Sabtu, 15 Oktober 2011

Lapbook G

Aisyah kesulitan mengingat huruf G. Sudah lama saya perkenalkan huruf G dia masih belum bisa mengingat bentuknya atau menemukannya diantara deretan huruf-huruf lain. Kemudian saya mencoba memperkenalkan huruf G melalui lapbook. Aisyah memang tipe pembelajar kinestetik yang perlu belajar dengan cara melakukan hands on activities untuk mepelajari sesuatu tidak seperti Rafif yang bisa belajar hanya dengan melihat bendanya saja. Lapbook ini dikerjakan bersamaan dengan Rafif mengerjakan lapbook tanaman. Dan seperti inilah hasil lapbook huruf G Aisyah yang sukses mengantarkannya mengenal huruf G.

Untuk halaman depannya saya membuat huruf G besar dan kecil yang kemudian digunting Aisyah dan ditaburi Glitter. Kebetulan glitter juga dimulai dengan huruf G. Dibagian dalamnyya ada lembar mewarnai berbentuk gajah. Kemudian ada kantung kertas yang berisikan puzzle gurita. Puzzle ini saya dapatkan dengan cara menempelkan gambar gurita yang cukup besar di karton kemudian digunting menjadi beberapa bagian. Disamping kantung isi puzzle ada kantung kecil berisikan beberapa gambar anak gajah. Gamabr anak  gajah ini bisa digunakan untuk berhitung.  Disebelahnya ada lembar dot to dot berbentuk lapangan golf yang terdiri dari beberapa hole. Jika lembar dot to dot itu diangkat maka terdapat lembar latihan menulis huruf G. Terakhir ada gambar hasil karya Aisyah dengan tulisan gambar. Gambar juga sesuai dengan huruf G karena dimulai dengan huruf G.

Bagian depan

Gambar gajah dan Puzzle gurita

Lembar dot to dot

Lembar menulis

Jumat, 14 Oktober 2011

Lapbook Tanaman

Sesuai dengan janji saya pada posting sebelumnya, posting kali ini mengenai  lapbook yang Rafif buat bertema tanaman. Agar sesuai dengan temanya saya menggunakan map berwarna hijau. Awalnya saya ingin ada gambar tanaman di halaman depan tapi Rafif menolak dia memilih hanya membuat tulisan Plant dengan glitter. Karena ini Lapbook Rafif bukan lapboo saya, jadi keputusan ada ditangan dia. Tujuan saya anak-anak membuat lapbook agar apa yang sudah mereka pelajari bisa dikumpulkan dalam satu tempat dan bisa dibaca ulang kapan saja mereka butuh.
Halaman Depan
Lapbook ini terdiri dari dua lembar map yang digabung menjadi satu. Pada lembar pertama Rafif menempelkan hasil quiz yang disediakan oleh Science A to Z. Terdiri dari bagian-bagian tanaman, dan puzzle kata. Setelah itu dia juga menempelkan tulisan singkat mengenai karir yang dapat dipilih dengan menguasi ilmu tentang tanaman. Selain quiz Science A to Z juga menyediakan 3 buku kecil mengenai tanaman. Ketiga buku tersebut disimpan dalam folder berwarna oranye yang terbuat dari karton yang di depannya bertuliskan Plant Book. Terakhir saya mengajarkan Rafif membuat lingkaran yang dapat diputar yang beriskan gambar buatannya sendiri mengenai daur hidup tanaman dari mulai biji sampai menjadi tanaman yang kembali menghasilkan biji. Sebenarnya lingkaran itu ada tutupnya yang bisa diputar jadi hanya menampilkan satu daur hidup saja. Sayang tutupnya dirobek Afkar dan ketika lapbook ini difoto tutupnya masih hilang entah kemana.

halaman pertama

Bagian dari tanaman


Tulisan mengenai karir, buku-buku mengenai tanaman.

Daur hidup tanaman

Untuk lembar kedua saya mengambil bahan dari hasil googling  internet. Sumber lapbook yang paling lengkap ada di  http://www.squidoo.com/plant-lapbook- .  Di lembar kedua ini ada  lembar kertas berisi gambar komponen yang dibutuhkan tanaman untuk hidup disertai penjelasan singkat. Sebenarnya biji tidak termasuk komponen yang dibutuhkan tanaman karena dia merupakan bagian dari tanaman itu sendiri. Tapi menurut Rafif tanaman perlu biji. Itulah alasan kenapa gambar biji termasuk dalam daftar.

Gambar yang dibutuhkan oleh tanaman.


Saya juga menemukan lembar kerja yang berisi gambar aneka jenis barang. Dari gambar tersebut Rafif harus memilih barang apa yang terbuat dari tanaman. Awalnya Rafif tidak memilih spagetti sebagai benda yang dihasilan tanaman karena selama ini dia hanya melihat spaghetti dalam bentuk kering. Dari Lesson Pathways saya menemukan Grain Chain situs  internet yang berisi penjelasan mengenai padi-padian. Dari mulai padi ditanam dari biji sampai dijadikan tepung dan kemudian dibawa kepabrik untuk dijadikan roti.  Setelah berkunjung di Grain Chain Rafif jadi tahu bahwa banyak makanan yang berasal dari padi-padian yang diubah menjadi tepung seperti spaghetti atau pancake yang sering dia makan.

Worksheet benda dari tanaman

Lapbook ini juga memuat kartu-kartu kecil yang bisa disusun menjadi tahapan-tahapan tanaman dari mulai diletakkan media tanam seperti tanah sampai tanamannya besar dan berbunga. Potongan bunga yang teridiri dari akar, daun, batang dan kelopak bunga yang disusun  dan  diwarnai . Komponen terakhir dari lapbook ini adalah nama-nama bagian pohon.

Bagian dari bunga

Kartu pertumbuhan tanaman


Bagian dari pohon

Rabu, 12 Oktober 2011

Belajar Sains Tematik: Tumbuhan


Jika sebelumnya kami belajar sain secara acak hanya mengikuti bab-bab yang ada dibuku sains ditambah membuat sains eksperimen sesekali. Bulan lau saya merubah pola kami belajar secara acak menjadi belajar tematik dimana kami akan memilih satu topik tertentu dan mempelajari topik tersebut secara mendalam. Jika merasa sudah cukup baru saya ajak anak untuk memperlajari topik lain. 

Untuk topik pertama saya memilih tentang Tanaman atau Plant. Alasan utamnya karena saya punya bahan belajar tematik untuk tanaman dari website Sains A to Z. Bahan ini sangat membantu saya yang masih belum terbiasa belajar secara tematik. Dari kit yang disediakan oleh Sains A to Z saya mendapatkan:
   - 3 buah buku mengenai tanaman baik fiksi maupun non fiksi, beberapa bahan bacaan lain berupa lembaran kertas
   - 3 buah percobaan sains mengenai menanam, mengamati daun, dan mengamati biji.
   -  Lembar kerja 
   -  Kegiatan bermain peran menjadi pohon dari mulai biji sampai ditebang.
   -  Kartu-kartu berisi kosa kata baru
   -  Penjelasan mengenai pekerjaan apa yang berhubungan dengan tanaman.
   -  Quiz

Selain dari Sains  A to Z saya juga banyak mendapatkan bahan dari situs Lesson Pathways . Situs ini merangkum berbagai website yang yang mencakup topik yang ingin kita pelajari, dari mulai bahan bacaan, kegiatan, sampai video. Jadi kita tidak usah bingung mencari-cari di google krn semua sudah terangkum di website ini. Dan yang lebih asyik lagi website ini bisa diakses secara cuma.-cuma.


Kegiatan pertama kami mulai dengan menanam tanaman dari biji yang ada didapur seperti tomat, bawang, jeruk nipis dan jahe. Wih langsung semangat karena bisa main tanah dan air :) Sambil menanam saya juga jelaskanbahwa Allah yang membuat semua tanaman ini bisa hidup melalui sinar matahari, air , tanah dan udara yang semua ciptaan Allah . Tidak ada manusia yang bisa membuatnya. Bahkan jikapun manusia sudah menyediakan semua yang dibutuhkan tanaman jika Allah tidak menghendaki tanaman hidup maka tanaman itu tidak hidup. 

Setelah selesai menanam Mereka menyiram tanaman dengan otol penyiram tanaman otomatis yang idenya saya peroleh hasil menonton berbagai eksperimen Steven Spangler di Youtube. Cara membuatnya gampang sekali. masukkan air kedalam botol bekas minuman sampai penuh kemudian tutup rapat-rapat. Setelah ditutup dibuat lubang-lubang kecil di bagian samping bawah botol. Untuk memancarkan air tinggal dibuka saja tutup botolnya langsung air akan keluar. Jika tutup botol tidak dibuka maka air tidak akan memancar keluar.

Meniram dengan alat penyiram otomatis dari botol


Menempelkan label tanaman yang dibuat

Selesai menanam dan main air , kegiatan berikutnya dilanjutkan dengan observasi daun. Rafif dan Aisyah mengumpulkan 4 jenis daun yang berbeda kemudian membuat arsiran dari daun. Setelah itu saya minta mereka membuat karya seni dari daun tersebut. Rafif memilih membuat bunga dari potongan daun yang diarsir sedangkan Aisyah membuat gambar. 

Mengarsir daun

Daun yang sudah diarsir


Gambar Aisyah


Puzzle bunga dari daun Rafif
 Kegiatan selanjutnya saya aja anak untuk mengamati daun-daun yang sudah dipilih dengan mencium, meraba, mendengar bunyi yang ditimbulkan daun, elihat aneka bentuk-bentuk daun. Kemudian kami berdiskusi mengenai persamaan dan perbedaan dari daun-daun tersebut. Perbedaannya bentuk, ukuran, bau dll. Persamaan tipis, fungsi untuk memasak makanan, menempel di batang dll.

Pelajaran masih berlanjut. Heran juga saya biasanya anak-anak setelah belajar 1 jam pasti bosan kali ini mereka tetap bersemangat. Kami membaca buku-buku yang disediakan oleh Sains A to Z. Untuk mengetahui pemahaman anak saya minta Rafif menjelaskan kembali isi buku yang sudah dibaca kepada Abi.

 
Menjelaskan isi buku

Sampai seminggu kemudian kami masih belajar tentang tanaman dengan membuat lapbook.  Kami memasukkan semua materi kedalam lapbook sehingga mudah didapatkan ketika ingin mempelajari lagi. Bahan lapbooknya selain dari Lesson A to Z saya juga mendapatkan dari hasil ggogling dengan kata kunci plant lapbook. Saya akan menuliskan posting lain mengenai lapbook tanaman kami.

Selain lapbook kami juga menonton video, bermain game dan membaca berbagai artikel menarik mengenai tanaman dari situs yang terdapat di Lesson Pathways. Semua membuat Rafif dan Aisyah mendapatkan pemhaman mendalam mengenai tanaman tidak hanya dari tulisan dibuku mereka mengalaminya langsung, melihat filmnya dan bermain game kegiatan favorite anak-anak diseluruh dunia. Saya akan melanjutkan cara belajar tematik kami karena anak mendapatkan gambaran utuh mengenai suatu tema, belajar tidak hanya sains tapi melibatkan membaca, menulis, matematika, seni, ekonomi dan yang penting lagi mereka lebih mengenal Allah SWT melalui hasil ciptaannya yaitu tanaman. Saat ini kami sudah menyelesaikan tema tanaman kami dan beralih ke tema luar angkasa pilihan Rafif. Tunggu postingan berikutnya mengenai luar Angkasa :)

Senin, 10 Oktober 2011

Metode Cantol Raudhoh untuk Belajar Membaca

Setelah Rafif bisa membaca menggunakan metode Cantol Roudhoh. Saya mencoba lagi menggunakan metode tersebut untuk mengajarkan Aisyah membaca. Metode cantol merupakan sebuah metode dimana anak diajarkan suku kata dengan mengasosiasikan suku kata tersebut dengan benda. Misalkan Suku kata Ba dikaitkan dengan Baju, suku kata Ca dengan Cabe, Da dengan Dadu dan seterusnya.Untuk mempermudah anak menghapal suku kata tersebut juga disediakan VCD dalam bentuk lagu berirama riang dengan lirik yang sederhana. Contoh salah satu liriknya untuk suku kata Ga adalah sebagai berikut : 
    Gajah belalainya panjang badannya besar
    Senang akku melihatnya di kebun binatag bersama teman
    Ga, gi, gu, ge, go
    Ga, gi, gu, ge, go

Satu paket Metode Belajar Membaca Melalui Lagu yang seharga Rp. 90.000 ini terdiri dari:
   - 3 VCD animasi yang berisi lagu untuk tiap suku kata dan permainan mencari suku kata yang hilang. 
   - 1 Lingkaran yang bisa diputar untuk membantu anak mengingat suku kata melalui satu gambar yang ditampilkan.
   - 26 kartu kata untuk anak berlatih membaca
   - 2 buah buku untuk belajar menulis
   - Buku petunjuk untuk orang tua.

Kotak paketnya

Buku belajar menulis

VCD lagu



Yang membuat metode ini berbeda dengan metode belajar membaca lainnya adalah VCD animasi lagunya. Lagunya berilirik singkat udah dicerna dan diulang-ulang. Hanya saja karena diulang-ulang tersebut membuat Aisyah bosan jika harus menonton sampai habis. Beda dengan Rafif yang mulai menggunakan metode ini pada usia 3 tahun. Dia betah menonton VCDnya sampai habis setiap hari. Sepertinya untuk anak 5 tahun keatas seperti Aisyah lebih cocok menggunakan Paket Belajar Membaca Melalui Game atau Film yang juga dikeluarkan oleh Lembaga Pendidikan Prasekolah Roudhoh.


Karena Aisyah bosan jika harus menonton VCD lagu tersebut sampai habis, saya hanya memutarkan 1 bagian dari dari suku kata yang ada didalam lagu. Misalkan hari ini saya memutarkan Lagu Da untuk Dadu. Setelah selesai menonton kami akan membaca kata-kata di kartu suku kata Da. Kartu Da ini memuat semua kombinasi Da, di, du , de, do suku kata B dan Ca yang sudah dipelajar sebelumnya.  
Setelah itu Aisyah akan belajar menulis di buku menulis yang juga disediakan. Sewaktu saya membeli paket ini untuk Rafif buku belajar menulis tidak termasuk didalamnya. Dan sebaiknya untuk anak ketika belajar membaca juga sekaligus belajar menulis apalagi untuk anak kinestetik karena dia tidak hanya sekedar melihat gambarnya tapi juga merasakan tangannya bergerak mengikuti bentuk tersebut. Bisa juga dengan membuatkan huruf dari kertas amplas yang bisa dirasakan teksturnya oleh anak.

Supaya Aisyah semangat belajarnya, saya membuatkan intensive chart bunga yang bertuliskan suku kata yang akan dia pelajari setelah mencapai bunga yang berwarna biru Aisyah akan mendapatkan hadiah seperti yang tertulis di bunga biru tersebut. Kartu yang sedang dipelajari juga saya jepit dengan jepit jemuran di poster tersebut agar kapanpun dia mau belajar dia bisa ambil sendiri materinya. Sekarang Aisyah sudah belajar sampai huruf Da mudah-mudahan dia bisa membaca melalui metode ini. Jika ternyata gagal mungkin Aisyah masih perlu waktu lebih atau metode lain. Bisa membaca bukan sekedar tujuan tapi ada kegembiraan dan pemupukan rasa percaya diri dalam setiap proses belajar.


Intensive Chart





Minggu, 14 Agustus 2011

Tantangan 30 hari Klub Oase # 6

Hari ini saya membuat cap untuk Anak-anak. Bahannya sederhana saja dari tutup botol selai bekas dan busa yang digunting bentuk bulan sabit dan bintang. Lem busa menggunakan lem uhu, tunggu mengering dan  cap siap untuk digunakan. Tutup botol digunakan agar anak mudah memegang capnya. Jadi untuk membuat cap bisa menggunakan busa yang biasa dijual dalam bentuk lembaran aneka warna. Tidak harus selalu menggunakan sayuran seperti kentang dan wortel. Sayang jika harus menggunakan sayuran yang bisa dimakan.


Hasilnya seperti tampak pada gambar diatas. Cap ini bisa digunakan untuk membuat hiasan pada kartu lebaran. Bila busanya tipis tumpuk menjadi beberapa lembar agar catnya tidak mengotori tutup botolnya.


Sore harinya anak-anak termasuk Afkar bersepeda seperti biasanya dengan Abi. Ini selalu menjadi kegiatan yang ditunggu-tunggu. Jika sudah melihat Abi mengambil sepeda Afkar segera berlari sambil membuka sendalnya cepat-cepat. Karena dia tidak suka duduk dikursi sepedanya dengan menggunakan sendal. Rafif dan Aisyah juga segera mengambil sepeda masing-masing. Termasuk anak-anak tetangga. Mereka bersemangat karena jika bersama Abi mereka bisa bersepeda lebih jauh daripada ketika mereka bersepeda tanpa keikutsertaan orang dewasa. Kegiatan ini yang saya jadikan kolase untuk Tantangan 30 Hari Klub Oase.

Pulang bersepeda masing-masing anak saya beri kapur dan mereka bebas menggambar digarasi rumah. Semua anak senang karena mereka bisa menggambar dengan ukuran yang sangat besar. Tidak seperti gambar dikertas yang ukurannya terbatas. Ternyata memberikan hiburan untuk anak-anak tidak harus mahal. Cukup dengan sebatang kapur mereka berimajinasi layak Rudy di film Chalk Zone.

 

Tantangan 30 hari Klub Oase # 5

Wah padahal hari ini sudah memasuki hari ke 14 sedangkan laporan pandangan mata baru sampai hari ke 5 :( Ternyata belum bisa memenuhi komitmen sendiri untuk bisa ngeblog setiap hari. Tapi setidaknya saya akan mencoba untuk tetap mendokumentasikan kegiatan kami selama Bulan Ramadhan.

Hari ke 5 Ramadhan saya mengajak Aisyah membuat fase-fase bulan sebagai hiasan gantung. Sebelumnya saya membuat pola 8 bentuk bulan di karton putih. Setelah itu saya mengajarkan Aisyah untuk mewarnai bulannya sebelum digunting. Kami tidak menggunakan alat mewarnai seperti krayon atau spidol seperti biasa tapi kai akan menggunakan warna dari lunturan kertas krep yang sudah dibasahi dengan air. Olesi kertas karton dengan air lalu tempelkan potongan kertas krep seperti gambar dibawah ini.


Setelah beberapa saat kertas krepnya diangkat meninggalkan warna-warna cantik yang pudar dan agak bercampur. Agar tidak robek ketika digunting maka kertas kartonnya dijemur terlebih dahulu. Sambil menunggu kering anak bisa kita aja belajar menngenai evaporasi. dengan cara  mengamati karton. Karton yang tadinya basah ketika dijemur maka airnya akan menghilang sedikit-sedikit. Kita jelaskan bahwa airnya tidak menghilang tapi berubah menjadi uap air yang ringan dan naik keatas langit. Diatas mereka nantinya akan berkumpul menjadi awan.


 Untuk kolasenya saya masih menggunakan aplikasi Photoscape dan template dari Shabby Princess. Untuk cara membuat kolasenya bisa dilihat disini

Sabtu, 06 Agustus 2011

Tantangan 30 hari Klub Oase # 4

Untuk Tantangan Klub Oase hari ke-4, saya mulai mengunakan aplikasi Photoscape untuk menyusun kolase foto kegiatan Rafif dan Aisyah. Hasil kolase saya bisa dilihat di album Facebook saya.  Photoscape bisa di download secara gratis dan dipakai ketika kita offline. Background dan hiasan kolasenya saya ambil dari Shabby Princess yang menyediakan free scrapbook kits.

Photoscape tidak hanya menyediakan sarana untuk mengedit foto tapi juga menyusun, menggabungkan beberapa foto, memotong foto layaknya puzzle sampai membuat animasi dan komik.

Tutorial sederhana membuat kolase dengan Photoscape adalah sebagai berikut :
 1. Buka aplikasi Photoscape yang sudah didownload.
2. Pilih modul Page
3. Pilih layout foto yang diinginkan dikolom sebelah kanan
4. Masukkan background atau paper dari scrapbook kit. pilihannya ada di kolom sebelah kiri.
5. Jika ingin menggunakan frame yang disediakan photoscape pilih di kotak frame dikolom sebelah kanan atas.
6. Jika sudah selesai silahkan di save ada yang ingin ditambahkan silahkan klik tombol Edit dibawah tombol Save.
7. Dibagian Edit jika ingin menambah gambar atau tulisan bisa pilih Object yang terletak dibagian bawah. Kita bisa memilih object yang disediakan photoscape atau object lain yang sudah ada dikomputer kita.

List situs yang menyediakan Scrapbook Kit bisa kita lihat di sini. Hanya saja ukuran kit yang didownload lumayan besar berkisar puluhan Mb. Tapi dengan mendownload kit tersebut kolase kita akan tampil cantik.

Kegiatan lain yang kami lakukan kemarin adalah percobaan Merica Kocar Kacir. Idenya diambil dari situs webnya Rumah Sains Ilma yang menyediakan berbagai kegiatan menarik yang berhubungan dengan sains.
Gambar dibawah adalah gambar merica yang dituang ke air. Merica masih berkelompok dan mengumpul di tengah.
Add caption
Setelah itu saya memasukkan tangan saya, pensil dan beberapa benda lain. Tapi ketika diangkat susunan mericanya masih seperti awal. Lain halnya ketika saya memasukkan benda yang sudah dicelup kedalam air sabun. Mericanya langsung berlarian dan tidak mengumpul lagi ditengah. Anak-anak takjub sekali ketika melihat reaksi si merica terkena air sabun. Sampai-sampai mereka minta percobaannya diulang lagi. Gambar dibawah adalah gambar merica yang sudah terkena air sabun.



Summer Holiday

Libur telah tiba... Libur telah tiba... Hatiku gembira.... Siapa yang ga gembira kalau lagi liburan, apalagi kalau liburnya selama 11 min...