaraan yang terparkir. Belajar membaca melalui nama-nama jalan ataupun tulisan yang berada disepanjang jalan. Belajar warna dari berbagai macam bunga yang tumbuh di sepanjang jalan dan halaman rumah. Belajar aneka jenis tanaman tapi kalau yang ini saya juga sebenarnya masih harus belajar banyak :). Belajar mendengarkan aneka macam suara. Belajar merasakan berbagai tekstur dengan menyentuh aneka jenis tanaman.
Tadi Aisyah tertarik sekali dengan kupu-kupu. Selama ini dia hanya melihat kupu-kupu di buku. Ada banyak seklai jenis kupu-kupu yang tadi kami temui. Bahkan ada satu yang cukup besar berwarna hitam serta corak ungu yang sedang hinggap cukup lama dipagar. Akhirnya Aisyah berhenti cukup lama memandangi kupu-kupu tersebut. Dia mengamati dengan seksama sayap kupu-kupu yang mengepak dengan pelan membuka tutup. Observasi kupu-kupu.
Sepanjang jalan Anak-anak juga senang bisa berlari, loncat, jalan mundur, naik turun tanjakan. sampai akhirnya Aisyah capek dan minta gendong. Saya terpaksa mengambil alih mengendong Afkar sementara abinya mengendong Aisyah. Syukur rumah Busyik hanya tinggal beberapa ratus meter lagi.
" Mi, tadi asyik yah jalan-jalan liat daun !" komentar Aisyah ketika kami tiba dirumah. alhamdulillah bukan hanya berbagai pelajaran yang kami dapatkan tapi juga kegembiraan anak-anak.
Lebih banyak lagi tentang nature walk bisa dilihat disini atau google dengan kata kunci nature walk.
Aisyah bisa belajar angka melalui nomer-nomer rumah atau plat kendaraan yang terparkir. Belajar membaca melalui nama-nama jalan ataupun tulisan yang berada disepanjang jalan. Belajar warna dari berbagai macam bunga yang tumbuh di sepanjang jalan dan halaman rumah. Belajar aneka jenis tanaman tapi kalau yang ini saya juga sebenarnya masih harus belajar banyak :). Belajar mendengarkan aneka macam suara. Belajar merasakan berbagai tekstur dengan menyentuh aneka jenis tanaman.
Tadi Aisyah tertarik sekali dengan kupu-kupu. Selama ini dia hanya melihat kupu-kupu di buku. Ada banyak seklai jenis kupu-kupu yang tadi kami temui. Bahkan ada satu yang cukup besar berwarna hitam serta corak ungu yang sedang hinggap cukup lama dipagar. Akhirnya Aisyah berhenti cukup lama memandangi kupu-kupu tersebut. Dia mengamati dengan seksama sayap kupu-kupu yang mengepak dengan pelan membuka tutup. Observasi kupu-kupu.
Sepanjang jalan Anak-anak juga senang bisa berlari, loncat, jalan mundur, naik turun tanjakan. sampai akhirnya Aisyah capek dan minta gendong. Saya terpaksa mengambil alih mengendong Afkar sementara abinya mengendong Aisyah. Syukur rumah Busyik hanya tinggal beberapa ratus meter lagi.
" Mi, tadi asyik yah jalan-jalan liat daun !" komentar Aisyah ketika kami tiba dirumah. alhamdulillah bukan hanya berbagai pelajaran yang kami dapatkan tapi juga kegembiraan anak-anak.
Lebih banyak lagi tentang nature walk bisa dilihat disini atau google dengan kata kunci nature walk.
Kamis, 03 Desember 2009
Belajar Dengan Bertanya
Ada satu workshop menarik mengenai belajar Sains untuk anak yang pernah saya ikuti sekitar 2 tahun lalu. Workshop tersebut diselenggarakan LMPI dikawasan Utan Kayu dengan pembicara Buchori Nasution. Workshop ini mengambil tema pengajaran sains untuk anak usia dini. Tapi yang membedakannya adalah disini kita ditunjukkan satu fakta penting dalam belajar sains. Sebelumnya belajar sains bagi saya identik dengan menghafal berbagai fakta serta melakukan serangkaian eksperimen.
Faktanya anak belajar banyak dengan cara bertanya. Semakin banyak pertanyaan yang dia ajukan maka semakin banyak yang ia pelajari. Hmmm saya teringat masa-masa saya disekolah dulu biasanya murid jarang sekali bertanya malah harus banyak menjawab pertanyaan-pertanyaan guru. Kalaupun ada kesempatan bertanya malah biasanya semua murid tidak ada yang bertanya. Rasanya bertanya bukan budaya kami waktu itu.
Workshop tersebut juga menekankan pentingnya guru atau orang tua untuk mendorong anak agar aktif bertanya serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Rasa ingin tahu yang tinggi sebenarnya sudah dibekali oleh Allah SWT kepada setiap anak. Terbukti pada anak kecil yang biasa ingin mencoba dan bertanya mengenai berbagai hal. Tapi biasanya rasa ini semakin memudar seiring dengan usia anak. Bisa dikarenakan pertanyaan-pertanyaannya banyak yang tidak mendapatkan respon atau jawaban sehingga akhirnya si anak menjadi malas kembali bertanya.
Dalam Workshop tersebut juga ada permainan untuk mendorong anak membuat pertanyaan sebanyak-banyaknya. Cara bermainnya adalah orang tua memasukkan sebuah benda kedalam kantung kertas lalu anak akan menganjukan berbagai pertanyaan mengenai benda tersebut yang akan diajawab orang tua dengan jawaban ya atau tidak. Permainan berhenti ketika anak dapat menjawab dengan benar benda apa yang ada dalam kertas melalui pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan.
Contoh permainan lain yang pernah saya tonton pada salah satu tayangan Super Nanny adalah sebagai berikut:
- Semua anggota keluarga duduk membentuk lingkaran sehingga mereka bisa melihat satu sama lain. Lalu didahi setiap orang dilengketkan selembar kertas post it yang berisi tulisan nama binatang seperti kucing monyet dan lain-lain. Setiap orang harus menebak tulisan apa yang ada didahinya dengan mengajukan berbagai pertanyaan kepada anggota keluarga yang lain seperti apakah saya berbulu? atau apakah saya berkaki empat? Sampai mereka bisa menjawab dengan benar tulisan apa yang ada pada post it yang menempel didahi mereka.
Selain binatang topik lain juga bisa dimainkan misalkan saja angka, makanan, tanaman dan sebagainya.
Poin penting lain yang saya dapatkan dari workshop tersebut adalah anak pintar tidak hanya dibuktikan dari kemampuannya menjawab berbagai pertanyaan tetapi juga dari kemampuannya mencari jalan ia agar dapat menyelesaikan persoalannya.
Tetapi pada praktek sehari-harinya memang susah menghilangkan apa yang sudah mendarah daging. Saya sering lebih banyak bertanya pada anak untuk mengetes kemampuannya daripada merangsang dia untuk terus banyak bertanya. Mudah-mudahan catatan kecil di blog ini bisa menjadi pengingat saya agar merangsang anak-anak untuk terus punya rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu merupkan modal awal bagi seorang ilmuwan.
Faktanya anak belajar banyak dengan cara bertanya. Semakin banyak pertanyaan yang dia ajukan maka semakin banyak yang ia pelajari. Hmmm saya teringat masa-masa saya disekolah dulu biasanya murid jarang sekali bertanya malah harus banyak menjawab pertanyaan-pertanyaan guru. Kalaupun ada kesempatan bertanya malah biasanya semua murid tidak ada yang bertanya. Rasanya bertanya bukan budaya kami waktu itu.
Workshop tersebut juga menekankan pentingnya guru atau orang tua untuk mendorong anak agar aktif bertanya serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Rasa ingin tahu yang tinggi sebenarnya sudah dibekali oleh Allah SWT kepada setiap anak. Terbukti pada anak kecil yang biasa ingin mencoba dan bertanya mengenai berbagai hal. Tapi biasanya rasa ini semakin memudar seiring dengan usia anak. Bisa dikarenakan pertanyaan-pertanyaannya banyak yang tidak mendapatkan respon atau jawaban sehingga akhirnya si anak menjadi malas kembali bertanya.
Dalam Workshop tersebut juga ada permainan untuk mendorong anak membuat pertanyaan sebanyak-banyaknya. Cara bermainnya adalah orang tua memasukkan sebuah benda kedalam kantung kertas lalu anak akan menganjukan berbagai pertanyaan mengenai benda tersebut yang akan diajawab orang tua dengan jawaban ya atau tidak. Permainan berhenti ketika anak dapat menjawab dengan benar benda apa yang ada dalam kertas melalui pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan.
Contoh permainan lain yang pernah saya tonton pada salah satu tayangan Super Nanny adalah sebagai berikut:
- Semua anggota keluarga duduk membentuk lingkaran sehingga mereka bisa melihat satu sama lain. Lalu didahi setiap orang dilengketkan selembar kertas post it yang berisi tulisan nama binatang seperti kucing monyet dan lain-lain. Setiap orang harus menebak tulisan apa yang ada didahinya dengan mengajukan berbagai pertanyaan kepada anggota keluarga yang lain seperti apakah saya berbulu? atau apakah saya berkaki empat? Sampai mereka bisa menjawab dengan benar tulisan apa yang ada pada post it yang menempel didahi mereka.
Selain binatang topik lain juga bisa dimainkan misalkan saja angka, makanan, tanaman dan sebagainya.
Poin penting lain yang saya dapatkan dari workshop tersebut adalah anak pintar tidak hanya dibuktikan dari kemampuannya menjawab berbagai pertanyaan tetapi juga dari kemampuannya mencari jalan ia agar dapat menyelesaikan persoalannya.
Tetapi pada praktek sehari-harinya memang susah menghilangkan apa yang sudah mendarah daging. Saya sering lebih banyak bertanya pada anak untuk mengetes kemampuannya daripada merangsang dia untuk terus banyak bertanya. Mudah-mudahan catatan kecil di blog ini bisa menjadi pengingat saya agar merangsang anak-anak untuk terus punya rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu merupkan modal awal bagi seorang ilmuwan.
Rabu, 02 Desember 2009
Pindah
Sejak tanggal 28 November 2009 kami sekeluarga pindah dari kota Jakarta yang padat. Untuk sementara ini kami tinggal di Banda Aceh selama beberapa bulan untuk kemudian bermukim di Arab Saudi. Alhamdulillah sekali lagi saya merasakan keuntungan dari Homeschooling. Saya tidak perlu repot-repot memikirkan sekolah mana yang mau menerima siswa hanya untuk beberapa bulan saja selama kami di aceh. Selain itu juga saya tidak perlu pusing memikirkan dimana anak-anak kami bersekolah di Arab Saudi nanti. Ketika kami pindah saya hanya perlu memindahkan hard disk komputer yang berisi berbagai materi belajar serta buku-buku Rafif dan Aisyah.
Hanya saja kami tidak bisa membawa semua prakarya yang telah dibuat. Tapi dengan camera digital semua hasil karya Rafif dan Aisyah bisa direkam untuk dijadikan kenangan. Selain itu barang lain yang penting untuk dibawa adalah printer. Printer kami sudah dilengkapi dengan tinta infus yaitu tinta tambahan yang bisa ditambahkan dengan cara di suntik pada botol-botol yang dipasang disamping printer itu sendiri. Dengan tinta infus kami bisa mencetak buku-buku serta worksheet sampai dengan beratus-ratus lembar dangan hanya menghabiskan sedikit tinta. ini tentu saja sangat menghemat pengeluaran untuk tinta karena intensitas kami menggunakan printer sangat tinggi.
Hanya saja kami tidak bisa membawa semua prakarya yang telah dibuat. Tapi dengan camera digital semua hasil karya Rafif dan Aisyah bisa direkam untuk dijadikan kenangan. Selain itu barang lain yang penting untuk dibawa adalah printer. Printer kami sudah dilengkapi dengan tinta infus yaitu tinta tambahan yang bisa ditambahkan dengan cara di suntik pada botol-botol yang dipasang disamping printer itu sendiri. Dengan tinta infus kami bisa mencetak buku-buku serta worksheet sampai dengan beratus-ratus lembar dangan hanya menghabiskan sedikit tinta. ini tentu saja sangat menghemat pengeluaran untuk tinta karena intensitas kami menggunakan printer sangat tinggi.
Jumat, 20 November 2009
Learning All The Time
Ketika hendak melahirkan anak saya yang ketiga saya berfikir untuk meliburkan Rafif dan Aisyah dari kegiatan belajar. Hal ini saya lakukan karena saya tidak ingin proses pemulihan saya paska operasi terganggu karena saya sibuk menyiapkan bahan-bahan pelajaran untuk mereka. Selain itu saya juga ingin menghindari stress yang akan menghambat proses menyusui bayi. Toh tidak apa-apa kalau anak-anak libur 3 bulan. Setelah itu Insya Allah Rafif akan bisa meneruskan pelajarannya yang tertinggal.
Tapi kenyataannya yang libur itu cuma saya sebagai pengajar anak-anak. Rafif dan Aisyah tetap terus belajar tanpa perlu pengarahan ataupun bahan-bahan pelajaran dari ibunya. Mereka masih terus belajar banyak hal dari buku-buku yang dibacakan oleh abinya sebelum tidur, dari berbagai pertanyaan yang mereka lontarkan setiap hari, dari kegiatan bermain mereka dan dari interaksi mereka dengan lingkungan sekitar.
Kegiatan sehari-hari sebenarnya merupakan sarana pembelajaran yang luar biasa banyak untuk anak usia dini. Contohnya kemampuan mengeja Rafif didapatkan dari kegemarannya bermain sms. Agar pesannya bisa dimengerti orang Rafif harus berusaha supaya dia bisa menuliskan dengan benar. Untuk lebih membantu kami menggunakan program chat melalui bluetooth handphone BLUEEEE agar Rafif bisa terus saling mengirimkan pesan tanpa harus mengeluarkan biaya untuk sms.
Interaksi dengan tantenya seorang arsitek yang kebetulan sedang menginap dirumah kami juga membuat Rafif belajar bagaimana proses mendesain rumah dan belajar menggunakan program Autocad. Sesuatu yang tidak mungkin dipelajari dari saya. Oleh karena itu saya merasa tidak ada kata libur sebenarnya. Selama anak memiliki kesempatan untuk melakukan banyak hal dalam kehidupan sehari-hari, anak akan terus belajar walaupun tidak ada satu orang dewasapun yang menyuruh mereka untuk belajar.
Tapi kenyataannya yang libur itu cuma saya sebagai pengajar anak-anak. Rafif dan Aisyah tetap terus belajar tanpa perlu pengarahan ataupun bahan-bahan pelajaran dari ibunya. Mereka masih terus belajar banyak hal dari buku-buku yang dibacakan oleh abinya sebelum tidur, dari berbagai pertanyaan yang mereka lontarkan setiap hari, dari kegiatan bermain mereka dan dari interaksi mereka dengan lingkungan sekitar.
Kegiatan sehari-hari sebenarnya merupakan sarana pembelajaran yang luar biasa banyak untuk anak usia dini. Contohnya kemampuan mengeja Rafif didapatkan dari kegemarannya bermain sms. Agar pesannya bisa dimengerti orang Rafif harus berusaha supaya dia bisa menuliskan dengan benar. Untuk lebih membantu kami menggunakan program chat melalui bluetooth handphone BLUEEEE agar Rafif bisa terus saling mengirimkan pesan tanpa harus mengeluarkan biaya untuk sms.
Interaksi dengan tantenya seorang arsitek yang kebetulan sedang menginap dirumah kami juga membuat Rafif belajar bagaimana proses mendesain rumah dan belajar menggunakan program Autocad. Sesuatu yang tidak mungkin dipelajari dari saya. Oleh karena itu saya merasa tidak ada kata libur sebenarnya. Selama anak memiliki kesempatan untuk melakukan banyak hal dalam kehidupan sehari-hari, anak akan terus belajar walaupun tidak ada satu orang dewasapun yang menyuruh mereka untuk belajar.
Rabu, 18 November 2009
Terima Kasih Buat Semua Pembaca Daramaina.com
Postingan terakhir saya saya tanggal 17 Juli 2009 sekarang sudah akhir tanggal 18 November 2009 itu artinya sudah 4 bulan saya vakum ngeblog. Gairah menulis saya sempet berhenti karena kandungan yang makin membesar lalu punya bayi ditambah lagi dengan rencana kepindahan kami sekeluarga ke Arab Saudi.
Tapi membaca berbagai komentar yang ditinggalkan di blog ini membuat saya merasa dibutuhkan. Membuat gairah menulis saya besar kembali. Terima kasih buat semua yang sudah berkenan membaca blog saya ini. Insya Allah saya akan kembali menulis. Walaupun saya berhenti menulis bukan berarti proses homeschooling dirumah kami berhenti. Keinginan belajar anak-anak tidak pernah padam walaupun mungkin belajar menurut mereka tidak sama dengan kriteria belajar menurut kita.
Tapi membaca berbagai komentar yang ditinggalkan di blog ini membuat saya merasa dibutuhkan. Membuat gairah menulis saya besar kembali. Terima kasih buat semua yang sudah berkenan membaca blog saya ini. Insya Allah saya akan kembali menulis. Walaupun saya berhenti menulis bukan berarti proses homeschooling dirumah kami berhenti. Keinginan belajar anak-anak tidak pernah padam walaupun mungkin belajar menurut mereka tidak sama dengan kriteria belajar menurut kita.
Langganan:
Postingan (Atom)
Summer Holiday
Libur telah tiba... Libur telah tiba... Hatiku gembira.... Siapa yang ga gembira kalau lagi liburan, apalagi kalau liburnya selama 11 min...
-
Untuk pelajaran geografi kami menggunakan Atlas Bergambar Pertamaku terbitan Airlangga. Rafif senang bermain dengan mobil atau kapal kerta...
-
Berdasarkan list topik matematik a yang akan dipelajari anak, maka Rafif mulai dengan belajar Number Bond atau Ikatan Bilangan. Number Bond ...
-
Seorang teman pernah bertanya kepada saya. Apakah saya pernah bosan menjadi Full Time Mother. Jawaban adalah saya pernah bosan, bahkan bosan...

