Sabtu, 06 Agustus 2011

Tantangan 30 hari Klub Oase # 4

Untuk Tantangan Klub Oase hari ke-4, saya mulai mengunakan aplikasi Photoscape untuk menyusun kolase foto kegiatan Rafif dan Aisyah. Hasil kolase saya bisa dilihat di album Facebook saya.  Photoscape bisa di download secara gratis dan dipakai ketika kita offline. Background dan hiasan kolasenya saya ambil dari Shabby Princess yang menyediakan free scrapbook kits.

Photoscape tidak hanya menyediakan sarana untuk mengedit foto tapi juga menyusun, menggabungkan beberapa foto, memotong foto layaknya puzzle sampai membuat animasi dan komik.

Tutorial sederhana membuat kolase dengan Photoscape adalah sebagai berikut :
 1. Buka aplikasi Photoscape yang sudah didownload.
2. Pilih modul Page
3. Pilih layout foto yang diinginkan dikolom sebelah kanan
4. Masukkan background atau paper dari scrapbook kit. pilihannya ada di kolom sebelah kiri.
5. Jika ingin menggunakan frame yang disediakan photoscape pilih di kotak frame dikolom sebelah kanan atas.
6. Jika sudah selesai silahkan di save ada yang ingin ditambahkan silahkan klik tombol Edit dibawah tombol Save.
7. Dibagian Edit jika ingin menambah gambar atau tulisan bisa pilih Object yang terletak dibagian bawah. Kita bisa memilih object yang disediakan photoscape atau object lain yang sudah ada dikomputer kita.

List situs yang menyediakan Scrapbook Kit bisa kita lihat di sini. Hanya saja ukuran kit yang didownload lumayan besar berkisar puluhan Mb. Tapi dengan mendownload kit tersebut kolase kita akan tampil cantik.

Kegiatan lain yang kami lakukan kemarin adalah percobaan Merica Kocar Kacir. Idenya diambil dari situs webnya Rumah Sains Ilma yang menyediakan berbagai kegiatan menarik yang berhubungan dengan sains.
Gambar dibawah adalah gambar merica yang dituang ke air. Merica masih berkelompok dan mengumpul di tengah.
Add caption
Setelah itu saya memasukkan tangan saya, pensil dan beberapa benda lain. Tapi ketika diangkat susunan mericanya masih seperti awal. Lain halnya ketika saya memasukkan benda yang sudah dicelup kedalam air sabun. Mericanya langsung berlarian dan tidak mengumpul lagi ditengah. Anak-anak takjub sekali ketika melihat reaksi si merica terkena air sabun. Sampai-sampai mereka minta percobaannya diulang lagi. Gambar dibawah adalah gambar merica yang sudah terkena air sabun.



Tantangan 30 hari Klub Oase # 3

Hari ketiga Ramadhan ini saya ikut mengantar Rafif kemesjid karena ingin melihat kegiatan Pendidikan Ramadhannya. Acaranya pagi ini dimulai dengan cerita dari seorang kakak panitia mengenai Rasullullah SAW. Bahagia rasanya melihat Rafif bisa duduk dengan tenang mendengarkan cerita walaupun dia tidak pernah bersekolah sebelumnya. Dan dia juga mengerti serta mendengarkan dengan baik cerita tersebut karena sesampai dirumah dia bisa menceritakan kembali isi cerita tersebut. Alhamdulillah kebiasaan  saya  membacakan buku setiap malam membuat Rafif bisa berkonsentrasi untuk mendengarkan seseorang bercerita dengan jangka waktu yang lumayan lama. Homeschooling tidak membuat anak menjadi tidak tahu aturan dan tidak bisa duduk diam dengan manis.


Untuk tantangan klub Oase hari ini keluarga kami mengajukan Afkar sebagai peserta :). Setelah giliran Rafif dan Aisyah kali ini giliran Afkar nampang dengan aktivitas Ramadhannya. Aktivitasnnya sederhana saja. Yang dibutuhkan hanya gambar mesjid, cat aneka warna yang sudah ditambah cairan pencuci piring agar mudah dibersihkan dan mainan plastik untuk capnya. Hasilnya seperti dibawah ini.

 

Rabu, 03 Agustus 2011

Tantangan 30 hari Klub Oase #2

Hari ini Rafif memulai kegiatan Pendidikan Ramadhan di Mesjid Raya Baiturahman Lhokseumawe. Dia bersemangat sekali ikut kegiatan ini karena dia melihat di daftar acara ada kegiatan Fun Games. Dalam benaknya itu adalah bermain game komputer :) Pulangnya  dia langsung laporan , " Umi ternyata fun game itu bukan main komputer tapi main percobaan dengan air !". hehehehe ada yang kecele rupanya tapi Alhamdulilllah tidak terlalu kecewa karena katanya enak juga main air pakai saringan. Selain Fun game disana mereka juga belajar membaca dan menulis huruf-huruf di buku Iqra. Insya Allah kegiatan ini diadakan selama 30 hari di bulan Ramadhan dari pukul 8 - 11 pagi.




Karena Aisyah menolak untuk ikutan Pendidikan Ramadhan saya mengajaknya membuat Penanda Ramadhan. Idenya didapat dari A Muslim Child Is Born. Bahan yang dibutuhkan adalah 1 batang alat tulis, pita, spidol permanen, penjepit baju, penjepit kertas dan kertas origami untuk membuat gambar bulannya.



Hasilnya seperti yang ada dibawah ini. Sayang karena pitanya berwarna perak dan memantulkan cahaya membuat angka-angkanya tidak terlihat ketika difoto. Dengan adanya penanda ini selain belajar bilangan Aisyah juga belajar urutan pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Sekarang juga saya tidak repot lagi menjelaskan setiap ada yang bertaya "Mi, lebaran berapa lama lagi ?". Mereka tinggal lihat bulan yang ada dijepitan jemurannya. Semakin kebawah artinya lebaran semakin dekat.



Selasa, 02 Agustus 2011

Tantangan 30 Hari Klub Oase

Selama bulan Ramadhan Klub Oase menantang para orang tua untuk mendokumentasikan kegiatan anak dan menguploadnya di Facebook. Setiap orangtua akan berhasil menjadi pemenang jika berhasil sharing foto kegiatan anak salama 30 hari. Keterangan lebih detil silahkan klik disini.




Saya langsung bersemangat ikut tantangan ini. sudah beberapa bulan saya kembali lagi vakum nulis di blog. Bukan karena anak-anak berhenti homeschooling, atau sayanya yang super sibuk. Malas alasan sebenarnya. Padahal banyak kegiatan anak-anak yang bisa disharing disini. Tantangan Klub Oase sekaligus menjadi motivasi saya untuk menjaga blog ini untuk di update secara kontinyu. Selama 30 hari dibulan Ramadhan saya tidak hanya mengupload kegiatan anak-anak via Facebook tapi juga akan menuliskannya di blog. Ramadhan tidak berarti lemas dan tidur-tiduran tapi Ramadhan harus produktif.


Kegiatan hari 1 dimulai dengan membuat gambar pohon diatas karton putih dengan krayon. Setelah itu Rafif mencari daun-daun dihalaman. Daun-daun tersebut diletakan dibalik kertas putih lalu kertas tersebut diarsir tepat diatas daun sehingga muncul pola daun di atas kertas. kemudian daun kertas tersebut di gunting dan ditempel dibatang pohon. Pada setiap lembar daun tersebut Rafif bisa menuliskan perbuatan baik apa yang dialakukan selama bulan Ramdhan. Saya menamakan pohon tersebut Pohon Kebaikan Ramadhan.


Di Aceh sekolah libur selama bulan Ramadhan, jadi teman-teman Rafif datang ke rumah untuk bermain. Lalu saya berinisiatif untuk mengajak mereka bermain sambil belajar. Saya memberikan gambar berbagai macam bentuk geometri, lalu saya minta mereka untuk mengelompokkannya berdasarkan jumlah sudut yang dimiliki.


Setelah mereka berhasil mengelompokkan semua gambar dengan benar, lalu saya minta lagi mereka untuk memilih gambar salah satu bentuk geometri secara acak, dan meminta mereka untuk membuat gambar dengan sudut yang sama, tapi bentuk yang berbeda. Hasilnya, seperti gambar di bawah ini. Gambar yang aslinya (warna hitam) mempunyai dua sudut, kemudian mereka gambar bentuk lain, tetap dengan dua sudut tapi dengan bentuk yang berbeda (warna merah).

Sabtu, 02 April 2011

Asmaul Husna

Tak kenal maka tak sayang. Oleh karena itu saya ingin mengenalkan anak-anak dengan Asmaul Husna - 99 Nama Allah yang indah agar mereka semakin sayang dan mencintai Allah. Sumber pertama kami belajar Asmaul Husna adalah melalui buku terbitan Al Kautsar for kids. Judul bukunya 99 nama dan sifat Allah mengenal Asma'ul Husna dengan cerita berima   penulis Aan Wulandari ilustrator Mantox Studio. Buku dengan hardcover ini memuat 99 nama Allah disertai dengan penjelasan mengenai sifat tersebut. Penjelasannya dibuat berima dan sederhana sehingga mudah di pahami anak. Selain itu disetiap gambar juga disertai dengan tips akhlak, adab dan perbuatan baik.

Ketika Rafif dan Aisyah sedang makan atau santai saya membacakan satu halaman yang berisi satu asma'ul husna  dalam bahasa arab, indonesia dan inggris. Kemudian  kita bersama-sama  berdiskusi mengenai nama tersebut dan apilkasi dalam hidup sehari-hari. Misalkan ketika membahas Quddus yang berarti Allah maha sempurna saya jelaskan bahwa wajar manusia itu membuat kesalahan karena cuma Allah yang tidak pernah salah. Lalu kita membahas kesalahan masing-masing, apa yang harus diperbuat ketika berbuat salah, dan saling memaafkan ketika ada yang berbuat salah. Aisyah minta jika ada yang berbuat kesalahan dipeluk seperti yang dia lihat dibuku Barney Pelukan Kasih Sayang.

Bagian dalam buku

Bagian luar buku


Setelah itu Aisyah mewarnai nama-nama Allah yang saya print dari Easel & Ink yang ditempelkan ke dinding kaar kami. Kebetulan dinding kamar kami salah satu sisinya dilapisi keramik sehingga anak-anak bisa menempelkan apa saja tanpa merusak dinding.

Asma'ul husna yang ditempel di dinding


Rafif dan Aisya juga saya sediakan gambar tabung untuk diwarnai sebagai penanda jumlah asma'ul husna yang telah mereka pelajari. Gambar tabung ini saya dapatkan dari Islamic Bulletin Board. Sumber belajar mengenai asmaul husna bisa didapatkan secara lengkap di TJ Islamic Studies lengkap dengan Lesson Page dan Lapbook. Untuk nasyid Asmau'ul Husna juga bisa didapatkan dengan berbagai versi di Youtube.

Tabung Asma'ul Husna

Kamis, 31 Maret 2011

Finger Puppet

Terinspirasi oleh kegiatan klub oase, saya mengajak anak-anak membuat boneka jari atau finger puppet dari kain flannel. Bonekanya sederhana saja, tidak menggunakan template khusus. Desainnya anak-anak sendiri yang buat kecuali untuk sayap kupu-kupu Aisyah, saya yang membuatkan. Saya memilih tidak menggunakan template tertentu karena saya ingin anak-anak berkreasi sendiri. Jika ingin membuat menggunakan template sehingga hasilnya bisa lebih rapi bisa di klik disini.


  
Berhubung ga punya panggung boneka akhirnya kotak mainan Rafif  dibuka belakangnya dan di berdayakan jadi panggung boneka.  Lumayan hasilnya karena depannya dilapisi plastik jadi seperti TV  walaupun bolak-balik jatuh tapi anak-anak fun. Aktivitas seru, murah dan menyenangkan di hari hujan. Jadi kepengen punya panggung boneka beneran nih. Mudah-mudahan bisa jadi proyek berikutnya.



Surat Flannel


Salah satu cara untuk menstimulasi anak-anak menulis adalah dengan surat-suratan. Dijamin anak-anak pasti lebih bersemangat menulis jika dibandingkan harus menulis di worksheet atau lembar kerja. Karena melalui surat mereka merasa layaknya sedang bermain saja bukan belajar. Apalagi jika kita buatkan mereka amplop dari kain flannel untuk tempat surat mereka sebelum diantarkan ke penerimanya. Di amplopnya bisa juga di tempel dengan potongan kain yang sudah di sulam nama sang penerima. Ide ini saya dapatkan dari salah satu website homeschooler luar negeri. Tapi saya saya lupa alamat webnya tdak disimpan. Di search di Google juga belum ketemu. Kalo ada pembaca blog ini yang tahu tolong tinggalkan pesan di komen yah !


Aisyah lagi sibuk gambar buat dikirim ke abi. Hmmm kayanya harus bikin amplop yang lebih besar biar kertasnya ga perlu dilipat terlalu kecil. Di web yang saya lihat itu bahkan suratnya juga terbuat dari potongan kain flannel yang disulam kata-kata seperti i love u atau i miss u.

Summer Holiday

Libur telah tiba... Libur telah tiba... Hatiku gembira.... Siapa yang ga gembira kalau lagi liburan, apalagi kalau liburnya selama 11 min...