Jumat, 20 November 2009

Learning All The Time

Ketika hendak melahirkan anak saya yang ketiga saya berfikir untuk meliburkan Rafif dan Aisyah dari kegiatan belajar. Hal ini saya lakukan karena saya tidak ingin proses pemulihan saya paska operasi terganggu karena saya sibuk menyiapkan bahan-bahan pelajaran untuk mereka. Selain itu saya juga ingin menghindari stress yang akan menghambat proses menyusui bayi. Toh tidak apa-apa kalau anak-anak libur 3 bulan. Setelah itu Insya Allah Rafif akan bisa meneruskan pelajarannya yang tertinggal.


Tapi kenyataannya yang libur itu cuma saya sebagai pengajar anak-anak. Rafif dan Aisyah tetap terus belajar tanpa perlu pengarahan ataupun bahan-bahan pelajaran dari ibunya. Mereka masih terus belajar banyak hal dari buku-buku yang dibacakan oleh abinya sebelum tidur, dari berbagai pertanyaan yang mereka lontarkan setiap hari, dari kegiatan bermain mereka dan dari interaksi mereka dengan lingkungan sekitar.

Kegiatan sehari-hari sebenarnya merupakan sarana pembelajaran yang luar biasa banyak untuk anak usia dini. Contohnya kemampuan mengeja Rafif didapatkan dari kegemarannya bermain sms. Agar pesannya bisa dimengerti orang Rafif harus berusaha supaya dia bisa menuliskan dengan benar. Untuk lebih membantu kami menggunakan program chat melalui bluetooth handphone BLUEEEE agar Rafif bisa terus saling mengirimkan pesan tanpa harus mengeluarkan biaya untuk sms.

Interaksi dengan tantenya seorang arsitek yang kebetulan sedang menginap dirumah kami juga membuat Rafif belajar bagaimana proses mendesain rumah dan belajar menggunakan program Autocad. Sesuatu yang tidak mungkin dipelajari dari saya. Oleh karena itu saya merasa tidak ada kata libur sebenarnya. Selama anak memiliki kesempatan untuk melakukan banyak hal dalam kehidupan sehari-hari, anak akan terus belajar walaupun tidak ada satu orang dewasapun yang menyuruh mereka untuk belajar.

Rabu, 18 November 2009

Terima Kasih Buat Semua Pembaca Daramaina.com

Postingan terakhir saya saya tanggal 17 Juli 2009 sekarang sudah akhir tanggal 18 November 2009 itu artinya sudah 4 bulan saya vakum ngeblog. Gairah menulis saya sempet berhenti karena kandungan yang makin membesar lalu punya bayi ditambah lagi dengan rencana kepindahan kami sekeluarga ke Arab Saudi.

Tapi membaca berbagai komentar yang ditinggalkan di blog ini membuat saya merasa dibutuhkan. Membuat gairah menulis saya besar kembali. Terima kasih buat semua yang sudah berkenan membaca blog saya ini. Insya Allah saya akan kembali menulis. Walaupun saya berhenti menulis bukan berarti proses homeschooling dirumah kami berhenti. Keinginan belajar anak-anak tidak pernah padam walaupun mungkin belajar menurut mereka tidak sama dengan kriteria belajar menurut kita.




Jumat, 17 Juli 2009

Belajar Membaca Dalam Bahasa Inggris

Setelah selesai dengan urusan membaca dalam bahasa Indonesia sekarang Rafif mulai bergelut dalam usahanya membaca dalam bahasa Inggris. Lebih sulit memang jika dibandingkan membaca dalam bahasa Indonesia. Sama seperti ketika belajar bahasa Indonesia kali ini saya juga menggunkan alat bantu visual. Karena Rafif akan lebih cepat menguasai sesuatu apabila dia bisa melihatnya.

Untuk belajar bahasa Indonesia dulu saya menggunakan film animasi dari metode cantol Raudhoh. Hampir setiap hari dia menonton film yang berisikan nyanyian "para suku kata " seperti ba, bi, bu, be, bo.

Untuk belajar membaca dalam bahasa Inggris situs Starfall yang jadi andalan. Situs ini berisikan berbagai animasi menarik untuk belajar phonics. Ada 2 metode untuk membantu anak belajar membaca dalam bahasa Inggris yaitu Whole Language Approach dan Phonic. Silahkan klik disini untuk penjelasan lebih lanjut mengenai kedua metode.

Sebelum ini Rafif sudah bisa membaca beberapa kata sederhana dalam bahasa inggris seperti cat, house, girl dan sebagainya karena dia masih ingat cara membaca kata tersebut ketika dibacakan sebelumnya. Jadi dia belajar membaca dengan memorization atau metode Whole Language Approach. Tapi untuk kata-kata yang belum pernah dia dengar dia tidak bisa membacanya. Selain itu untuk kata-kata yang dia ingat cara membacanya juga belum tentu semua bisa dai tulis kembali seperti girl tau house. Karena dia tidak pernah mengeja kata itu sebelumnya. Dia hanya mengingat cara kata itu dibacakan.

Oleh karena itu saya mulai mengajarkan metode phonic untuk Rafif yaitu belajar membaca secara di eja. Misalkan girl itu terdiri dari g-i-r-l. Dalam metode phonic bunyi huruf tidak selalu sama dengan nama hurufnya. Bagaimana bunyi setiap huruf bisa didengar melalui Starfall. Untuk latihan membaca dan menulis dengan metode phonic saya menggunakan worksheet dari http://www.progressivephonics.com/~suzettew/ yang bisa didownload setelah kita mendaftar sebagai member secara cuma-cuma.




Buku Science Primary

Kemarin kami berkunjung untuk kedua kalinya ke toko buku Mentari Cipete Raya ( 021-6870 7022). Rencananya mau beli buku Science untuk tingkat primary 1. Selama ini kami belajar science tidak menggunakan buku teks melainkan hanya melalui kehidupan sehari atau berbagai percobaan sains untuk anak usia dini. Untuk memastikan topik apa yang seharusnya dipelajari Rafif di tingkat primary 1, saya butuh buku teks sebagai panduan belajar. Sehingga tidak ada topik yang terlewat untuk dipelajari.


Berdasarkan rekomendasi dari Mbak Ines Setiawan buku yang direncanakan akan dibeli adalah terbitan Marshall Cavendish seri My Pals are Here. Karena buku terbitan Singapore ini ditujukan kepada stident yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua sehingga pembahasannya lebih jelas dan menggunakan bahasa Inggris yang sederhana. Dibandingkan dengan buku terbitan dari Inggris langsung yang "kering" akan penjelasan.

Tetapi ketika melihat isinya ternyata semua topik yang tercakup pada buku untuk Primary 1 sudah pernah kami bahas sebelumnya dan saya yakin Rafif sudah menguasainya. Dia pasti akan bosan jika harus mengulang lagi.

Adapun topik untuk tingkat Primary 1 adalah sebagai berikut:

1. Ourselves ( Our Body, Our 5 Senses, Food We Eat)
2. Using Our Senses ( Color Shapes and Sizes, Group, Sounds, Smell Taste and Touch)
3. Animals
4. Plants ( Plants around us, Plants grow taller and bigger)
5. Taking Care of Our World ( Do not Littering)
6. Sink or Float
7. Light and Dark

Akhirnya saya putuskan untuk langsung membeli buku tingkat Primary 2 dari seri yang sama yaitu Lets Learn Science Year 2 by Joy Tan seharga Rp. 79.000. Asyiknya Homeschooling tidak masalah anak loncat ke tingkat lebih tinggi untuk suatu mata pelajaran tertentu. Jadi walaupun Rafif seharusnya baru Primary 1 tapi dia sudah bisa mulai belajar pelajaran untuk tingkat Primary 2.
Untuk menilai pemahaman anak juga disedikan workbook yang berisi soal-soal untuk dikerjakan anak. Tapi saya tidak membelinya karena murid saya cuma satu tanpa workbook saya bisa tahu apakah murid saya sudah paham atau belum.

Untuk tahun kedua Topik yang akan dibahas adalah sebagai berikut :

1. Living Things and Non-Living Things
2. Food
3. We Grow Bigger
4. What Animals Need
5. Animals Grow Bigger To
6. Very Important Seeds
7. Thirsty Plants
8. Which is Longer
9. Batteries
10. Mixing Things
11. Push and Pull
12. Change
13. Electricity

Jika anda tidak berniat membeli bukunya ikuti saja topik-topik diatas dan cari bahannya dari berbagai sumber lain seperti buku dan internet. Saya juga mungkin tidak mengikuti satu persatu tahapan pelajaran yang ada tapi memanfaatkan saja berbagai kesempatan yang ada. Misalkan saja saat sedang di dapur bisa langsung membahas mengenai mixing things walaupun jika menurut buku seharusnya membahasa batere dulu.

Rabu, 15 Juli 2009

Naik Sepeda


Olahraga favorite Rafif dan Aisyah adalah naik sepeda. Mereka punya jadwal khusus sama ayahnya buat naik sepeda. Karena kami tinggal di perkampungan padat penduduk untuk bisa naik sepeda dengan nyaman harus pergi ke komplek perumahan didekat rumah atau ke Kampus UI. Tapi demi keselamatan anak acara angkut sepeda dengan mobil pun dilakukan setiap mereka mau bersepeda. Bosan bersepeda biasanya dilanjutkan dengan lari-larian.

Selasa, 14 Juli 2009

Peluncuran ASPIRASI (Asosiasi Praktisi Pendidikan Rumah Seluruh Indonesia) Jakarta dan Tangerang.



Sabtu, 11 Juli 2009 lalu saya berkesempatan hadir pada peluncuran ASPIRASI (Asosiasi Praktisi Pendidikan Rumah Seluruh Indonesia) untuk wilayah Jakarta dan Tangerang yang. Launching yang bertempat di Museum Nasional tersebut dihadiri 13 keluarga. Acara dimulai pukul 9.30 - 12 siang.

Sebelum acara dimulai saya sempat berkeliling bagian luar dari museum dengan Aisyah dan Rafif. Ada patung gajah yang besar di halaman depan sehingga museum ini juga sering disebut dengan museum gajah. Selain patung Gajah di halaman depan juga ada beberapa meriam tua. Disamping halaman depan juga terdapat undakan-undakan tangga yang sepertinya berfungsi sebagai ampitheater.

Sambil menunggu keluarga yang lain datang kami berkumpul di teras depan museum. Selain meja penjualan tiket juga terdapat beberapa patung besar yang berjejer. Kesempatan menunggu saya pergunakan untuk mengajarkan Rafif untuk membaca jadwal buka museum serta membandingkan harga karcis orang dewasa dan anak-anak. Harga karcisnya murah sekali Rp. 750 untuk orang dewasa dan Rp. 250 untuk anak-anak.

Acara kemudian berlansung sambil duduk lesehan di pelataran besar bagian dalam museum. Acara dibuka dengan penjelasan dari Mbak Alzena mengenai visi dan misi Aspirasi. Lalu dilanjutkan dengan sharing dari setiap ibu yang hadir. Kebetulan yang ikutan berkumpul hanya para ibu. Para bapaknya kebagian tugas momong anak :).
Selesai sharing dilanjutkan dengan acara tanya jawab. Detil mengenai topik yang dibicarakan silahkan klik di multiplynya Mbak Dinar

Ketika acara berlangsung sebenarnya saya berharap anak-anak bisa menikmati kunjungan dibagian dalam museum bersama Abinya. Ternyata mereka tidak terlalu menikmatinya . Hanya 10 menit didalam mereka sudah bosan dan akhirnya hanya duduk dengan bosan menunggu uminya selesai acara. Begitulah homeschooling terkadang apa yang sudah kita siapkan dan fikir bisa sebagai bahan pelajaran untuk anak ternyata bagi mereka sama sekali tidak menarik. Sehingga sulit untuk berharap mereka belajar banyak dari sesuatu yang tidak mereka senangi.

Untuk info lebih kanjut mengenai ASPIRASI (Asosiasi Praktisi Pendidikan Rumah Seluruh Indonesia)silahkan kunjungi:

Website : http://aspirasipendidikanrumah.wordpress.com
Facebook :
http://www.facebook.com/pages/ASPIRASI-Asosiasi-Praktisi-Pendidikan-Rumah-Seluru\
h-Indonesia/113547530849?sid=fd19d12aa682599f302f44d2944719cd&ref=search
Mailing List : http://groups.yahoo.com/group/Home-EducationIndonesia/


Selasa, 07 Juli 2009

Melukis Di jendela

 


Terkadang Rafif dan Aisyah bosan hanya bisa melukis di kertas saja. Untuk variasi terkadang saya membebaskan mereka untuk melukis di lantai ataupun kaca jendela rumah. Tapi sebelumnya cat untuk melukisnya saya campur dengan sabun pencuci piring. Sehingga setelah selesai berkreasi hasilnya bisa dengan mudah dibersihkan. Malah sekaligus membuat mereka jadi membersihkan kaca jendela :) Hanya saja hasil lukisannya tidak bisa disimpan di folder seperti biasa.




Posted by Picasa

Summer Holiday

Libur telah tiba... Libur telah tiba... Hatiku gembira.... Siapa yang ga gembira kalau lagi liburan, apalagi kalau liburnya selama 11 min...