Minggu, 11 Juli 2010

Jelly


Ada banyak sekali  kegiatan kreatif sekaligus mencerdaskan untuk anak usia dini salah satunya memasak Jelly. Dari kegiatan sederhana ini ada begitu banyak manfaat yang bisa dipetik. Masak jelly sangat mudah dilakukan sehingga bisa anak bisa terlibat banyak. Dari mulai membaca cara membuatnya atau sekedar melihat huruf di dibungkusan jelly, menggunting bungkus, mengukur serta menuang air dan gula, mengaduk, sampai akhirnya menuangkan jelly ke dalam cetakan.

Anak menjadi percaya diri karena diberikan kepercayaan untuk melakukan banyak hal. Untuk menambah kegiatan supaya lebih seru dan menyenangkan bisa dengan memasukkan nata de coco disetiap cetakan jelly. Anak pra sekolah bisa belajar hubungan 1-1 yaitu setiap benda hanya dihitung 1 kali dengan memasukkan 1 potong nata de coco dalam setiap cetakan. Untuk anak yang lebih besar bisa belajar menghitung loncat 2 atau 3 dengan memasukkan 2 - 3 nata de coco di setiap mangkuk cetakan. Sambil menunggu jelly mengeras anak bisa diajak bercerita atau menuliskan proses pembuatan jelly. Akhirnya lesson plan hari itu ditutup dengan makan jelly. Bahkan Rafif masih sempat membuat grafik dengan cara menumpuk jellynya berdasarkan bentuk.


Posted by Picasa

Sabtu, 26 Juni 2010

Mobil Kardus 2


Sewaktu masih di Jakarta setiap berbelanja di supermarket saya lebih memilih mambawa pulang barang dengan kardus dibandingkan dengan plastik. Selain ramah laingkungan kardusnya juga bisa digunakan untuk bermain Rafif dan Aisyah. Salah satunya seperti yang tampak pada foto diatas. Mobil-mobilan kardus lengkap dengan lampunya yang terbuat dari gelas plastik besar. Selain itu mobil-mobilan ini juga dilengkapi dengan tali plastik sehingga tidak selalu harus dipegang jika ingin menjalankannya.



Posted by Picasa

Bermain dengan Lem dan Glitter

 

Bermodalkan sebotol lem Glue School dan glitter Rafif dan Aisyah bisa membuat gambar-gambar menarik karton. Salah satunya adalah flash card angka timbul yang gambarnya bisa diraba oleh Aisyah.

Caranya mudah sekali. Pertama buat desainnya dari lem yang botolnya mempunyai ujung yang lancip. Disini saya menggunakan lem glue school dari Bic. Untuk Rafif, dia sudah bisa membuat sendiri desainnya, sedangkan Aisyah masih harus dibantu untuk menggambarnya.

Kedua, ini bagian paling favorit untuk Aisyah yaitu menaburkan butiran-butiran gliter keatas desain lem  tadi. Jangan lupa disekeliling gambar dialasi kertas yang gunanya untuk menampung glitter yang tidak tertempel. Kegiatan ini juga sangat bagus untuk Aisyah karena ketika dia menjumput glitter untuk ditaburkan atas lem berarti dia sedang melatih motorik halusnya. Awalnya desain lemnya tidak terlihat karena tertutup semua dengan glitter.

Ketiga, biarkan lemnya mengering lalu miringkan karton dan ketuk-ketukkan keatas kertas agar glitter yang tidak kena lem bisa dikumpulkan lagi untuk dipakai lagi dan ....voila jadilah gambar menarik dari glitter yang bisa dijadikan kartu, cover buku, hiasan ataupun flash card.

Jumat, 25 Juni 2010

36 Dongeng Pilihan Kak Andi


Buku 36 Dogeng Pilihan Kak Andi ini berisi 36 cerita pendek dengan para tokoh utamanya adalah para binatang. Binatang-binatang ini memiliki nama yang unik sesuai dengan jenis binatangnya misalnya Kuci Kucing, Peny Penyu dan Kolin Kelinci. Setiap cerita yang ada dibuku ini   mengajarkan sebuah positif untuk anak misalkan berani membela yang benar, kerja sama, disiplin ataupun mengambarkan akibat buruk yang ditimbulkan karena perbuatan jelek. Misalkan pada salah satu cerita ada kelinci yang tidak sabar ingin menerobos antrian untuk mendapatkan es krim dengan cara melompati hewan-hewan didepannya. Beberapa hewan berhasil dilompati tetapi ketika ingin melompati rusa kakinya tersandung tanduk rusa dan akhirnya kelinci tersebut jatuh menimpa meja es krim. Batal deh makan es krimnya.

Buku ini ditulis dan digambar oleh Kak Andi Yudha yang memang pakarnya mendongeng sambil menggambar. Saya pernah melihat sendiri betapa jagonya Kak Andi mendogeng sambil menggambar pada waktu peluncuran buku tips mendongengnya Kak Andi di toko buku MP Book Point. Gambar-gambar dibuku ini pun sangat menarik dan sesuai dengan tema. Bahasa dalam buku ini pun sangat sederhana sesuai sehingga dengan cepat dapat dipahami anak. Saya sudah selesai memembacakan seluruh cerita dalam buku setebal 156 halaman ini, tapi sekarang anak-anak kembali meminta saya mengulangi membacanya. Saat ini saya bergantian membacanya dengan Rafif karena Rafif menolak untuk membacanya sendiri. Terlalu banyak tulisan alasannya. Setelah Rafif membaca 1 halaman lalu giliran saya yang membacanya. Pendengar setianya Aisyah ditambah Afkar yang sekali-sekali ikut nimbrung :)

Setelah membaca beberapa cerita saya kemudian mengajak anak-anak untuk membaca ensiklopedi untuk mengetahui lebih detil mengenai karakteristik binatang yang ada dalam cerita. Di dalam Ensiklopedia terbitan Time Life anak-anak jadi bisa melihat foto binatang-bintang tersebut serta beberapa fakta penting mengenai binatang tersebut.

Pengetahuan mengenai fakta tersebut kami pergunakan ketika bermain pura-pura. Misalkan saja hiu akan mati jika berhenti bergerak, maka anak yang berperan jadi hiu harus terus bergerak. Jika dia diam maka dia kemudian pura-pura mati. Jika Rafif dan Aisyah sedang jadi penyu yang  sedang dikejar "ikan hiu umi dan dek Afkar" maka mereka cepat-cepat masuk kedalam selimut setiap saya dan Afkar mendekat. Karena dari buku yang mereka baca penyu akan memasukkan kepala dan tungkainya kedalam cangkang setiap akan diganggu hewan lain. Dengan cara bermain peran inilah anak-anak bisa  lebih menerima fakta-fakta daripada hanya sekedar dibacakan saja.


Rabu, 23 Juni 2010

Bikin Roti

 


Satu lagi foto lama yang belum di upload kedalam blog ini. Foto yang dibuat tangal 26 November 2008 ini adalah foto roti hasil belajar Rafif dan Aisyah dengan Bu Dyah. Bu Dyah adalah teman saya sesama anggota komunitas Berkemas. Beliau mempunyai usaha roti dirumahnya. Walaupun Fahmi anak Bu Dyah yang HS sudah SMA ( Sekarang sudah lulus SMA dan sedang mengajukan permohonan beasiswa ke Jepang ) tapi Bu Dyah dengan senang hati memenuhi permintaan saya untuk melihat proses pembuatan roti dirumah beliau. Waktu itu Rafif kagum sekali melihat oven Bu Dyah yang sangat besar. Sayang saya lupa bawa kamera jadi tidak bisa mendokumentasi pada saat proses pembuatannya. Roti yang ada difoto ini adalah roti buat Abi yang dibawa pulang, jadi dirumah baru bisa difoto rotinya :)

Kemaren Bu Yayah juga cerita anak-anak Berkemas baru saja mengadakan kegiatan Cooking Class bersama Bu Dyah. Temanya Pizza Party. Sayang kami tidak bisa ikutan. Nanti kalau ke Jakarta sepertinya harus minta kelas tambahan dengan Bu Dyah :)
Posted by Picasa

Denah Rumah Rafif


Malam ini saya melihat foto-foto lama di laptop dan menemukan foto ini. Sedikit kaget karena saya tidak ingat bahwa denah rumah idaman Rafif sempat didokumentasikan. Dua jempol buat kesigapan Abi mendokumentasikan hasil karya anaknya. Saya biasanya suka lupa mendokumentasikan kegiatan atau hasil karya anak-anak apalagi kalo aktivitasnya membuat tangan kotor. Rasanya malas sekali untuk membersihkan tangan lalu kemudian mangambil foto anak-anak. Padahal dokumentasi yang baik sangat membantu dalam pembuatan portofolio. Tidak selamanya hasil karya anak bisa disimpan. Apalagi jika harus pindah seperti kami. Banyak hasil karya anak yang dengan berat hati saya buang karena tidak memungkinkan untuk dibawa. Melihat foto ini membuat saya berjanji pada diri sendiri untuk lebih rajin membuat dokumentasi kegiatan dan hasil karya anak. Melalui foto saya bisa tetap menyimpan hasil karya anak-anak dengan lebih mudah dan praktis. Foto-foto juga akan menjadi kenangan akan masa kecil yang indah untuk anak-anak ketika mereka dewasa kelak.

Saya lupa kapan denah ini dibuat (satu lagi catatan buat saya agar mengajarkan anak untuk menulis tanggal disetiap hasil karyanya). Denah ini adalah rumah impian Rafif. Dalam rumah tersebut ada kamar tidur utama, ruang tidur anak, ruang bayi ( kebetulan Rafif baru punya adek bayi lagi), dapur ( yang lebih besar dari kamar tidur), kolam renang ( berupa kotak-kotak kecil yang diumpamakan sebagai keramik kolam renang ), ruang pesta yang besar sekali dan garasi yang lebih besar dari ruang pesta ( mungkin kalau sudah besar Rafif mengira dia juga akan punya mobil sebanyak mobil mainannya sekarang ).

Rafif terinspirasi membuat denah rumah karena melihat tantenya yang arsitek sedang bekerja membuat denah rumah. Dari tantenya juga Rafif belajar program Auto Cad. Dalam HS guru bisa siapa saja.



Posted by Picasa

Selasa, 22 Juni 2010

Sekilas Info dari Bu Yayah

Kemarin malam saya sempat telpon-telponan dengan Bu Yayah Komariah Ketua Komunitas Homeschooling Berkemas. Sudah lama juga tidak ngobrol Bu Yayah. Dulu sewaktu saya masih di Jakarta rasanya hampir setiap hari kami berkomunikasi. Bu Yayah itu punya banyak sekali ide-ide menarik untuk homeschooling. Berbicara dengan Bu Yayah selalu membuat semangat saya untuk terus homeschooling berkobar-kobar.

Kemarin Bu Yayah cerita kalo Abang Bilal anak Bu yayah yang paling tua sudah lulus SMP. Jadi di usianya yang baru 14 tahun Bilal sudah SMA. Hasan dan Husen anak kembar Bu Yayah juga sudah tamat SD walaupun usinya baru 11 tahun. Bu Yayah selalu mengikutsertakan anak-anak beliau ujian kesetaraan ketika duduk di kelas 5. Dan Alhamdulllah sudah 4 anak bu Yayah yang lulus SD 5 tahun. Hanya tinggal si bungsu Syafiq yang belum menamatkan pendidikan SD. Jadi anak-anak Homeschooling juga bisa juga lulus SD 5 tahun seperti layaknya ikut kelas Akselerasi.

Bu Yayah juga cerita ada salah satu anak homeschooling yang sedang berada di Syria akan mengikuti ujian paket C secara online. Wah saya senang sekali mendengar bahwa ternyata ujian paket sekarang sudah bisa dilaksanakan secara online. Jadi apabila kami masih tinggal di Arab Saudi ketika waktunya untuk ujian persamaan anak-anak tidak harus pulang ke Indonesia tapi bisa mengerjakannya secara online.

Info lain dari Bu Yayah adalah sekitar tanggal 3 Juli Berkemas akan kembali mengadakan seminar homeschooling dengan pembicara Bu Yayah dan Sumardiono. Para praktisi yang sudah menjalankan HS lebih dari 5 tahun. Saya jadi ingat masa-masa dulu bantuin Berkemas mengadakan Seminar dengan dana pas-pasan dan peralatan minim. Alhamdulillah sekarang Berkemas sudah punya in Focus sehingga tidak perlu lagi pinjam setiap ada seminar.

Mendengar cerita-cerita Bu Yayah rasanya saya tidak sabar untuk segera terbang ke Jakarta di bulan Juli. Apalagi Berkemas punya agenda pergi ke peternakan susu di IPB pada tanggal 19 Juli jadi kami punya kesempatan lagi untuk ikut kegiatan Berkemas. Selama di Aceh kami tidak punya kesempatan ikut kegiatan belajar bersama seperti di Jakarta. Bahkan saya juga belum pernah bertemu satu keluarga HS pun disini :(


Summer Holiday

Libur telah tiba... Libur telah tiba... Hatiku gembira.... Siapa yang ga gembira kalau lagi liburan, apalagi kalau liburnya selama 11 min...