Sabtu, 13 Desember 2008

Membuat Lilin Mainan (Playdough)

Mainan edukatif tidak selalu berarti mahal. Terkadang sesuatu yang bisa mencerdaskan anak bisa kita beli dengan harga murah atau bahkan bisa kita buat sendiri. Lilin MAinan atau Playdough salah satunya. Dengan playdough anak bisa menciptakan berbagai bentuk sesuka hati mereka. Ketika mereka sedang bermain lilin sebenarnya mereka sedang melatih motorik halus mereka yang nantinya akan sangat berguna ketika mereka belajar menulis karena otot tangannya sudah lentur. Mereka bisa juga mengulung lilin menjadi cacing-cacing panjang yang kemudian dibentuk manjadi angka dan abjad.

Lilin mainan bisa dibuat sendiri. Ini resepnya :



Resep Lilin Mainan :

1 cangkir tepung terigu atau maizena
2 sdt krim tartar ( bisa diperoleh di supermarket atau toko bahan kue)
1/2 cangkir garam
2 sdm minyak
1 cangkir air
bermacam-macam pewarna makanan

Cara Membuat:
Campurkan terigu, krim tartar dan garam. Lalu masukkan minyak dan air. Masak selama 3 menit sampai adonan kental. Lalu bagi menjadi beberapa bagian. Masukkan pewarna makanan yang diinginkan pada tiap-tiap bagian.

Libatkan anak- anak pada saat membuat. Ini akan sangat menyenangkan bagi anak-anak.Mereka bisa berpura-pura menjadi koki atau pekerja pabrik. Mereka akan belajar ukuran ketika mengukur bahan ( matematika), kemudian kembali melatih motorik halus ketika menuang bahan agar tidak tumpah (sosial), belajar perubahan suatu zat ketika mereka melihat tepung yang tadinya kering menjadi basah dan lembek kemudian berubah lagi menjadi menggumpal (sains), mereka bisa belajar mencampur warna dan membuat aneka bentuk sesudahnya(seni).

Hanya orang tua perlu menyiapkan kesabaran ketika melihat dapur mereka sedikit berantakan dan berubah menjadi studio seni :)

Jumat, 12 Desember 2008

Tempat Bermain : Taman Ragunan

 

Taman Ragunan jadi tempat yang paling sering kami kunjungi jika ingin bermain di taman. Letaknya di dalam kompleks Bumi Perkemahan Ragunan JL. Raya Ragunan depan Departemen Pertanian. Kalau mau ke Ragunan sih musti lewat depan taman. Sebenarnya taman ini untuk tempat berkemah tetapi ada juga tempat bermain anak yang dilengkapi dengan ayunan, perosotan, panjat-panjatan dan bak pasir.


Banyak aktivitas yang bisa dilakukan selain bermain di area bermain. Lapangan rumput yang luas bisa dijadikan tempat untuk lari-lari, main bola, main gelembung sabun, guling-gulingan, ataupun main layangan. Keinginan Rafif untuk manjat pohon juga kesampaian disini karena banyak pohon dengan cabang rendah yang bisa dipanjat. Bosan bermain bisa jalan diarea jogging tracknya sambil mencari capung ataupun serangga lainnya. Kata kuncinya cuma satu bebas euy !!

Untuk masuk tidak dipungut bayaran hanya saja kalau ingin ada acara kelompok dan rombongan harus membayar Rp. 2000 per orang serta melaporkan kepada Pak Kosim petugas yang mengelola taman. Saran saya kalau mau ketaman ini jagan hari Minggu pagi karena rame banget jadi ngga puas maennya. Kalau hari minggu pagi kami biasanya main ke UI Depok.


Posted by Picasa

Selasa, 09 Desember 2008

Tempat Bermain

 

Awal menjalankan homeschooling sempat timbul keraguan, wah kalau gak dimasukin sekolah anakku mau main dimana yah. Rumah kami kecil, halamannya juga sempit sekali sedangkan lingkungan sekitar rumah juga pemukiman padat penduduk. Bagaimanapun anak-anak butuh berlari, main diarea yang terbuka, main perosotan, ayunan ataupun permainan lain layaknya disekolahan. Memang ada sebuah TK didekat rumah dimana anak-anak bisa bermain disana disore hari hanya saja halamannya yang kecil sudah penuh dengan ayunan dan perosotan sehingga tidak ada ruang untuk anak-anak sekedar bermain bola.


Seiring dengan berjalannya waktu saya mulai menemukan beberapa tempat bermain buat anak, kadang di TKnya teman, ditaman, di UI, di Buperta Ragunan . Walaupun harus berpindah-pindah tempat, bahkan terkadang musti gotongan sepeda segala ke mobil tapi anak-anak selalu punya tempat bermain yang berbeda sehingga mereka tidak akan bosan dengan hanya satu lokasi setiap harinya.

Ini foto Rafif dan Aisyah di TK Tetumnya Bu Endah. TKnya punya banyak mainan seru loh ada panjat-panjatan, ring basket, balok titian, bak pasir bahkan kolam berisi kura-kura. Foto ditempat bermain lain akan menyusul yah. Musti bongkar-bongkar file dulu :)


Posted by Picasa

Mengajarkan Anak Membaca

Rafif bisa membaca ketika umur 3.5 tahun. Ini yang jadi "penyelamat" dari keinginan nenek serta kakek untuk memasukkan Rafif kesekolah. Bagi mereka indikator keberhasilan Rafif belajar dirumah adalah bisa membaca. Homeschooling mereka anggap berhasil karena melihat Rafif bisa dengan senang membaca buku. Tapi bisa membaca sebenarnya bukan tujuan utama saya menjalankan homeschooling. Bahkan saya tidak khawatir kalaupun ketika sudah berusia 7 tahun Rafif belum bisa membaca.

Tujuan utama saya adalah anak senang dan mengerti apa yang dia baca bukan hanya sekedar membunyikan huruf demi huruf tanpa dia tahu apa artinya. Kalau ada yang bertanya berapa lama saya mengajarkan anak membaca saya akan menjawab 3 tahun. Ya butuh waktu 3 tahun untuk membuat dia bisa membaca.

Saya memulainya ketika Rafif berumur 6 bulan. Saya mulai memperkenalkan buku seperti layaknya mainan. Awalnya tidak langsung dengan membacakan tetapi dengan memperlihatkan bagian-bagian dari buku, cara membuka buku, menunjukkan judul serta pengarang buku dan memperlihatkan gambar-gambar yang ada. Tidak langsung berhasil memang butuh beberapa waktu dan beberapa buku yang robek :) sampai Rafif terbiasa dengan buku.

Ketika mulai dibacakan juga tidak berlangsung lama pada awalnya, tetapi lama kelamaan tingkat konsentrasi Rafif mendengarkan cerita mulai meningkat. Saya meminimilisasi pengaruh tv agar dia lebih tertarik dengan buku. Karena TV dengan gambarnya yang beregarak lebih menarik daripada buku. Ketika umurnya 2 tahun dia sudah benar-benar mencintai buku. Setiap hari selalu minta dibacakan buku termasuk juga buku-buku dalam bahasa Inggris. Saya juga mulai meningkatkan pemahamannya ketika dibacakan buku dengan cara menanyakan beberapa hal yang terdapat dibuku. saya juga belajar banyak dari buklet yang diterbitkan oleh Pemerintah Amerika untuk program Head Start-nya bagaimana mengajarkan literacy kepada anak.

Setelah Rafif sangat menikmati buku saya mulai mengajarkannya membaca dengan cara mengenalkan huruf, menempelkan tulisan di benda-benda yang ada dirumah supaya dia mengerti bahwa setiap susunan huruf itu mempunyai makna ataupun bermain tebak-tebakan kata.

Umur 3 tahun lebih saya mengenalkan Rafif metode Cantol Raudhoh yaitu suatu metode mnegenalkan anak dengan suku kata melalui VCD lagu dan kartu kartu. Setiap satu suku kata diasosiasikan dengan satu benda misalnya ba dengan baju, ca dengan cabe dan seterusnya. Kurang dari sebulan kemudian Rafif sudah bisa membaca buku dan paham apa yang dia baca sekarang dia bahkan sudah bisa membacakan buku untuk Aisyah. Metode Raudhoh memang membantu tapi tanpa rasa ketertarikan yang kuat terhadap buku sebelumnya tidak mudah bagi Rafif untuk bisa membaca buku. Cuma ada satu kelemahan dari metode mambaca dengan suku kata seperti metode Raudhoh yaitu anak tidak bisa menulis apa yang sudah dia baca. Seperti kata payung ataupun nyenyak Rafif masih kesulitan menuliskannya. sehingga walaupun sudah bisa membaca saya masih harus mengajarkan membaca secara mengeja juga agar dia bisa menuliskan apa yang dia baca.

Jumat, 05 Desember 2008

Semua Bisa Sedih


Buku Semua Bisa Sedih terbitan Tiga Serangkai ini adalah favorite Aisyah saat ini. Anak-anak sepertinya punya satu buku kesayangan yang akan dia baca berulang-ulang. Setiap hari Aisyah pasti bertanya "mi, buku idih ( sedih) mana?". Abangnya Rafif juga dulu punya buku favorite yang judulnya Mimi The Selfish Kitten. Buku Semua bisa sedih mempunyai ukuran serta illustrasi gambar yang besar. Dilengkapi juga dengan sampul hard cover.

Ini salah satu buku yang membantu anak mengenali perasaan yang sering dialaminya yaitu sedih dan bagaimana rasanya. Setelah itu anak diajak mendengarkan cerita Omar yang sedih ketika ada temannya yang mengolok-olok dan cerita Amy yang merasakan kesdihan karena kelinci peliharaannya mati.

Buku seperti ini akan membantu anak meningkatkan kecerdasan emosinya karena anaknya diajak untuk mengetahui apa yang dia rasakan, bagaimana menyalurkannya sehingga anak tidak melakukan hal yang buruk dan apa yang bisa dia lakukan ketika ada orang yang sedang sedih.

Dibagian akhir buku ini juga diberikan petunjuk bagi orang tua bagaimana caranya membantu anak mengatasi perasaannya. Saya belajar dari buku bahwa semu emosi itu baik marah, kesal, sedih semua adalah hal normal yang dirasakan anak sebagai manusia. Sebelumnya ketika anak perasaannya sedang ngga enak saya pasti mengeluarkan komentar-komentar yang tidak berempati. Seperti, "Jangan nangis dong!", "Masak gitu aja takut" atau " Kok marah-marah melulu". Komentar seperti itu hanya membuat anak semakin tidak nyaman dengan perasaannya. Sekarang saya berusaha berempati kepada anak, hanya saja ada satu hal yang saya tekankan kepada anak yaitu kalau marah tidak boleh memukul atau merusak barang. Bagaimanapun kecerdasan emosi adalah salah satu kecerdasan yang harus kita kembangkan pada anak.

Kamis, 04 Desember 2008

Menentukan Arah Angin


Anak-anak selalu mempunyai rasa ingin tahu. Tidak seperti orang dewasa yang pada umumnya malu untuk bertanya pada anak sepertinya tidak ada istilah malu bertanya. Pertanyaan mereka meluncur deras laksana rentetan peluru dari senjata otomatis. Setiap hari ada saja topik yang mereka tanyakan. Terkadang saya tidak langsung menjawab pertanyaan mereka karena dua hal pertama karena saya ingin mereka mencari sendiri jawabannya. Yang kedua karena saya memang tidak tahu jawabannya :)

Rasa ingin tahu merupakan modal awal yang Allah berikan pada setiap anak. Rasa ingin tahu membuat anak terus belajar, karena ketika kita tidak ingin mengetahui hal baru itu artinya kita berhenti belajar.

Percobaan sains menentukan arah mata angin ini kami buat untuk menjawab pertanyaan Rafif ketika dia sedang duduk diteras rumah merasakan hembusan angin " darimana sih ini anginnya".


Posted by Picasa

Memo Untuk Rafif


Anak-anak selalu butuh perhatian dan kasih sayang orang tua, apalagi diwaktu dia sakit. Kasih sayang bisa ditunjukkan dengan kata-kata, pelukan atau sentuhan hangat ataupun tulisan. Ini memo kecil yang saya buat ketika Rafif sakit. Semuanya menuliskan hiburan untuk Rafif termasuk Aisyah. Coretannya pasti berarti "abang aku kangen main sama bang Rafif" :)


Memo kecil seperti ini bisa dibuat dari kertas putih biasa ataupun kertas berwarna seperti origami. Kertas tersebut bisa kita gunting ataupun kita lipat sehingga menghasilkan berbagai bentuk yang menarik. untuk polanya bisa dilihat disini

Summer Holiday

Libur telah tiba... Libur telah tiba... Hatiku gembira.... Siapa yang ga gembira kalau lagi liburan, apalagi kalau liburnya selama 11 min...