Kamis, 09 Desember 2010

Laboratorium Teras

Belajar dimana saja bukan sekedar jargon bagi keluarga homeschooling seperti kami. Semua ruang bisa dijadikan kelas, termasuk teras rumah. Bahkan teras rumah bisa menjadi ruang laboratorium untuk kami. Dengan berbekal mikroskop kecil (micro lupe) kepunyaan Abi hasil dari traningnya di Jerman kami mengamati perbedaan struktur gula dengan garam. Saya memilih untuk duduk diteras agar bisa mendapatkan cahaya yang maksimal. Garam dan gulanya saya letakkan diatas kertas origami warna hitam agar lebih jelas terlihat. Disini kami sama-sama belajar karena waktu saya besekolah di sekolah dasar saya tidak punya kesempatan seperti ini :)



Posted by Picasa

Main Engklek

Tidak bersekolah bukan berarti Rafif & Aisyah tidak kenal permainan tradisional. Mereka mengenal berbagai permainan tradisional dari teman-teman didekat rumah. Terkadang saya khusus mengenalkan permainan masa kecil saya dulu kepada anak-anak agar mereka punya banyak referensi permainan. Ini salah satu cara saya agar mereka punya banyak kegiatan sehingga mengurangi jam untuk menonton televisi.

Salah satu permainan yang mereka kenal adalah engklek. Dengan engklek, mereka melatih motorik kasar, melibatkan meloncat dengan satu kaki tanpa mengenai garis. Selain itu, mereka juga berlatih melempar "gacok" agar tepat sasaran. Sayang karena lahan terbatas, mereka hanya bisa memainkannya di garasi mobil, tidak seperti zaman saya dulu :(. Ketika membuat gambar engleknya Anak-anak juga belajar menggambar aneka bentuk dengan bermain engklek, seperti persegi panjang, trapesium, lingkaran dan segi empat. Bahkan kita dapat mengajarkan abjad sambil bermain engklek dengan cara menuliskan abjad pada tiap bentuk. Setiap anak loncat diatas abjad tersebut kita bisa mengajak anak untuk menyebutkan nama abjad tersebut.

Kamis, 02 Desember 2010

Second Life

Second Life bisa dikatakan adalah sebuah dunia virtual yaknya game online. Hanya saja di SL kita tidak hanya bermain game tapi bisa bertemu dengan berbagai orang dengan berbagai latar belakang yang diwakili dengan Avatar. Diantara avatar-avatar tersebut ada yang berprofesi sebagai profesor dari berbagai bidang ilmu. Jika didunia nyata rasanya mustahil bisa bertemu dengan ahli geologi dari univeritas di Amerika tapi di Sl ini bisa saja terjadi. Dan tidak hanya sekedar bertemu tapi juga bisa berkomunikasi dengan para ahli tersebut. Bahkan diantara mereka ada yang membuka kelas-kelas yang bisa kita datangi. Di SL kita juga bisa menjelajah ke berbagai museum atau berbagai negara secara virtual sehingga kita bisa mendapatkan gambaran 3 dimensi yang sesuai dengan aslinya. Hal ini yang mendasari saya untuk mendaftar SL. Dengan SL saya merasa bahwa ilmu bisa didapatkan dari berbagai negara dan orang dengan hanya duduk didepan laptop saja. Untuk Keluarga Homeschooling seperti saya ini merupakan hal yang luar biasa. Ketika sudah masuk kedalam SL saya mengetahui ternyata kita tidak hanya bisa melihat bahkan kita bisa menciptakan berbagai benda 3 Dimensi dengan berbagai tutorial yang disediakan gratis oleh berbagai lembaga.


Sebenarnya saya sudah mendaftar SL sejak dari 3 bulan yang lalu. Tapi sambungan internet yang lambat membuat saya kesulitan dalam menjalankan aplikasi SL. Baru 4 hari ini saya bisa mulai akses Sl dengan relatif lancar menggunakan koneksi internet unlimited harian yang disediakan oleh Telkomsel. Sebelum mulai masuk ke SL saya membaca berbagai blog yang ditulis para Homeschooler mengenai SL. Berikut daftar blog yang bisa di intip untuk mengetahuo lebih lanjut mengenai SL:
- Blognya Lala Rembrandt
- Blognya Ines Ogura
- Blognya Marcel Moswood

Jika anda baru mulai masuk SL dan dilanda kebinggungan seperti yang saat ini saya alami :) saran saya datang ke New Citizens Incorporated. Disana akan banyak penjelasan awal mengenai SL. Selain itu juga bisa bertanya dengan para Avatar yang sedang bertugas atau datang ke pertemuan SLED Indonesia yang diadakan setiap Jumat malam pukul 9.00 WIB. Sedangkan jika anda langsung tertarik untuk membuat benda-benda 3 dimensi seperti DI SL silahkan datang ke Happy Hippo Building School yang menyediakan tutorial gratis untuk building 3D.

Monopoli

Anak-anak lebih senang belajar matematika melalui permainan dibandingkan dengan mengerjakan worksheet atau lembar kerja. Monopoli bisa jadi salah satu cara yang menyenangkan untuk belajar matematika. Ketika anak dalam keadaan senang pelajaran akan lebih mudah dicerna.  Monopoli mainan murah dengan banyak manfaat. Hanya dengan harga Rp. 7.500 kita bisa mendapatkan 1 set permainan monopoli yang terdiri dari papan permainan, uang, dadu, bidak, rumah, dan sejumlah kartu.

Untuk memainkannya diperlukan 2 buah dadu sehingga anak bisa belajar menjumlahkan 2 buah dadu senilai 1 - 6. Setelah itu anak harus menjalankan bidak sesuai dengan jumlah dadu pada papan permainan. Anak bisa belajar hubungan 1 - 1 yaitu aturan bahwa semua benda hanya boleh dihitung satu kali. Jadi untuk tiap dadu berlaku hanya untuk tiap petak tanah yang dilambangkan dengan nama negara. Setiap berhenti pada petak tanah mereka bisa membeli tanah atau harus membayar sewanya. Disini anak  kembali belajar matematika untuk menentukan berapa uang yang harus dibayar dan menentukan berapa jumlah uang kembali jika yang dibayarkan nilainya lebih besar. Anak bisa belajar 1 lembar 10.000 bisa ditukar dengan 10 lembar uang senilai 1000 dan sebagainya. Selain itu anak juga belajar mengestimasi untuk menentukan apakah dia lebih baik membeli tanah baru atau mendirikan rumah di tanah yang sudah tersedia agar tidak mengalami kesulitan likuiditas.


Satu permainan monopoli saya yakin mencakup beberapa topik pelajaran matematika untuk anak usia dasar dan saya yakin mereka akan belajar dengan senang hati tanpa harus dipaksa atau dibujuk. Bahkan untuk anak-anak usia TK juga bisa memainkannya dengan bantuan teman yang lebih besar ketika akan membayar sejumlah uang. Anak dengan usia lebih kecil menikmati proses mengocok dadu dan menjalankan bidak. Bahkan mereka bisa juga belajar abjad karena pada monopoli negara-negara yang ada dikelompokkan menjadi beberapa kelompok misalkan kelompok A terdiri dari Indonesia dan Malaysia, Kelompok B terdiri dari Singapore dan Hongkong dan seterusnya. Anak-anak juga akan timbul rasa percaya dirinya karena mereka bisa membeli tanah di sejumlah negara serta membangun rumah atau hotel diatasnya.

Minggu, 11 Juli 2010

Jelly


Ada banyak sekali  kegiatan kreatif sekaligus mencerdaskan untuk anak usia dini salah satunya memasak Jelly. Dari kegiatan sederhana ini ada begitu banyak manfaat yang bisa dipetik. Masak jelly sangat mudah dilakukan sehingga bisa anak bisa terlibat banyak. Dari mulai membaca cara membuatnya atau sekedar melihat huruf di dibungkusan jelly, menggunting bungkus, mengukur serta menuang air dan gula, mengaduk, sampai akhirnya menuangkan jelly ke dalam cetakan.

Anak menjadi percaya diri karena diberikan kepercayaan untuk melakukan banyak hal. Untuk menambah kegiatan supaya lebih seru dan menyenangkan bisa dengan memasukkan nata de coco disetiap cetakan jelly. Anak pra sekolah bisa belajar hubungan 1-1 yaitu setiap benda hanya dihitung 1 kali dengan memasukkan 1 potong nata de coco dalam setiap cetakan. Untuk anak yang lebih besar bisa belajar menghitung loncat 2 atau 3 dengan memasukkan 2 - 3 nata de coco di setiap mangkuk cetakan. Sambil menunggu jelly mengeras anak bisa diajak bercerita atau menuliskan proses pembuatan jelly. Akhirnya lesson plan hari itu ditutup dengan makan jelly. Bahkan Rafif masih sempat membuat grafik dengan cara menumpuk jellynya berdasarkan bentuk.


Posted by Picasa

Sabtu, 26 Juni 2010

Mobil Kardus 2


Sewaktu masih di Jakarta setiap berbelanja di supermarket saya lebih memilih mambawa pulang barang dengan kardus dibandingkan dengan plastik. Selain ramah laingkungan kardusnya juga bisa digunakan untuk bermain Rafif dan Aisyah. Salah satunya seperti yang tampak pada foto diatas. Mobil-mobilan kardus lengkap dengan lampunya yang terbuat dari gelas plastik besar. Selain itu mobil-mobilan ini juga dilengkapi dengan tali plastik sehingga tidak selalu harus dipegang jika ingin menjalankannya.



Posted by Picasa

Bermain dengan Lem dan Glitter

 

Bermodalkan sebotol lem Glue School dan glitter Rafif dan Aisyah bisa membuat gambar-gambar menarik karton. Salah satunya adalah flash card angka timbul yang gambarnya bisa diraba oleh Aisyah.

Caranya mudah sekali. Pertama buat desainnya dari lem yang botolnya mempunyai ujung yang lancip. Disini saya menggunakan lem glue school dari Bic. Untuk Rafif, dia sudah bisa membuat sendiri desainnya, sedangkan Aisyah masih harus dibantu untuk menggambarnya.

Kedua, ini bagian paling favorit untuk Aisyah yaitu menaburkan butiran-butiran gliter keatas desain lem  tadi. Jangan lupa disekeliling gambar dialasi kertas yang gunanya untuk menampung glitter yang tidak tertempel. Kegiatan ini juga sangat bagus untuk Aisyah karena ketika dia menjumput glitter untuk ditaburkan atas lem berarti dia sedang melatih motorik halusnya. Awalnya desain lemnya tidak terlihat karena tertutup semua dengan glitter.

Ketiga, biarkan lemnya mengering lalu miringkan karton dan ketuk-ketukkan keatas kertas agar glitter yang tidak kena lem bisa dikumpulkan lagi untuk dipakai lagi dan ....voila jadilah gambar menarik dari glitter yang bisa dijadikan kartu, cover buku, hiasan ataupun flash card.

Summer Holiday

Libur telah tiba... Libur telah tiba... Hatiku gembira.... Siapa yang ga gembira kalau lagi liburan, apalagi kalau liburnya selama 11 min...