Jumat, 30 Januari 2009

Field Trip: Kidzania

 

 

 

 

Kidzania Time.....It is pretend play time...
Akhirnya setelah beberapa lama cuma melihat iklan dan membaca beberapa postingan dibeberapa blog saya dengan beberapa rekan di Komunitas HS Berkemas berkesempatan melakukan dua kali field trip ke Kidzania. Tiket untuk rombongan ternyata jauh lebih murah daripada tiket masuk untuk perorangan. Haya saja saya sarankan jika ingin pergi rombongan untuk memilih hari Jumat-Minggu agar tidak terlalu ramai. Karena pengalaman pertama ke Kidzania hari Kamis pengunjungnya padat sekali sehingga kita harus mengantri cukup lama untuk bisa masuk ke area permainan. Berbeda sakli ketika kami pergi untuk kedua kalinya ke Kidzania yaitu hari Jumat. 1 jam pertama hanya kami satu-satunya rombongan sehingga anak-anak bebas memilih area mana saja yang meekainginkan tanpa harus mengantri terlebih dahulu.


Saat-saat ke Kidzania bagi Rafif dan Aisyah adalah saat untuk bermain pura-pura dengan berbagai properti yang diset menyerupai aslinya. Jika dirumah mereka pura-pura menjadi pilot dengan menggunakan setir mobil mainan di Kidzania mereka bisa memainkannya dengan setir layaknya pesawat lengkap dengan simulatornya. Begitu juga ketika mereka menjadi pembuat es krim maka mereka bisa membuat es krim yang bisa dimakan bukan hanya es krim yang terbuat dari lilin mainan :)





Posted by Picasa

Sabtu, 24 Januari 2009

Boneka Tangan Flannel

 

Boneka tangan tidak harus dibeli. Kita bisa membuatnya dengan mudah. Kain flannel salah satu bahan yang bisa kita gunakan untuk membuat boneka tangan. Untuk polanya bisa didapat dengan cara menjiplak dari tangan agar sesuai dengan besar tangan anak atau bisa didownload disini.

Untuk menyatukan kedua lembar flannel tersebut bisa dilakukan dengan cara menjahit atau dilem. Saya menggunakan lem UHU agar anak-anak bisa mengerjakan sendiri. Setelah kedua kain disatukan, boneka tersebut bisa kita hias dengan berbagai bahan seperti manik-manik, mata boneka, kancing ataupun bahan lain sesuai dengan keinginan.
Boneka penguin warna hitam hasil kreasi saya sedang kan boneka satunya yang berwarna kuning hasil bikinan Rafif.





Posted by Picasa

TV Buatan Sendiri

 


Ini TVnya Rafif, buatnya dari bekas kardus peralatan makan Aisyah. Acaranya bisa berubah terus. Semua acara Rafif yang menentukan. Sekarang lagi acara badut Woldi yang mau ke pabrik semen naik trus pengaduk semen :). semua pengisi acaranya ada dibalik TV. Badut Woldinya diikat dengan benang supaya bisa tergantung ditengah TV :)




Posted by Picasa

9 Akhlak (Karakter Positif) Pendukung Keberhasilan Akademik

Saya bisa dikatakan fansnya Bu Ery Soekresno seorang psikolog yang bergerak di bidang dunia anak dan pendidikan. Ide-ide yang dipaparkan bu Ery dalam setiap seminar yang saya ikuti membuat saya semakin mendapatkan keyakinan bahwa saya sebagai orangtua bisa memberikan pendidikan yang baik bagi anak melalui homeschooling.

Awalnya menjalani homeschooling pasti akan ada keraguan dari para orang tua termasuk saya mengenai kemampuan mengajar.
" Aduh bisa ngga yah saya ngajarin anak?"
"Sabar nggak yah?"
"Tahan ngga ya ngajar 6 jam sehari"
Ini sebagian fikiran yang menggelayuti fikiran saya pada awalnya. Karena definisi mengajar bagi saya awalnya adalah memberikan penjelasan mengenai suatu topik agar anak bisa tahu dan faham mengenai topik tersebut.

Ternyata bukan itu definisi mengajar menurut bu Ery.

Definisi mengajar adalah memotivasi anak agar mau memperlajari suatu topik, sedangkan yang akan membuat dia mengerti itu adalah dirinya sendiri bukan orang tua. Agar anak bisa mengerti juga terkadang tidak langsung mungkin saja akan mengalami kebingungan dan berbuat salah sebelumnya. Itu hal yang wajar karena belajar merupakan suatu proses bukan hanya sekedar tahu jawaban yang benar yang mana.

Oleh karena itu yang paling penting adalah membangun karakter positif anak yang akan mendukung proses belajar anak. Dan ini merupakan tugas utama orang tua.

Pada dasarnya anak itu fitrahnya sudah memiliki semua potensi kebaikan dalam dirinya. Hanya saja perlu bantuan orang tua agar anak bisa mengeluarkan kebaikan-kebaikan yang terpendam dalam dirinya tersebut. Kalau anak terlihat 'nakal' bagi kita sebenarnya bukan karena anak memiliki jiwa kriminal melainkan hanya karena mereka masih lugu, belum tahu ataupun karena anak memang senangnya yang enak-enak saja.

9 Akhlak (Karakter Positif) yang akan mendukung keberhasilan anak melalui proses akademik menurut bu Ery adalah sebagai berikut :

1. Rasa Percaya Diri
Rasa PD bisa dilatih dengan cara memberikan pilihan bagi anak terutama ketika kita ingin anak melakukan sesuatu dan kesempatan melakukan pekerjaan sederhana sendiri.
Ketika kita ingin menyuruh anak mandi misalnya ketika anak menolak kita bisa memberikan pilihan " Dek, mau mandi air dingin atau air hangat?". Dan ketika dia sudha memilih hargai apapun pilihannya jangan mengkritik dengan berkata misalnya " yah kok air hangat kan umi repot masaknya!". Ini akan kembali menjatuhkan mental anak.

2. Rasa Ingin Tahu
Ketika anak tidak lagi punya rasa ingin tahu maka proses belajarnya terhenti karena dia merasa sudah cukup dan tidak ingin tahu apa-apa lagi. Oleh karenanya kita harus selalu memumpuk rasa ingin tahu yang sebenarnya sudah Allah berikan kepada semua anak.
Caranya berusaha menjawab semua pertanyaan anak, kalau tidak bisa ajak dia ikut mencari jawaban tersebut. Kita juga bisa mengajarkan anak mengajukan berbagai pertanyaan terhadap satu topik dengan pertanyaan yang diawali Apa, Mengapa, Bagaimana, Kapan, Siapa, Berapa lama dan Berapa Biaya membuatnya.

3. Motivasi
Motivasi sebaiknya berasal dari dalam diri sendiri bukan karena dia ingin menyenangkan orang tua ataupun karena hadiah. Oleh karena itu ketika kita ingin anak melakukan sesuatu jangan diimingi-imingi hadiah sebelumnya atau dengan amarah sehingga anak melakukannya hanya karena ingin menghindari amarah kita.
Selain itu kita juga bisa meminimalkan memberi perintah kepada anak, biarkan anak yang mengambil keputusan mengenai apa yang seharusnya dia lakukan berdasarkan fakta yang ada. Misalkan alih-laih berkata " dek, beresin dulu mainannya sekarang!" Kita bisa ganti dengan " dek, rumah kita berantakan yah, mainanmu berserakan. Gimana caranya supaya rumah kita ngga berantakan lagi"?. Jadi ide membereskan mainan itu akan datang dari dia sendiri.

4. Kemampuan Kontrol diri
Kemamapuan kontrol diri akan didapatkan anak jika dia diberikan kesempatan untuk mengekspresikan perasaannya. Jadi ketika anak marah biarkan anak marah selama dia tidak merusak barang ataupun memukul. Anak boleh mengungkapkan semua perasaannya orang tua lah yang akan membantu anak mengekspresikan dengan cara yang benar.

5. Kemampuan Kerja Sama
Kerjasama bisa dilatih dengan banyak hal misalkan saja dengan membuat kue bersama-sama ibu dan adik ataupun membangun menara yang tinggi dengan teman. Tunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan bersama akan lebih cepat selesai.

6. Mudah Bergaul
Anak kuper sering menajdi masalah bagi orang tua. Orang tua seringkali khawatir kalau anak tidak mudah bergaul walaupun pada kenyataannya anak usia 2 tahun belum bisa bermain bersama. agar anak mudah bergaul anak diberikan kesempatan bertemu dengan prang lain tidak hanya teman sebaya tetapi juga teman berbagai usia dan orang dewasa.
Bu ery mengingatkan anak berumur dibawah 4 tahun harus ditemani oleh orang dewasa ketika ingin bermain dirumah temannya karena anak usia dini masih mau enaknya sendiri tanpa memperdulikan aturan-aturan yang berlaku.

7. Mampu Berkonsentrasi
Tips sederhana yang diberikan bu Ery agar anak bisa berkonsentrasi adalah dengan memegang anak serta meminta anak menatap mata kita ketika kita berbicara padanya.

8. Empati
Ketika kita ingin anak berempati kita harus mengenalkan berbagai jenis perasaan kepada anak. Sedih, marah, takut, kecewa, cemas, bahagia dan sebagainya. Sehingga anak bisa membaca perasaan orang lain dan kemudian mencoba berempati.
Untuk kegiatan kongkrit setiap malam takbiran anak-anak Bu Ery akan berkeliling Jakarta untuk memberikan hadiah bagi para pemulung.

9. Kemampuan Berkomunikasi
Ketika berkomunikasi dengan anak hindari bahasa bayi misalkan " Adek mau maem, ya?". Ketika anak salah mengucapkan sesuatu kita tidak perlu mengkritiknya tapi langsung mencontohkan yang benar. "ooo, adek mau makan, ya?"
Tips lain dari bu Ery adalah kita sebaiknya tidak memberikan apa yang diperlukan anak sebelum dia memintanya sendiri.



Semua karakter postif tersebut tidak bisa dibangun dengan cara hanya menonton VCD, membaca buku ataupun hanya berupa nasehat dari orang tua. Anak perlu diberikan kegiatan kongkrit untuk setiap Karakter. Dan yang paling penting contoh utama kita adalah Rasulullah SAW.

Beberapa website yang terkait dengan pembentukan karakter :
Centre on Social and Emotional Foundation for Early Learning
Good Charater
List berbagai websites lain bisa dilihat disini

Minggu, 18 Januari 2009

Homeschooling = Belajar Diluar Kelas

 

Homeschooling bagi saya bukan hanya berarti sekolah rumah karena pada kenyataannya kami tidak hanya belajar dirumah. Homeschooling bagi saya berarti belajar dimana saja selain di dalam kelas. Belajar dimana saja termasuk juga belajar di sekolah, tepatnya dihalaman sekolah :).

Rafif dan Aisyah biasanya belajar dimana saja, dan mereka menikmati saat-saat berada ditempat yang baru. Seperti ketika meeka harus menemani saya yang bertugas mengantar keponakan saya sekolah. Sambil menunggu Ais - sepupunya belajar dikelas Rafif dan Aisyah bermain-main dilapangan, setelah bosan mereka membaca buku tepat ditengah-tengah lapangan sambil duduk santai di ban bekas yang digunakan untuk olahraga :). Setelah semua buku habis dibaca kami berkeliling sekitar sekolah sambil mengumpulkan biji-bijian dan melihat tanaman-tanaman yang ada.

Kunci homeschooling adalah belajar menyenangkan, sesuai dengan keinginan anak dan tidak harus selalu dirumah. Belajar bebas dari batasan dinding-dinding yang ada. Happy Homeschooling





Posted by Picasa

Bis dari Kardus Bekas

 


Menjadi homeschooler membuat kami jadi rajin mengumpulkan barang-barang bekas. Jika sebelumnya setiap ada sampah pasti langsung berakhir di tempat sampah, sekarang saya mencoba mengumpulkan berbagai barang seperti kardus bekas, botol, gelas plastik dan aneka barang bekas lainnya. Setiap menemukan barang bekas akan saya masukkan ke kardus khusus bertuliskan "Junk Box". Ketika Rafif ingin membuat sesuatu dia bisa melihat kedalam "Junk Box" apakah ada benda yang bisa dimanfaatkan.

Salah satu hasil karya Rafif dari barang bekas adalah bis. Bis ini terbuat dari kardus kecil bekas biskuit. Agar dia bisa mencat busnya, kotak tersebut saya lapisi dengan kertas bekas. Jendelanya dibuat dari potongan kertas origami. Saya juga membantu melubagi pintu bisnya dengan cutter sehingga bisa dibuka tutup. Jadilah mainan murah meriah dan ramah lingkungan.

Kegiatan mengumpulkan barang bekas membuat Rafif belajar bahwa ada beberapa benda yang kelihatannya tidak berguna bisa diolah kembali menjadi barang yang masih ada manfaatnya. Dia belajar mencintai lingkungannya dengan mengurangi sampah dan juga belajar menjadi kreatif. Kalau buat saya bagian terpentingnya adalah dana untuk membeli mainan bisa dihemat karena banyak mainan bisa dibuat dari barang bekas :)

Ini beberapa situs favorite saya yang memuat berbagai ide untuk membuat kerajinan dari barang bekas :
- All Free Crafts
- Makes Stuff
- Kinder Art


Posted by Picasa

Jumat, 16 Januari 2009

Percobaan Sains : Membuat Gunung Berapi

 


Dapur beserta perlengkapannya bisa jadi disulap menjadi laboratorium Sains sederhana.

Tinggal siapkan sebotol cuka, satu atau dua sendok baking soda, pewarna makanan untuk menambah semarak, kardus karton bekas kemasan makanan, botol bekas plus ember kecil. Voila......Jadilah gunung berapi lengkap dengan letusannya yang mengeluarkan lava merah.


Ini yang pernah kami lakukan di dapur kami, dengan memanfaatkan barang-barang yang ada didapur Rafif belajar bahwa baking soda apabila dicampur dengan cuka yang diberi pewarna akan menghasilkan semburan laksana lava dari gunung berapi.

Awalnya sempat gagal karena cuka yang dituangkan terlalu sedikit. Botol cukanya terbuka terlalu kecil jadi cuka yang keluar hanya berupa tetesan. Setelah botolnya dibuka lebih lebar cuka bisa dituang lebih banyak dan segera menimbulkan semburan yang cukup tinggi. Kegagalan tersebut membuat Rafif belajar bahwa ketika melakukan percobaan tidak selalu langsung berhasil. Dia harus mencoba dengan cqara lain ketika cara pertama gagal. Akhirnya kemeriahan berakhir ketika cukanya sudah habis ;)



Posted by Picasa

Summer Holiday

Libur telah tiba... Libur telah tiba... Hatiku gembira.... Siapa yang ga gembira kalau lagi liburan, apalagi kalau liburnya selama 11 min...